
Daniel segera berlari menuju lobi, dan masuk ke dalam pesawat. Lalu duduk, di kursi sebelah melodi.
" Daniel? kenapa kau ada disini?" Ucap melodi terkejut.
" Karena aku akan ikut penerbangan pesawat ini." Ucap daniel santai.
" Kok bisa ?"
Daniel kemudian menceritakan, saat ryan memasukan sesuatu ke dalam saku jas nya.
" Ryan berpesan agar aku membuka nya, setelah berhasil mendapatkan hatimu. Aku baru ingat saat kau pergi meninggalkan ku. Setelah aku lihat, ternyata isi nya sebuah tiket. Dan..., sebuah kunci hotel."
" Ha?, coba ku lihat."
Melodi menyamakan nomer kamar hotel, serta alamat hotel yang di bawa daniel, dengan miliknya.
" Lihatlah, Alamat hotel nya sama. Nomer kamar kita bahkan bersebelahan." Ucap melodi.
" Seperti nya mereka ingin membalas kita." Gumam daniel.
" Begitukah?" Tanya melodi.
" Ya, tapi tidak apa. Aku senang, akhirnya aku bisa memiliki mu."
Daniel memeluk melodi, dan menyandarkan kepala melodi di bahu nya.
Satu jam kemudian, mereka sudah sampai di kamar hotel. Mereka memutuskan untuk istirahat sejenak, sebelum berkunjung ke kampung halaman ibu melodi.
Tok
Tok
Tok
" Honey?" Panggil daniel.
Ceklek.
" Honey?, siapa dia?" Tanya melodi
" Tentu saja dirimu. My honey."
" Ada ada saja."
" Kita berangkat sekarang?" Tanya daniel.
" Tentu."
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman ibu melodi.
" Daniel..."
" Ya?"
" Aku ingin ke makam ibu.."
" Tentu saja. Tapi setelah kita selesai memberikan barang barang yang kau bawa kepada penduduk di sana."
" Terima kasih.."
" Untuk?"
" Sudah menemaniku."
Cup
Melodi mencium pipi daniel. Wajah daniel memerah. Kalau saja mereka tidak di berada di dalam mobil. Mungkin daniel sudah menyambar bibir mungil melodi.
Skip
Setelah membagi rata barang yang melodi bawa kepada semua penduduk di kampung itu, mereka melanjutkan perjalanan ke makan ibu dan nenek melodi.
" Hai bu, maaf melodi baru datang mengunjungi ibu." Ucap melodi, sambil menaruh buket bunga.
" Banyak hal yang terjadi setelah ibu pergi, aku hampir tidak bisa menjalani nya. Ibu tau, aku telah menemukan bang ryan. Kami kembali bersama sekarang. Bu.. Aku merindukan ibu, sangat merindukan ibu. Seandainya ibu masih hidup, ibu pasti akan senang karena ibu memiliki cucu kembar. Seperti yany ibu inginkan."
Melodi tak kuasa menahan kesedihan nya, dia menangis di makam sang ibu. Daniel berlutut dan memeluk melodi.
" Terima kasih sudah hadir dalam hidupku." Bisik melodi pada daniel.
" Ayo kita pulang.." Ajak daniel.
Daniel merangkul tubuh melodi, dan membawa nya masuk ke dalam mobil.
" Istrihatlah, nanti malam kita jalan jalan." Ucap daniel, saat mereka sudah sampai di pintu kamar melodi.
" Daniel.."
" Ya?"
" Terima kasih sudah menemaniku."
Daniel tersenyum dan mengusap lembut pipi melodi.
" Istirahatlah. Ketuk pintu kamar ku, jika kau sudah bangun dan siap untuk jalan jalan."
" Hmm, baiklah."
Malam hari nya....
" Sudah siap?" Tanya melodi pada daniel.
" Sudah." Jawap daniel.
Mereka menyewa satu mobil selama satu malam tanpa supir, mereka menghabiskan waktu bersama sepanjang malam.
" Aku lapar. Ayo kita ke Tiara Cafe & Resto. Itu tempat favoritku dulu." Ucap melodi.
__ADS_1
" Tentu. Apapun untuk ku bidadari hati ku.."
Melodi tersipu malu.
Akhirnya mereka sampai di Tiara Cafe & Resto. Mereka menikmati hidangan yang ada disana, sambil berbincang bincang.
" Kau sangat cantik." Puji daniel.
" Jangan berlebihan."
" Tidak, aku bersungguh sungguh. Kau sangat cantik malam ini."
Daniel memegang tangan melodi.
" Mel..."
" Ya?"
" Apa mau sudah yakin ingin menikah dengan ku?" Tanya daniel.
Melodi tersenyum.
" Harusnya aku yang bertanya seperti itu pada mu, kau tau kan aku sudah 2x menikah. Dan dua kali menjanda. Haha, semua berakhir sama. Karena aku kalah dengam seorang pelakor."
Melodi menertawakan diri nya sendiri.
" Jadi, luci dan twins mempunyai ayah yang berbeda?"
" Ya, kau belum mengetahui nya?"
Drttt drttt drttt
Ponsel daniel berdering, dia mengangkat panggilan masuk dengan tangan kiri, sedang tangan kanan masih menggenggam tangan melodi.
" Haloo..."
" ____"
" Baiklah."
Daniel meletakan kembali ponsel nya.
Daniel terdiam, dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia melepas tangan nya dari tangan melodi.
" Daniel?, apa kau baik baik saja?"
" Emm, ya."
" Kau belum menjawap pertanyaan ku." Ucap melodi.
" Yang mana?"
Melodi merasa daniel berubah, sejak dia menjawap pertanyaan nya. Atau setelah dia menjawap panggilan suara.
" Daniel..."
" Ya?"
" Ah tidak Hanya saja..., tiba tiba aku merasa pusing."
" Kau ingin pulang?" Tanya melodi
" Ya, jika kau tidak keberatan."
" Tapi, dessert kita bahkan bel di antar?"
" Kita makan di hotel saja. Aku akan menyuruh pelayan mengantarkan dessert ke hotel tempat kita menginap"
" Baiklah, ayo kita pulang."
Melodi pulang dengan perasaan kecewa. Momen romantis yang di bayangkan melodi seketika menjadi hancur. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam.
Sesampai nya di hotel. Melodi turun.
" Daniel, kau tidak turun?"
" Maaf aku harus pergi. Aku ada urusan."
" Bukan nya tadi kau bilang sedang pusing.?"
" Ya, aku akan pergi agar pusing ku lekas membaik."
" Bukankah seharusnya kau istrihat? Tidak baik berkendara dalam keadaan pusing."
" Tidak usah mengkhawatirkan aku. Lebih baik kau istirahat saja." Ucap daniel.
" Tapi.."
" Bye..."
Daniel melajukan kendaraaannya.
Melodi masuk dan merebakan diri di atas ranjang dengan perasaan gusar. Melodi memikirkan daniel hingga tertidur.
Sinar mentari menembus jendela kamar melodi, yang lupa tidak tertutup tirai. Melodi terbangun.
" Sudah siang ya..?"
Melodi melihat ke arah jam. Pukul 09.00. Dia bangun dan bergegas ke kamar mandi. Dia akan menanyakan perubahan sikap daniel semalam.
Setelah selesai mandi dan bersolek ala kadarnya. Melodi keluar, dan segera menuju kamar daniel.
Alangkah terkejutnya dia, saat melihat kamar daniel sedang di bersihkan oleh petugas hotel.
" Maaf, penghuni kamar ini kemana?" Tanya melodi.
__ADS_1
" Tuan daniel sudah meninggalkan kamar hotel malam tadi."
" Benarkah? Tapi semalam saya baru saja berkencan dengan nya. Dan pakaian nya juga masih tertata rapi. Tidak ada tanda tanda dia akan pergi "
" Maaf nona, saya tidak tahu. Saya hanya membersihkan kamar ini."
" Ah ya. Maafkan saya." Ucap melodi.
Saat melodi akan pergi.
"Apa anda nona melodi?" Tanya pelayan tadi.
" Ya."
" Ini, tuan daniel menitipkan ini, agar di berikan kepada anda."
Melodi menerima sebuah kotak dessert dan selembar kertas.
" Baiklah, terima kasih."
" Sama sama nona. Saya permisi."
Melodi mengangguk, kemudian membawa kotak dessert itu kembali ke kamar nya.
Saat melodi akan membaca kertas yang ditinggalkan daniel. Pelayan datang mengantar makanan.
Tok
Tok
Tok
" Sarapan anda nona..." Ucap pelayan di balik pintu.
" Masuk lah." Teriak melodi
Ceklek...
Pelayan perempuan itu masuk, dan meletakan makanan di atas meja."
" Anda perlu sesuatu nyonya?" Tanya pelayan.
" Tidak terima kasih." Melodi tersenyum.
" Kalau begitu saya permisi nyonya."
Melodi mengangguk. Kemudian dia membuka kertas dari daniel.
" Sorry??, hanya ini?"
Melodi membalik balikan kertas, memastikan jika pesan nya hanya berisi satu kata dengan emoticon sedih.
" Apa maksud daniel?"
Melodi beralih ke kotak dessert, perlahan dia membuka nya.
" Apa apa ini?, tidak ada penjelasan lain."
Melodi segera mendatangi resepsionis dan bertanya tentang daniel.
" Permisi saya ingin tau, apa penghuni kamar 4102. Benar telah melakukan check-out?"
" Sebentar nona,.."
Resepsionis itu terlihat sibuk.
" Benar nyonya, penghuni kamar 4102 atas nama Christian Daniel Liow. Telah meninggalkan hotel sejak selama. Dan apa ini..."
" Ada apa?"
" Disini tertulis dia meninggalkan pesan untuk nona Melody Claudia Jonathan. Loker A laci 6."
" Ya itu saya." Ucap melodi.
" Sebentar nona, saya periksa dulu."
Tak lama kemudian, resepsionis itu kembali dengam membawa sebuah surat.
Melodi langsung membaca nya.
...
My dear...
Maaf atas kesalahan yang tidak perlu, yang pernah ku buat. Aku berjanji tidak akan pernah melakukannya lagi. Mohon terima permintaan maafku. aku harus kembali ke negara XXX. Semalam aku tidak tega untuk membangunkan mu, jadi aku menitipkan dessert pada pelayan. Sampai jumpa di negera XXX. Semoga hari mu lebih menyenangkan.
Tertanda daniel.
..
" Apa yang terjadi dengan mu daniel?, ada apa?, apa yang terjadi sebenarnya?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...