
" Mel, ternyata kau disini. Aku mencari mu kemana²." Ucap kevin saat mendapati melodi duduk di taman.
" Apa yang sedang kau pikirkan, hmmm?." Kevin memeluk melodi belakang, dan menyandarkan dagu nya pada bahu melodi.
" Tidak ada, hanya merindukan lulu." Melodi menyeka air mata nya.
" Hei.. Kenapa tidak kau bawa saja lulu tinggal disini, twins dan kenan pasti akan sangat senang." ucap kevin sambil memegang ke dua pipi melodi.
" Tidak, aku tidak ingin adam bisa menemukan lulu, dikampung ibu. Lulu akan aman. Setidaknya sampai adam berhenti mencarinya. Aku dengar dari nana, adam masih berusaha mencari ku dan lulu."
Melodi tak kuasa lagi menahan tangisnya, kevin menariknya ke dalam pelukan. Disana melodi semakin terisak menangis.
" Kenapa ken.. hiks hiks, kenapa dia masih saja mengusik ketenangan ku, tidak cukupkah dia menyakitiku selama ini?, hingga sekarang dia ingin mengambil lulu dariku.." Isak melodi.
" Tenanglah, aku tidak akan membiarkan laki² itu mendekati lulu dan juga kau. Aku janji."
" Benarkah?." Melodi menatap kevin dan kevin mengangguk.
" Tapi kenapa?." Tanya melodi.
" Tentu saja karena aku mencintaimu melodi natasya putri." kevin menatap melodi.
" Kau berbohong."
" Hei, aku tidak pernah bohong tentang hati."
" Lalu kenapa kau masih terus memanggil nama linda!"
" Ha?, Kapan?." Kevin terkejut.
" Saat kau sakit. Kau terus mengingau memanggil namanya." Ketus melodi.
" Apa kau cemburu..?" Goda kevin.
" Tidak." melangkah menjauhi kevin
" Benarkah ?" mendekati melodi
" Hemmm." menjauhi kevin
" Benarkah?!." Semakin mendekati melodi.
" Ya..." Ucap melodi yang sudah terhimpit oleh kevin.
" Tapi aku suka jika kau cemburu, itu artinya kau juga mencintaiku."
Ucapan kevin sukses membuat wajah melodi memerah seperti kepiting rebus.
" Kenken gila." Melodi mendorong tubuh kevin, dan berlari masuk ke dalam rumah.
" Hmm, aku suka menggoda mu. Kau lucu saat malu." Guma kevin yang kemudian mengejar melodi.
__ADS_1
......................
......................
" Mel, apa kau percaya jika aku masih mencintai linda?" Tanya kevin saat melodi baru saja selesai menidurkan anak².
" Emm, mungkin saja, kata han, adalah cinta pertama dan terakhirmu. Karena itu kau begitu mencintai dia, bahkan seperti orang gila."
" Han bilang begitu."
" Iya, kenapa?"
" Benar² teman laqnat."
" Tapi benar kan??"
" Hmmm.... Itu dulu, sebelum hadirnya dirimu dalam hidupku."
" Dasar gombal."
" Aku berkata benar mel, aku sungguh mencintaimu dan hanya kamu."
" Benarkah??"
"Kami sudah bercerai. Bahkan lebih cepat dari dugaan mu.,"
" Hmm, maafkan aku meragukan mu ken, aku hanya takut untuk jatuh cinta lagi"
" Aku janji tidak akan pernah menyakitimu, aku janji."
Ucapan kevin membuat melodi semakin tak kuasa menahan tangis.
" Aku janji, setelah mama pulang dari paris, aku akan melamar mu."
" Hiks hiks... Aku mencintaimu kenken."
" Aku juga.."
..
...----------------...
Pagi hari, seperti biasa melodi membantu para pelayan itu menyiapkan makanan untuk kevin dan juga anak².
" Hai sayang, tumben tidak membangun kan aku?" Kevin memeluk melodi dari belakang.
" Ken, kau mengejutkanku."
" Bersiap lah ken, memangnya kau tidak ingin pergi ke kantor?"
" Hmm, aku ingin bersamamu." Masih memeluk melodi.
__ADS_1
" Ck, sudah lepaskan. Aku akan melihat anak². Nanti mereka bisa terlambat ke sekolah."
" Baiklah²."
Setelah membangunkan anak² dan menyiapkan pakaiannya, melodi berjalan menuju kamarnya, entah kenapa perasaan nya tidak enak.
" 60 Panggilan tidak terjawab. Dari siapa ya?" Ucap melodi saat melihat ponselnya.
" Nomor baru, siapa ya?, apa dari ibu? Ah tidak mungkin, bukankah aku sudah memberi ibu ponsel yang hanya ad nomorku dan nana didalamnya. Lalu kira² siapa yang memanggilku?"
Tak lama kemudian ponsel melodi kembali berdering dengan nomor yang sama.
" Angkat atau tidak?, ah tidak usah. Tapi bagaimana jika penting".
" Hallo?" Melodi akhirnya mengangkat panggilan dari nomor tak di kenali nya itu.
" Hallo apa benar dengan ibu melodi?" Suara laki² di seberang sana.
" Iya benar, dengan siapa saya berbicara?."
" Maaf bu, saya dari rumah sakit 'Bunda maria' Dikota xxx, ingin menginformasikan bahwa keluarga ibu menjadi korban kebakaran rumah, dua meninggal dan satu kritis. Apa ibu bisa datang kemari?"
Duar....
Runtuh sudah rasanya dunia melodi, ingatan nya tertuju pada ibu dan luci. ponsel yang ada di tangannya terjatuh. Airmatanya mengalir deras tanpa aba².
" Hallo .. "
" hallo?, "
" hallo ibu melodi?, apa anda masih disana?"
.
.
.
.
.
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
...Terima kasih yang udah mau mampir ☺️🙏...
__ADS_1