
Viona langsung menjatuhkan alat make up nya, dan berlari ke arah daniel.
" Kau, kau benar daniel kan?"
Viona mendekat, dan menyentuh pipi daniel.
" Emm, ya.."
Viona hendak memeluk daniel. Namum daniel menghindar.
" Maaf." Ucap viona menyeka bulir kecil di ujung mata nya.
" Siapa?" Tanya diandra.
" Dia teman kuliah. Ya teman."
Ucapan daniel membuat viona kecewa. Itu terlihat dari mata nya yang menggembun.
" Oh."
" Viona, tolong dandani dia. Dia harus tampil sempurna malam ini." Ucap daniel.
" Daniel. Kita kan hanya akan makan malam. Lagipula akan banyak anak anak. Tidak pantas, jika aku berdandan terlalu cantik." Keluh diandra.
" Ini istri mu?" Tanya viona.
" Bukan. Kami hanya rekan. Kami sedang ada makan malam dengan kerabat." Ucap diandra.
" Oh. Kalau begitu, ayo." Ajak viona.
Diandra tak bergeming. Daniel mendorong tubuh diandra.
" Sudah sana. Aku kan menunggu mu di luar."
Drtt drtt drttt
" Ya halo?"
" Kau dimana?" Suara melodi.
" Emm ya, aku sedikit. Aku akan sampai salam lima belas menit." Ucap daniel.
" Jangan bercanda daniel. Lilin tidak akan bertahan selama itu."
" Ganti saja yang baru. Akan aku suruh orang untuk mengganti nya. Tunggu, aku pasti datang."
Tut
Daniel mematikan sambungan telepon nya.
Sepuluh menit kemudian, diandra keluar dengan menggunakan gaun putih yang simpel namun terlihat elegan.
" Sempurna." Ucap daniel.
" Aku tidak suka. Ini seperti kencan dengan kekasih saja." Gerutu diandra.
Diandra langsung keluar dari butik. Dan masuk ke dalam mobil.
" Cantik sih. Tapi ini hanya makan malam. Bukan acara penting." Kesal diandra.
" Tolong bill nya." Ucap daniel.
" Terima kasih pak."
" Ya sama sama."
Daniel hendak keluar dari butik.
" Daniel tunggu.." Panggil viona.
" Ya??"
" Daniel.. aku..., aku.."
" Maaf vi, lain kali saja kita bicara. Aku sedang terburu buru. Maaf. Tapi aku bersungguh sungguh. Saat ini aku sudah sangat terlambat."
" Baiklah.
Daniel segera masuk ke dalam mobil. Dan memacu nya dalam kecepatan tinggi.
Sesampai nya di RJ cafe & briso.
" Wow.., sangat indah. Kenapa melodi memilih tempat romantis seperti ini?" Ucap diandra.
" Ya, karena kau akan berkencan dengan ryan." Bisik daniel.
" Benarkah?"
" Tentu saja." Ucap melodi yang datang menghampiri mereka.
" Jadi, ini rencana kalian lagi?" Ucap diandra.
Daniel dan melodi mengangguk.
__ADS_1
" Anak nakal."
Diandra mencubit pipi melodi.
" Ah ah, sakit." Melodi cemberut. Daniel langsung mencium pipi melodi yang memerah.
Blus..
Wajah melodi ikut merah.
" Daniel, kau nakal ya sekarang." Ketus diandra.
" Maaf, kelepasan." Daniel menjewer telinga nya sendiri.
" Jadi dimana pria kutub itu ?" Tanya diandra.
" Bang ryan bilang, akan membeli sesuatu. Tapi ini sudah lebih dari sepuluh menit. Kak ara duduk saja. Biar aku yang mencari bang ryan." Ucap melodi.
" Aku ikut." Ucap daniel.
Diandra tersenyum melihat tingkah ke dua nya.
Dia pun duduk, dan menikmati pemandangan kota di malam hari.
Satu menit..
Lima menit..
Sepuluh menit diandra menunggu, sedangkan daniel dan melodi mulai gelisah karena dia tidak bisa menemukan ryan. Ponsel nya juga tidak bisa di hubungi.
" Bagaimana ini?" Ucap melodi.
" Aku juga tidak tahu." Jawap daniel.
" Sebaiknya kita menemui kak ara. Sebelum dia menjadi lebih kesal."
" Kau benar."
" Hai." Sapa diandra, saat daniel dan melodi datang.
" Maaf kak, kami tidak bisa menemukan bang ryan."
" Tidak apa apa. Sebaiknya ayo kita makan."
Diandra tersenyum, melodi tau jika sebenarnya diandra kecewa. Melodi kesal karena ryan tiba tiba menghilang.
Lalu datang lah waiters mengantar makanan.
" Ini untuk nona diandra." Ucap nya sambil meletakan piring yang masih lengkap dengan penutup nya.
" Ya, tapi ini kiriman khusus dari seseorang."
Pelayan itu pun pergi.
" Mungkin dari bang ryan." Ucap melodi.
" Tidak mungkin. Dia tidak seromantis perkiraan kalian." Jawap diandra.
" Dibuka saja. Jika tidak mau, aku siap memakan nya." Ucap daniel.
Melodi menyenggol kaki daniel dengan kaki nya.
Diandra membuka tudung piring.
Semua yang ada disana, terkejut saat melihat isi nya.
" Uh bang ryan so sweet." Ucap melodi.
" Tidak mungkin. Ini pasti salah meja." Ucap diandra.
" Permisi nona.., bisakah anda ikut kami." Ucap seorang pelayan wanita.
" Kenapa?" Tanya diandra.
" Ada yang ingin kami tunjukan."
Diandra menatap melodi dan daniel secara bergantian. Seakan bertanya, apa ini rencana kalian lagi?. Melodi dan daniel menggelengkan kepala, tanda dia tidak tahu apapun.
" Melodi, daniel?" Diandra menatap taj kedua nya.
" Tidak. Sungguh. Ini di luar skenario kami." Ucap daniel.
" Benar. Kami hanya merencanakan makan malam ini. Hanya ini." Imbuh melodi.
" Saya mohon agar nona segera ikut bersama saya."
Diandra akhirnya ikut dengan membawa cincin yang diberikan oleh seseorang yang masih misterius.
Melodi dan daniel mengikuti dari belakang.
" Silahkan nona.."
Pelayan itu, membawa mereka turun ke lantai paling dasar. Dan berjalan ke belakang cafe.
__ADS_1
" Kita mau kemana sih?" Tanya diandra.
" Maaf nona, saya hanya bisa mengantar anda sampai di sini. Silahkan anda melanjutkan sendiri perjalanan anda."
" Melanjutkan kemana?"
Belum mendapat jawapan, pelayan itu sudah pergi dan menghilang.
" Aku takut, tempat nya gelap."
Melodi mengandeng tangan daniel.
" Tenanglah ada aku."
Mereka terus berjalan. Hingga sebuah cahaya menarik perhatian ketiga nya.
" Lagi?" Ucap melodi.
" Siapa sih?" Tanya diandra.
" Mungkin ryan."
" Tidak mungkin. Dia anti hal hal yang berbau romantis." Ketus diandra.
Mereka terus berjalan.
" Tadi cincin. Sekarang tulisan. Lalu apa lagi."
" Itu.." Tunjuk melodi dengan mata terkejut.
" Oh my god. Kau yakin bukan ryan pelaku nya?" Daniel menatap diandra.
Ini adalah deretan panjang foto diandra dan ryan selama beberaoa tahun ini.
Mata diandra mulai berkaca kaca. Dia mulai berjalan sambil melihat lembaran demi lembaran gambar dirinya dan ryan.
Hingga, melodi melihat sebuah karpet merah, di dekat pantai. Ya, di belakang RJ cafe & briso adalah pantai.
Diandra berjalan diatas karpet merah. Saat diandra sudah berada di ujung karpet, dia melihat seperti ada sebuah papan dan beberapa bentuk love.
Dan ketika diandra berbalik, Lampu menerangi tempat itu, diandra melihat ryan sudah berlutut di hadapan nya.
" Bang ryan. Jadi ini semua rencana bang ryan." Ucap melodi terkejut.
" Aku tidak menduga. Kutub es akhirnya benar benar akan mencair." Ucap daniel.
" Will you marry me, ara?!" Ucap ryan.
Diandra menangis.
" Yes, I will."
Ryan memakai kan cincin yang ada di tangan ara. Dan
" Yee...."
Prok
Prok
Prok
Prok
Hampir semua orang yang ada di sana dan para pelayan cafe, datang menyaksikan ryan melamar diandra di malam valentine.
Daniel berlutut, dan menirukan gaya ryan.
" Will you marry me, melodi."
" No."
Melodi kemudian berlari ke arah ryan dan diandra.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Tinggalin Like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
...☺️☺️...
__ADS_1