
" Kenapa kau melarang ku memberi tahu ibumu?, bahwa kau adalah pengasuh anak²ku." Tanya kevin memecah keheningan.
" Bukan urusanmu." Ketus melodi
" Dasar tidak sopan." Gerutu kevin.
" Apa yang kalian bicarakan tadi?, kau terlihat senang." Ucap melodi masih Dengan nada ketus.
" Bukan urusanmu." Balas kevin.
" Hei, dia ibu. Aku berhak tau." Ucap melodi
" Kenapa tidak kau tanyakan sendiri kepada ibumu." Ucap kevin santai.
" Dasar kau manusia arogan." ketus melodi.
" Hei, jangan kurang ajar. Aku ini majikan mu. Kalau bukan karena anak² yang menyukaimu, aku sudah memecat mu di awal, sebelum kau menandatangi kontrak itu." Ketus kevin.
" Siapa juga yang mau bekerja dengan orang arogan nan sombong sepertimu." Lirih melodi
" Hei, jangan mengumpat. Aku bisa mendengarnya." Ucap kevin menatap melodi.
Dasar manusia arogan, sudah sombong. punya telinga tajam lagi. Sebenarnya dia terbuat dari apa sih?. Batin melodi.
...
.
.
" Momy, dimana mama nana?, bukankah momy janji akan mengajakku ke taman?." Ucap luciana yang datang bersama twins dan kenan.
" Mama nana sedang ada urusan dengan om rey sayang." Ucap melodi mengelus rambut anaknya.
" Yah.., apa itu artinya kita batal jalan² momy?." Luci menatap sedih melodi.
" Bagaimana kalau kau ikut kami?, kami akan pergi ke taman. Iya kan dady." Briana menatap dady dengan puppy eyes.
Apa²an mereka ini?, bukankah tadi perjanjiannya hanya ke rumah melodi. Kenapa sekarang mereka mengajak pergi jalan². Batin kevin.
" No, Kalian tadi janji hanya akan ke rumah aunty melmel kan." Tegas kevin.
" Hei, namaku melodi bukan melmel." Ucap melodi tak terima dirinya dipanggil melmel.
__ADS_1
" Suka² aku, mulut² juta mulutku." Ketus kevin.
" Dasar kenken." Ketus melodi.
" Hei! kau memanggilku apa tadi?." ucap kevin dengan tatapan tajam.
" Kenken." Ketus melodi.
" Dady... kalau kalian bertengkar, kapan kita akan berangkat." protes riana.
" Ayolah dady."
" Boleh ya.."
" Boleh kan?." Rengek mereka bertiga.
" Iya boleh kan dady?." Tanpa sadar luci ikut memanggil kevin dengan sebutan dady.
Sontak semua terkejut, terutama melodi. Tau menjadi pusat perhatian. Luciana tertunduk.
" Maaf aku tidak sengaja." Ucap luci. melodi spontan langsung memeluknya. Dia bisa merasakan yang dirasakan putrinya.
" Kau boleh memanggil dady kami dengan sebutan dady. Benar kan dad?." Ucap kenan santai.
...flashback on...
" Jadi nak kevin sudah lama kenal dengan melodi?." Tanya fani
" Sebenarnya anak² yang sudah kenal lama dengan melodi bu, saya terlalu sibuk bekerja. Hingga terkadang lupa dengan anak²." Jawap kevin sopan.
" Wah, jadi kau seorang yang bekerja keras demi keluarga. Pasti istrimu wanita paling sabar dalam mengurus anak² tanpa bantuan mu ya" Ucap fani refleks.
" Sebenarnya.. Mereka diurus oleh ibuku. istriku pergi saat si twins belum genap berusia satu tahun." ucap kevin.
" Ah, maafkan ibu nak kevin. Ibu tidak bermaksud membuka luka lama." ucap fani merasa bersalah.
" Tidak apa² bu. Saya sudah mulai melupakannya. Mungkin dia bukan jodoh saya. Emm bagaimana dengan melodi?, kemana suami nya?." Tanya kevin yang begitu penasaran, karena tidak menemukan satu foto pria di dalam rumah melodi.
" Kasusnya hampir mirip denganmu, suami melodi pergi dengan wanita lain. Beda nya kau punya kekuasaan dan melodi tidak. hahaha." Ucap fani berusaha menyembunyikan kesedihannya.
" Ibu bisa saja." kevin tersenyum mendengar gurauan fani.
" Jadi.. apakan melodi membesarkan luci seorang diri?." Tanya kevin dengan hati².
__ADS_1
" Melodi minta ibu merawat lulu. Dia meninggalkan semua fasilitas yang diberikan mantan suaminya. Karena kami selalu di hina, dicaci maki. Dan dikatakan hanya menumpang hidup enak oleh keluarga laki² itu. Sungguh itu adalah penghinaan terbesar bagi kami. Terutama melodi, entah wanita seperti apa yang mampu membuat semua keluarga laki² itu juga mendukungnya. Melodi bekerja keras hingga bisa membeli rumah ini untuk tempat bernaung kami. Dia tidak pernah memperlihatkan kesedihannya, terutama padaku. Ibunya sendiri." Terang fani.
" Maafkan aku bu, aku tidak bermaksud membuat ibu sedih." Ucap kevin iba.
" Tidak apa² nak kevin. Ibu senang bisa berbagi denganmu." Senyum fani
" Aku tidak sebaik itu bu, aku adalah ayah yang jahat bagi anak²ku. Aku bahkan jarang meluangkan waktu bersama anak²." Ucap kevin tertunduk. Entah kenapa setelah mendengar cerita tentang melodi membuatnya merasa bersalah pada anak².
" Ingatlah selalu kata² ini nak, 'Harta bisa dicari, tapi kebersamaan dengan keluarga itu yang sulit si cari'. Jadi berusahalah untuk selalu ada bagi keluargamu. Jangam terlalu fokus dengan pekerjaanmu, karena kau bisa menyesali nya saat tua nanti." Ucap fani.
...Flashback off...
" Bagaimana dady, apakah boleh luci memanggil dady dengan sebutan dady? Tanya si twins menarik² kemeja kevin
" Hmm, baiklah." Ucap kevin membuat melodi melotot tidak percaya.
" Jadi.. apa lulu boleh memeluk dady?." Ucap luci polos.
" Tentu saja sayang, kemarilah." Kevin berjongkok dan merentangkan kedua tangannya.
" Dady..." Luci berlari memeluk kevin. Diikuti kenan dan si twins.
...
" Dady, jika luci boleh memanggil dady dengan sebutan 'dady'. Apa kami juga boleh memanggil aunty cantik dengan sebutan momy?." Tanya twins.
Tik tok tik tok....
Mata kevin dan melodi sama² melotot mendengar yang dikatakan twins.
....
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1