
" Kevin..." Teriak linda.
" Kau sudah gila, kau bisa membunuhnya." Linda histeris.
" Dengar.. dengar.. Ini menjadi rahasia kita, sekarang kita keluar dan bersikap normal. Lalu bertingkah seolah olah kita lah yang menemukan nya, dengan kondisi sudah bersimbah darah."
" Kau gila ya?"
" Atau kau ingin membusuk di penjara silahkan."
" Tidak tidak.. Karir ku bisa hancur."
" Kalau begitu, lakukan saja rencana ku."
" Lalu bagaimana jika dia sadar nanti dan memenjarakan kita."
" Kita pikirkan itu nanti."
" Lalu kita harus apa sekarang."
" Larilah, dan cari bantuan."
" Baiklah."
Linda kemudian berlari dan mulai berakting seolah olah diri nya menemukan kevin sudah tergeletak lemah.
" Linda, apa yang terjadi dengan kevin." Tanya han.
"It...it..itu.. Aku tidak tau, saat aku berencana menemui nya, dia sudah terkapar." Gugup linda.
" Kau.."
" Maaf bapak, apa anda keluarga dari korban.?"
Ucapan han terhenti, saat seorang satpam menemui nya.
" Iya benar."
" Ini barang barang korban yang di temukan tidak jauh dari lokasi."
" Ohya terima kasih."
Han menerima sebuah pena. Dengan nama kevin di atas nya.
" Aku harus menghubungi melodi.. Iya.. melodi."
Han segera mengambil ponsel nya, dan menelpon melodi.
" Halo?" Suara melodi.
" Mel..."
" Ah sekertaris han. Ada apa menghubungi ku larut malam begini."
" Ituu.. anu.. Kevin.."
" Iya, kevin kenapa?"
" Dia kecelakaan, dan sekarang di bawa ke rumah sakit xxx."
Hening..
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik..
" Mel..."
" Hallo..."
" Melodi..."
" Ah sial." Umpat han, kemudian bergegas menuju mobil.
" Aku akan mengawasi mu linda. Jika kau ada kaitan nya dengan ini, habislah kau." Ancam han, kemudian masuk dan melajukan mobilnya.
Di9 mansion kevin..
Ting tong ...
Ting tong..
" Siapa yang bertamu malam malam begini ya?" Ucap jenny saat dirinya sedang berada di dapur untuk mengambil air.
" Bik, coba kau lihat. Barangkali tuan muda."
" Baik nyonya.."
" Mam..."
Han, datang dengan tergesa-gesa
" Han, tumben datang larut malam begini?, apa semua baik baik saja."
__ADS_1
" Dii.. dimana.. Melodi.. hah hah hah.." Han masih mengatur nafasnya.
" Kenapa?, ada apa?" Jenny mulai panik.
" Tadi..."
" Minumlah dulu han."
Jenny menyerahkan segelas air pada han.
" Terima kasih, mam." han menghabiskan minum nya.
" Katakan. ada apa han?"
" Tadi, aku menelpon melodi, mengabarkan jika kevin sekarang ada di rumah sakit."
" Apa.. Kenapa han?"
" Aku tidak tau, kami sedang ada di bar, kemudian kevin pergi entah kemana. Aku pikir, dia akan pulang, setelah mengetahui kebusukan linda. Tapi aku salah, kevin justru di temukan pingsan dengan kepala berdarah. Aku curiga, linda ada di balik ini."
" Ayo han, kita ke rumah sakit sekarang."
" Tunggu, kita harus memastikan melodi baik baik saja."
" Baiklah ayo."
Di depan pintu kamar melodi..
Tok
tok
tok
" Mel..."
Tok tok tok..
Ceklek.. ceklek..
" Bagaimana?" Tanya jenny, yang mulai cemas, karena belum ada respon dari melodi.
" Dikunci mam.."
" Dobrak saja han."
Satu
Dua
Tiga
Brak.
Pintu berhasil di dobrak. Han dan jenny, segera masuk ke dalam, dan mencari melodi.
" Mel ..." Jenny berlari ke arah melodi yang tergeletak di lantai.
" Seperti nya dia pingsan mam."
" Ayo kita bawa ke rumah sakit."
" Kau duluan han, aku akan memberitahu gwen dan jen."
..
Sesampai nya di rumah sakit.
" Suster tolong..."
Han berteriak sambil membopong tubuh melodi.
" Han dimana kevin."
" Ayo kita tanya candra."
..
(-_1
" Hiks hiks hiks..., apa yang terjadi dengan kevin." Ucap jenny menatap candra.
" Kita masih melakukan pemeriksaan. Bibi tenang saja. Semoga kevin tidak mengalami cedera yang serius."
" Han, dimana melodi, apa dia baik baik saja."
" Melodi sedang dalam masa pemulihan. Dia hanya shock." Ucap candra.
" Mam, ayo kita istirahat dulu." Ajak han.
" Awas kau linda, jika kau terlibat dalam hal ini dan terjadi sesuatu pada putraku. Habislah kau." Ucap jenny.
Sedang diruangan lain.
__ADS_1
" Ergh, aku dimana?, apa yang terjadi pada ku?"
Melodi memegang kepala nya, melihat tangan nya di infus. Dan mencoba mengingat ingat apa yang terjadi.
" Kevin.."
Melodi berusaha bangun.
" Eits... Jangan bangun dulu, kau masih lemah." Ucap seorang dokter yang barusaja masuk untuk memeriksa kondisi melodi.
" Sii..siapa kau?" Tanya melodi.
" Aku kimi, dokter yang menangani mu semalam."
" Apa yang terjadi padaku."
" Kau baik baik saja, ohya, jika aku boleh tau. Kapan kali terakhir kau menstruasi?."
" Kenapa bertanya soal itu?."
" Jawap saja."
" Mungkin satu atau dua bulan lalu."
" Jadi benar dugaan ku."
" Kenapa?"
" Kau hamil nona, selamat." Ucap kimi sambil tersenyum dan memberikan melodi sebuah foto kecil hasil USG.
" Benarkah?." Mata melodi berkaca kaca sambil menatap foto yang ada di tangannya.
" Iya. Jadi jaga dirimu agar selalu sehat, kandunganmu masuk kategori lemah. Jadi perbanyak istirahat dan makan. Oke."
" Terima kasih dok, tapi harus menemui han."
" Jadi kau istri tuan muda kevin?"
" Bagaimana kau tau, pasti han."
" Emm, apa kevin baik baik saja?"
" Dia berada di ruang ICU, dan sedang di tangani dokter ahli. Apa kau ingin melihatnya, aku akan antar. Tunggu lah sebentar, aku akan mengambil kursi roda."
" Dok.."
" Panggil kimi saja, kami berempat adalah teman dekat."
" kami?"
" Aku, kevin, han, dan candra."
" Oh astaga, benarkah?"
" Ya, Dan salah satu nya adalah pendampingku." Ucap kimi tersenyum, sambil mendorong melodi.
" Biar ku tebak, dokter candra."
" Bagaimana kau bisa tau." Kekeh kimi.
" Ya, karena han, tunangan sahabatku."
"Nana ?"
" Kau mengenalnya?"
" Kami bahkan sangat akrab sekarang."
" Oh astaga, dunia sangat sempit." kekeh melodi.
" Kimi, bisa aku minta tolong padamu?"
" Apa?"
" Tolong jangan beritahu keluargaku, jika saat ini aku tengah hamil."
" Kenapa?"
" Lain waktu aku ceritakan.,"
" Baiklah, kau berhutang janji padaku."
" Terima kasih."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Jangan lupa like...
...komen...
__ADS_1
...vote...
...hadiah...