
Kevin meraih tubuh melodi, dan bersiap mencium bibir melodi yang membuat kevin menjadi candu. Saat bibir mereka hampir menyatu.
" Ehem hem hem ..."
" Ehem... Uhukk uhukk... "
" Kata nya tadi buru² mau ke kantor, kenapa belum berangkat." Ucap abraham santai.
" Papa, mengganggu saja." Ucap kevin kesal. Dengan terpaksa kevin berangkat tanpa ciuman melodi.
...----------------...
Tiga minggu kemudian...
Luci pulih lebih cepat dari perkiraan dokter, jadi semua keluarga abraham langsung terbang ke negara xxx.
Di mansion abraham..
" Waah momy, ini rumah atau istana. Besar sekali." Celoteh luci saat mobil memasuki halaman mansion abraham.
" Apa luci ingin rumah seperti ini sayang?" Abraham memandang luci dari kursi depan.
" Tidak opa, nanti luci tersesat jika bermain bersama kak kenan dan twins." Ucap luci polos. Membuat semua nya terkekeh.
Mom, seandainya kau masih hidup, kau dapat melihat, betapa mereka memperlakukan ku dan luci dengan sangat istimewa. Mereka menerima kami dengan penuh sukacita. Batin melodi.
Jenny mengusap punggung melodi, seakan tau apa yang melodi rasakan.
" Selamat datang tuan.. nyonya.." Ucap para pelayan yang menyambut kedatangan abraham dan keluarga.
" Pa, bisa kah aku sekamar dengan melodi." Bisik kevin.
" Tolong siap kan kamar untuk anak²." Ucap jenny.
" Dan satu kamar di sebelah kanan mansion ini, satu lagi di sisi kiri." Ucap abraham.
" Kenapa pa?" Ucap jenny yang heran.
" Mereka harus di pisahkan untuk sementara waktu ma." Abraham menunjuk kevin dan melodi.
Kevin menggaruk lehernya yang tidak gatal.
" Biarkan melodi tidur bersama ku pa." Ucap melodi.
" Lu, kau ingin tidur dengan momy atau tidur di kamar sendiri?" Abraham berlutut dan bertanya kepada luci.
" Apa kau ingin tidur bersama kami lu." Ucap twins.
" Boleh kah?" Ucap luci.
" Tentu saja, kita kan saudara." Riana merangkul bahu luci.
" Kau tidur lah sendiri mel, agar kau bisa beristirahat. Jangan khawatir tentang anak², banyak pelayan yang akan melayani mereka." ucap abraham.
" Tapi..."
" Kakak ipar, kau adalah calon nyonya. Jadi biasakan diri mu ya, dan nikmati apa yang ada" Ucap gwen.
" Benar sekali, kami akan mengajak kakak ipar berkeliling nanti" Timpal jenny.
Melodi akhirnya membiarkan luci pergi dan tidur dengan twins.
Hari demi hari keluarga itu, semuanya sibuk mempersiapkan pesta pernikahan untuk kevin dan melodi.
__ADS_1
" Ken, apa ini tidak berlebihan?" Ucap melodi, saat kevin membawa nya melihat gedung resepsi yang sudah berjalan 70%.
" Tidak, ini bahkan kurang megah untuk seseorang seperti mu."
" Tapi aku merasa ini berlebihan."
" Sttt,, anggap saja ini adalah buah dari perjuangan mu selama ini."
" Ah ken, kau membuatku di atas awan."
" Aku akan mewujudkan nya nanti sayang, tunggu saja." Bisik kevin dengan nada se seksual mungkin.
" Kakak ipar, ternyata kau disini. Kami mencari mu kemana mana." Ucap gwen
" Kenapa mencari ku?"
" Tentu saja untuk fitting gaun yang akan kakak kenakan."
" Apa itu harus???"
" Haisss.... kakak ipar ini bagaimana?, tentu saja harus dan wajib." gwen menarik tangan melodi.
Sesampainya di ruang fitting gaun.
" Tidak².. ini terlalu terbuka.." Ucap melodi saat gwen menunjukan sebuah gaun dengan belahan dada yang eksotis.
" Oh my god. Aku bukan ratu isabel jen." Melodi terkejut saat jenifer justru membawakan gaun bak ratu.
" Ini coba lah kakak ipar." Jen dan gwen memaksa melodi masuk ke ruang ganti dengan membawa beberapa gaun untuk di coba.
" No!!." Ucap gwen saat melodi keluar dari ruang ganti.
" Big no." Kali ini jen yang mengomentari gaun ke 2 yang di pakai melodi.
Gaun ke 3...
Hingga ini adalah gaun ke sekian kali nya yang di coba melodi.
" Oh god, it's Perfect!!" Ucap jen dan gwen secara bersama.
" Akhirnya kalian mengatakan nya." Ucap melodi lega. Sekarang, boleh kah aku melepasnya dan pulang. Aku sangat lelah." Ucap melodi.
" Tentu saja kakak ipar, tapi sebelum pulang kita akan ke SPA." Ucap gwen.
" Ha?, untuk apa."
" Cuci sandal." Ucap jenifer.
" Ha??, memangnya pelayan di rumah, tidak ada yang bisa cuci sendal ya." Ucap melodi.
" Kakak ipar, kalau beg* Jangan setengah² deh. Mending dipas sin aja. Kita ke SPA ya untuk me RILEKSASI kan diri." Ucap gwen menekan kata relaksasi.
" Untuk..." ucap melodi lagi.
" Tentu saja agar kakak ipar lebih rileks, dan tidak tegang ataupun panik." Ucap gwen lagi.
" Emm begitu. Kalau begitu ayo, kenapa kita masih di sini." Kekeh melodi, sambil meninggalkan gwen dan jen.
" Astaga kakak ipar.. Tunggu kami."
...****************...
......................
__ADS_1
Sejarah akan terulang lagi hari ini, bagi kevin dan melodi. Mereka akan kembali melakukan sumpah pernikahan, untuk yang ke 2 kali. Namun dengan pasangan yang berbeda.
" Na, aku jadi deg deg kan, lihat lah tangan ku berkeringat" Melodi menunjukan tangan nya yang basah kepada nana.
" Tenanglah, nanti hiasan mu jadi berantakan." Ucap nana yang memasang selendang panjang, penutup muka melodi.
" Ck, jadi kau lebih mementingkan hiasan ku." kesal melodi.
" Bukan seperti itu, dengar. Aku sangat bahagia hari ini, melihatmu akan menikah. Tidak ada yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini. Mel, aku sungguh bahagia." Nana memeluk melodi.
" Terima kasih na, kau selalu ada untukku."
" Jangan menangis, kau akan merusak make up nya." Ucap nana.
" Sekarang, pergi lah. Aku akan menunggu kalian di altar pernikahan.
..
Dengan perasaan berkecamuk, melodi berjalan menuju altar, di dampingi abraham. Dilihatnya ketiga putri, sedang berdiri bersama nana, gwen dan jenifer. Semua mata tertuju pada melodi. Hingga tibalah waktu pemberkatan dan saling mengucap sumpah janji pernikahan.
" Kalian telah resmi menjadi suami istri, silahkan mencium pasangan kalian." Ucap pendeta.
Tanpa berlama², kevin membuka tudung yang menutupi melodi, dan segera mencium nya. Suara tepukan tangan pun menggema, menjadi saksi kebahagiaan mereka.
" I love you mel."
" I love you to ken."
...--------------...
Malam hari nya, ruang resepsi pernikahan...
" Ken, ini sangat indah." Melodi sungguh takjub melihat ruang resepsi lebih indah, dari yang ia bayangkan.
" Semua ini tidak gratis, nona." Bisik kevin.
" Tenang saja, kau ingin berapa ronde?, dua, tiga, enam?" Melodi menunjuk tangannya.
" Bagaimana jika satu hari penuh." Bisik kevin.
" Siapa takut."
Melodi menerima tantangan kevin, melodi pikir tidak mungkin kevin akan menghajarnya sampai pagi, mungkin 2 sampai 3 ronde saja cukup. Begitu kira-kira yang ada di pikiran melodi.
" Baiklah, persiapkan diri mu, my dear." bisik kevin, sambil tersenyum smirk.
Glek..
Melodi menelan kasar ludah nya, dia merasakan sesuatu yang aneh dalam ucapan kevin.
Kenapa aku jadi merinding, dia tidak akan benar benar melahap ku sampai pagi kan?. Jika itu benar. ah mel, kau sudah melakukan kesalahan besar, kau sudah bermain main dengan macan tutul. Batin melodi.
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...
...☺️...