
" Terima kasih, sudah memperbolehkan aku bertemu dengan luci." Ucap adam.
" Ya, sama sama."
" Luci, ayah pergi dulu ya. Minggu depan boleh kan kita bertemu dan bermain lagi?." Tanya adam pada luci.
Luci menatap melodi. Melodi mengangguk.
" Kami pergi dulu." Pamit melodi pada adam.
" Ya. Sekali lagi terima kasih." Ucap adam.
Melodi, nana dan anak anak berjalan menuju mobil. Tinggal lah han dan adam.
" Aku harap, kau tidak akan berbuat aneh aneh. Aku akan mengawasi mu." Ucap han.
" Tenang saja. Aku tulus ingin mengenal lebih dekat anakku. Tidak ada maksud lain."
" Baguslah kalau begitu."
Han menepuk bahu adam. Kemudian berlalu menyusul nana dan melodi.
Di sisi lain.
Kevin mengemudi dengan kecepatan tinggi. Berharap masih ada waktu untuk bisa bermain bersama anak anak.
Namun terlambat. Saat kevin sampai, taman bermain itu sepi pengunjung.
Kevin pun kembali ke rumah dengan perasaan bersalah.
" Terima kasih sudah mengantarkan kami." Ucap melodi pada nana dan han.
" Sama sama, jika butuh sesuatu. Hubungi kami, jangan sungkan." Ucap nana.
" Tentu."
Nana dan melodi saling melambaikan tangan.
Melodi masuk ke kamar, dan memastikan anak anak bersiap untuk tidur.
" Hei, bagaimana perasaanmu setelah bertemu ayah?" Tanya melodi pada luci.
" Senang. Ternyata ayah sama baiknya dengan dady. Hanya saja, sekarang dady tidak pernah ada waktu untuk kita."
" Sebaiknya luci tidur."
__ADS_1
" Mom.."
" Ya sayang.."
" Apakah luci akan bertemu dengan ayah lagi." Tanya luci.
" Tentu sayang. Sekarang lulu tidur ya.."
Melodi mencium luci. Kemudian berjalan keluar kamar.
" Astaga kenan. Kau mengagetkan momy." Ucap melodi saat kenan berada tepat di depan pintu kamar luci.
" Mom.."
" Ya sayang. Kenapa masih disini. Ayo ke kamarmu."
Melodi menuntun kenan, berjalan menuju kamar kenan.
" Tidurlah. Kau pasti lelah kan setelah bermain?"
" Mom.."
" Ya boy?, ada apa?"
" Momy janji tidak akan meninggalkan aku kan?"
" Kenan hanya takut momy akan pergi."
" Tidak sayang. Momy tidak akan kemana mana. Sekarang ayo tidur. Atau kau ingin ditemani momy?" Tawar melodi.
" Tentu."
Melodi pun menemani kenan, hingga tertidur.
Setelah memastikan kenan tidur, melodi keluar dan langsung menuju kamar.
" Hari yang melelahkan."
Melodi merebakan diri di atas kasur. Memejamkan mata, Saat melodi hampir terlelap. Di merasakan sebuah tangan memeluknya.
" Ken.." Lirih melodi dengan mata terpejam.
" Maafkan aku.." Bisik kevin.
" Tidak apa. Anak anak bersenang senang hari ini." Ucap melodi.
__ADS_1
" Aku membawakan makanan kesukaanmu, kau mau makan?"
" Hmm, tentu, terima kasih."
Kevin bangun, di ikuti melodi. Kevin segera membawa nampan yang berisi makanan kesukaan melodi.
" Kemari, biar aku menyuapi mu." Ucap kevin.
" Tidak perlu, aku bisa makan sendiri."
" Ayolah, anggap ini sebagai penebusan dosa karena aku selalu ingkar janji."
" Hmm, baiklah."
Melodi pasrah, membiarkan kevin menyuapi makanan hingga habis.
" Ada lagi yang ingin kau makan?" Tanya kevin setelah melodi menghabiskan segelas susu.
" Tidak ada, hanya merasa lelah."
" Apa boy kita lelah?" Ucap kevin sambil mengelus perut melodi.
" Seperti biasa, mereka aktif menendang."
" Aku jadi tidak sabar ingin bertemu mereka."
Mereka terus berbicara perihal anak, lama kelamaan melodi mengantuk. Dan memutuskan tidur.
Kevin menemani nya dan memilih ikut tidur sambil memeluk melodi.
Aku tau kau sedang menjalin hubungan yang spesial dengan linda. Aku tidak tau, apa yang harus aku lakukan. Aku mencintai mu ken. Namun seperti nya, cintamu sudah terbagi. Batin melodi.
Maafkan aku melodi, ini di luar kendali ku. Aku mencintaimu, namun aku tak bisa melepaskan linda. Aku berjanji akan membuatmu bahagia. Batin kevin.
Melodi menangis dalam dekapan hangat kevin. Sungguh, dia merasakan rindu yang teramat sangat akan kehangatan suami nya. Kini haruskah ia berbagi cinta dengan mantan istri suaminya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...