
" Linda?, benarkah kau linda?" Ucap kevin.
" Kevin?." Linda pura pura terkejut.
" Ah, maaf maaf, aku tidak sengaja menabrak mu, tadi aku sedang buru buru." Ucap linda lagi.
" Tidak apa apa." Ucap kevin yang menoleh ke arah melodi yang mendekat ke arahnya.
" Sayang.." Melodi datang dan langsung memegang tangan kevin.
" Kau sudah selesai." Ucap kevin.
" Sudah." Melodi terkejut melihat ada linda di sana. Orang yang masuk ke dalam rumah tangga nya.
" Siapa dia ?" Tanya linda pada kevin.
" Ah, kenalkan, melodi, istriku." Ucap kevin, sambil memeluk pinggang melodi.
" Melodi..." Linda seperti mengingat sesuatu.
" Ah.. ya. Aku ingat. Wah mencari yang lebih mapan rupa nya." Ucap linda dengan sombong.
" Apa maksud mu?" Melodi mulai emosi.
" Tidak ada." Ucap linda santai.
" Jaga mulutmu, jangan sampai aku merobek nya." Ucap melodi.
" Sayang, sudahlah, kenapa kau marah. Ayo kita pulang. Maaf linda, tapi kami harus pulang." Ucap kevin, kemudian berlalu meninggalkan.
" Senang bertemu denganmu lagi kevin." Linda sedikit berteriak, karena kevin sudah mulai berjalan menjauh.
" Kevin, kau harus menjadi milik ku lagi" Ucap linda, sambil mengepalkan tangan, saat melihat kevin bermesraan dengan melodi.
..
" Sayang kau kenapa terlihat begitu marah?" Tanya kevin, saat mereka barusaja memasuki mobil.
" Dia... Dia linda, yang merusak rumah tanggaku." Mata melodi mulai menggembun.
" Apa?, tidak mungkin." Kevin begitu terkejut.
" Kenapa?"
" Linda yang merusak rumah tangga mu, adalah linda mantan istriku." Ucap kevin.
" Apa?, tidak mungkin." Kali ini, melodi yang terkejut.
" Seperti sebuah kebetulan bukan, linda merusak tanggamu, dan secara tiba tiba kau menjadi pengasuh anak², hingga menjadi pendampingku."
" Tapi ken, aku takut dia akan kembali pada mu."
" Tenanglah, aku sudah melupakan nya, kami sudah menjadi mantan sejak lama. Dan sekarang aku adalah suami mu. Dan aku berjanji akan selalu bersama mu."
" Ken, linda adalah orang yang licik, dia akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan."
" Sayang, tenanglah. Percaya padaku."
" Aku takut ken, aku takut hal dulu akan terulang kembali."
" Sayang, lihat aku. Aku berjanji tidak akan terjadi apapun pada keluarga kita."
" Hiks hiks hiks.." Melodi tak kuasa menahan tangisnya, dan memeluk kevin.
" Tenanglah, aku janji tidak akan membiarkan linda masuk ke dalam rumah tangga kita."
...--...
" Kevin... Tak ku sangka kau ada di negara ini. Baguslah, aku harus bisa mendapatkan mu kembali." Ucap linda.
" Nona.. kau disini?, Ayo kita ada jadwal pemotretan."
" Hmm,.. ayo. Ohya, aku ingin kau mencari informasi tentang orang ini." Memberikan foto kevin kepada asisten nya.
" Siapa dia?"
" Mantan suamiku, seperti nya dia tinggal di kota ini."
" Baiklah."
--
__ADS_1
Setiba nya di kediaman abraham.
" Kalian sudah pulang." Ucap abraham
" Bagaimana jalan jalan nya, apa menyenangkan" Sambung jenny.
" Tentu, ma, pa. Melodi pamit menemui anak anak dulu ya"
Sepeninggalan melodi.
" Apa kalian bertengkar?" Tanya jenny yang merasa sikap melodi berbeda.
" Tadi......" Kevin menceritakan kronologi nya.
" Tidak bisa di biarkan. Kau tenang saja. Papa tidak akan membiarkan dia merusak rumah tangga kalian."
" Terima kasih pa, kalau begitu, kevin akan pergi menyusul melodi."
Kevin berjalan cepat menuju kamar, dimana dia dan melodi tidur. Namum melodi tidak ada disana.
" Ah, kenapa aku bisa lupa. Melodi pasti ada di kamar anak anak." guma kevin.
" Tidak ada disini." Kevin menutup kembali, pintu kamar kenan.
" Dia juga tidak ada dikamar lulu dan twins. Kemana dia?" Kevin mulai khawatir.
Saat kevin mulai mencari dari ruang satu ke ruang lainnya, seseorang mengagetkan nya.
" Ken.. " Menepuk bahu kevin.
" Mel.." Menatap melodi.
" Sedang apa di..."
Belum selesai bicara, kevin sudah menarik melodi, dan membawa nya ke dalam pelukan.
" Hei, apa kau merindukan ku. Padahal kita baru berpisah beberapa menit." Ucap melodi, yang masih berada di pelukan kevin.
Cup
Cup
Cup
" Ken, kau masih waras kan?" Melodi meletakan tangannya di kening kevin.
" Aku mencemaskan mu."
" Hei, aku tidak apa apa. Sungguh." Melodi memegang ke dua pipi kevin.
Cup
Kevin kembali mencium melodi.
" Ehem.."
Kevin dan melodi menoleh.
" Papa." Ucap ke dua nya.
" Kalian ini, sana pergi ke kamar."
Kedua nya berlalu sambil menahan muka yang tersipu malu. Bagaimana tidak, ini kali ke dua, abraham memergoki mereka sedang berciuman.
" Ada apa pa, kenapa kevin dan melodi berjalan sambil menunduk." Ucap jenny, yang berpapasan dengan mereka.
" Rahasia..."
" ihh papa.." Jenny mencubit pinggang abraham.
" Aw.... " Abraham merasa kesakitan.
" Kenapa?" Tanya jenny lagi.
" Dih mama kepo."
" Papa ini, sudah tua masih aja kek anak ABG." Ketus jenny.
" Tapi mama suka kan, cinta kan." Abraham mengedipkan satu mata nya.
" Issss.. Tau ah. Malam ini tidur di luar." Jenny berlalu meninggalkan abraham.
__ADS_1
" Tidur diluar?, artinya tidak ada jatah." Abraham loading.
" Hei, mama. Tunggu, jangan begitu dong. Kasihan junior papa." Abraham teriak dan mengejar jenny.
" Tau ah gelap." Jenny terus berjalan, tanpa menghiraukan abraham.
" Ayolah ma, bagaimana jika junior minta di lepaskan."
" Bukan urusanku."
" Ma, mama cantik deh." Rayu abraham.
" Ma.." Memegang tangan jenny.
" Apa si pa." Menepis tangan abraham
" Papa tidur di dalam ya, please." Puppy eyes.
" E..N..G..G..A..K." Jenny membuka pintu kamar, hendak masuk.
" Ma, nanti papa belikan berlian."
Jenny menoleh sekilas kemudian masuk ke dalam kamar.
" Satu kotak berlian." Tawar abraham.
Jenny masuk dan menutup pintu kamar.
" Satu karung." Tawar abraham lagi.
Ceklek..
" Beneran.." Jenny kembali membuka pintu dengan senyum lebar.
Astaga, perempuan ini. Giliran satu karung baru mau. Batin abraham.
" Pa, kenapa melamun, beneran satu karung berlian?" Mata jenny mengedip seperti kelilipan.
" Ah.. iya iya. Tapi papa tidur di salam ya, oke." Ucap abraham.
" Tentu, tapi janji lo ya sekarung ya."
" Iya, sekarung beras kan." Kekeh abraham.
" Ih.. papa."
Brak !!
Jenny membanting pintu.
" Eh ma.. ma.. mama."
Ceklek ceklek. Abraham berusaha membuka pintu.
" Ma.. mama." Abraham mengedor pintu, namun nihil tidak ada jawapan.
" Ck, maaf junior, sepertinya kita harus bermain solo malam ini." Ucap abraham, sambil memandang ke bawah.
...---------------...
Siang hari, sebuah mobil hitam misterius sedang berada tak jauh dari mansion abraham.
" Kenapa kita ke sini?."
"Itu ada mansion keluarga abraham, ayah kevin. Dan menurut infomasi dari orang suruhan ku, kevin dan anak anak nya sedang berada disini, karena mereka barusaja melangsungkan pernikahan yang mewah eberapa minggu lalu."
" Ah, jadi begitu. Tunggu, kau bilang apa tadi?, anak anak?"
" Ya benar, putra sulung dan kedua adik kembar nya."
Hmm, seperti nya. Aku bisa menggunakan anak anak, untuk mendekati kevin lagi. Batin wanita yang tak lain adalah linda.
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
__ADS_1
...hadiah...