
" Kevin..."
Linda kembali ke mansion dengan perasaan gembira. Bagaimana tidak, gaji yang di berikan Luci' Grup, dua kali lipat dari yang biasa di dapatkan linda.
" Linda.." Sapa kevin.
"Ada yang ingin ku katakan pada mu."
Kevin dan linda bicara secara bersamaan.
" Kau dulu." Ucap linda.
" Tidak, kau dulu."
" Baiklah, aku.. akan menjadi model lagi. Dan mereka bersedia membayar 2 x lipat."
" Itu kabar yang membahagiakan."
Kevin mengecup bibir linda.
" Thanks, lalu bagaimana denganmu?" t
Tanya linda.
" Ada perusahaan bernama Luci's Grup, dia mau membeli sebagian saham ku dengan harga 2x lipat." Ucap kevin.
" Tunggu, Luci's Grup??." Tanya linda.
" Ya, dan lusa adalah pertemuan ku dengan CEO Luci's Grup. Kenapa?"
" Aku juga bekerja sama dengan Luci's Grup. Dan lusa juga aku akan bertemu dengan CEO Luci's Grup. Tidak kah ini terlalu kebetulan menurutmu?, maksud ku kau tidak curiga akan sesuatu?."
" Dengar, kita mendapat tawaran dari perusahaan yang sama, dan hampir di hari yang sama. Bahkan pertemuan kita dengan CEO perusahaan tersebut juga di hari yang sama. Dimana kau akan bertemu dengam CEO itu?" imbuh linda.
" Le Quartier."
" Kevin, aku juga akan kesana. Pukul berapa temu janji mu?"
" 20:00 tepat."
" Aku juga. Kevin, tidak kan kau curiga pada sesuatu?, ini sepertu tidak masuk akal. Ini seperti sudah di rencana kan."
" Sudah lah sayang, jangan terlalu di pikirkan. Sebaiknya kita rayakan kabar bahagia ini."
" Tapi kevin..."
Kevin langsung menarik linda, memeluknya, dan langsung menciumi linda. Mereka bercumbu sepanjang langkah kaki menuju kamar.
" Kau nakal." Bisik linda.
...
" Bagaimana?, kau suka dengan hadiah yang ku kirim?" Tanya ryan, saat melihat melodi datang.
" Sangat suka. Aku jadi lebih bersemangat sekarang. Aku tidak sabar, ingin melihat ekspresi mereka. Saat tau aku lah CEO Luci's Grup."
" Mereka belum mengetahui nya?" Tanya ryan.
" Belum, aku menyuruh bela, agar membuat jadwal pertemuan yang sama antara kevin dan linda."
" Wah, adikku semakin pintar saja." Puji ryan.
" Aku belajar dari bang ryan."
Beberapa hari kemudian..
" Kau siap?" Tanya ryan.
" Ya, aku siap."
" Aku akan mengawasi mu dari jauh." Ucap ryan.
__ADS_1
" Aku juga."
Ryan terkejut. Pasal nya daniel, tiba tiba saja muncul.
" Heh, bisa tidak, kalau muncul itu kasih sirine dulu. Jangan langsung muncul seperti dedemit." Ketus ryan.
" Maaf. Lain kali aku akan bunyikan klakson." Ucap daniel.
" Sudah ayo. Aku tidak ingin mereka menunggu terlalu lama."
Mereka akhirnya berangkat menuju restoran Le Quartier. Melodi satu mobil dengan daniel dan bela. Sedangkan ryan mengikuti dari belakang. Ryan ingin memastikan melodi baik baik saja. Mengingat, melodi akan menemui kevin dan linda.
Kevin, dan linda barusaja tiba di Le Quartier. Seorang pelayan, langsung mengantar mereka ke meja yang sudah khusus di pesan melodi.
" Silahkan tuan, anda sudah di tunggu." Ucap pelayan itu.
" Waw, CEO itu, sangat tepat waktu." Puji kevin.
" Ayo kita segera kesana. Sebel CEO itu membatalkan kontrak kita." Lirih linda.
Tok
Tok
Tok
Ceklek..
" Maaf. Saya terlam......bat."
Kevin terkejut, saat melihat melodi ada di ruangan itu. Senyum dari wajah linda dan kevin seketika hilang.
" Kenapa kau ada di sini. Ini ruangan khusus untuk pertemuan penting." Ketus linda.
" Jaga bicara mu, tak bisa kah kau sedikit sopan pada ku." Ucap melodi.
" Bersikap sopan?, cih. Aku tidak sudi."
" Tidak."
" Jika kau tidak ada kepentingan. Kenapa tidak keluar saja." Ketus linda.
" Kenapa aku harus keluar, jika aku lah CEO Luci's Grup."
" Haha, CEO. Kamu?!!, hahaha. Tidak mungkin."
Linda tertawa mengejek. Kevin juga terlihat memaksakan senyum. Hingga, saat bela datang dari mengambil berkas yang tertinggal di mobil.
" Ini berkasnya nona."
" Nona??"
Kevin dan linda saling berpandangan.
" Dia...??" Ucap linda.
" Ya, beliau adalah nona melodi, atasan kami, sekaligus CEO Luci's Grup." Terang bela.
Glek !!
Tenggorokan mereka, seketika terasa kering. Melodi tersenyum smirk.
...----------------...
Keesokan hari nya, karena ini weekend. Jadi melodi memuaskan tidur. Hingga dia bangun terlalu siang.
" Dimana luci?." Tanya melodi, saat dia memakan sarapan nya.
" Daniel membawa nya jalan jalan. Dia bilang akan ke taman."
" Ohh."
__ADS_1
" Kau ini, mentang mentang weekend jadi bangun siang."
" Sekali kali kan tidak apa apa. Dimana twins.?"
" Baby sister sedang menidurikan mereka."
" Bagaimana kalau kita menyusul luci, dengan mengajak twins?" Ucap melodi.
" Ide bagus. Tapi sebaiknya kau mandi dulu."
" Hmm, baiklah."
Melodi, ryan, dan twins akhirnya menyusul luci ke taman. Mereka juga membawa dua baby sister, yang nanti nya akan menjaga AL&L.
" Kira kira mereka ada dimana ya..?" Ucap melodi, saat mereka sudah sampai di taman bermain.
" Itu mereka..." Ucap ryan. Saat melihat luci sedang bermain ayunan, bersama daniel.
" Paman, itu momy dan paman ryan." Ucap luci.
" Iya, mereka datang dan seperti nya ingin bergabung dengan kita."
" Ayo kita kesana paman.."
" Ayo.."
Luci segera berlari menuju melodi, daniel mengikuti dari belakang.
" Momy..."
Luci langsung memeluk melodi.
" Hai, girl. Kau merindukan momy?"
Luci mengangguk.
" Kalau begitu, kenapa kita tidak bermain bersama."
" Lets go.."
Luci menarik tangan melodi, dan daniel, menuju permainan yang akan mereka mainkan bersama.
" Titip twins bang.." Teriak melodi.
" Hah, kenapa jadi aku yang rempong sih." Gerutu ryan.
Ryan dan para baby sister, segera mencari tempat duduk, yang nyaman bagi twins.
Ryan melihat melodi begitu menikmati permainan yang dilakukan bersama luci dan daniel. Dia melihat melodi benar benar tertawa lepas. Senyum ryan seketika mengambang. Menambah pesona wajah nya yang tampan.
Tanpa melodi sadari, seseorang dengan kesel melihat kegembiraan itu.
" Melodi..., kau harus jadi milikku."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
Maaf ya, baru bisa up. Di sini (Celuk, bali) sedang hujan dari semalam.
Kalau daerah kakak semua gimana cuaca hari ini??...
__ADS_1