CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kenangan Ara


__ADS_3

" Jadi, kau sudah menemukan adik mu?" Tanya ara, sambil mengobati ryan.


" Hemm.."


" Dia cantik."


" Ya, dia adalah gadis tercantik untukku."


" Benarkah?"


" Ya, dia adalah nyawa ku sekarang. Satu satu nya keluarga yang ku miliki." Ucap ryan.


Ara menepuk bahu ryan. Seakan ikut merasakan apa yang ryan rasakan. Kehilangan orang terkasih memang tidak mudah. Apalagi itu adalah keluarga kita sendiri.


Dan ara masih ingat betul saat dulu ara meminta kepastian dari hubungan mereka. Ryan tetap bersikeras mencari adik perempuan nya.


...Flashback on...


Saat itu, ryan baru saja pulang dari mengajak ara jalan jalan. Dan, mereka masih ada di dalam mobil. Didepan rumah ara.


" Ryan.." Panggil ara, sesaat setelah ryan memberikan ciuman wajib saat mereka akan berpisah.


" Ya.."


" Kita ini apa?, kekasih? teman? sahabat?"


" Apa maksud mu?"


" Kita berkencan. Sesekali berciuman. Ah, bukan sesekali. Tapi kita selalu berciuman. Tapi, kau tidak pernah mengatakan I love you. Ataupun mengungkapkan perasaanmu. Jadi, hubungan kita ini apa?"


" Harus ya, diperjelas?" Ryan menatap ara.


" Tentu saja. Aku wanita ryan. Wanita selalu menunggu kepastian."


" Kau tidak bahagia bersamaku?" Tanya ryan.


" Happy, very happy. Tapi ryan. Aku ingin tau, kita ini apa?, status kita apa?, aku bahkan selalu mengungkapkan perasaanku. Tapi, sekalipun kau tidak pernah membalasnya."


Ryan menghela nafas nya, menyandarkan kepala pada kursi. Dan memejamkan mata.


" Maafkan aku."


" Maaf?, apa maksud mu dengan mengatakan maaf."


" Aku tidak bisa memberikan kejelasan, sebelum aku bisa menemukan adik ku."


" Ryan, ini sudah bertahun tahun. Tapi kau masih belum bisa menemukan nya."


" Tunggu lah sebentar lagi."


" Sebentar lagi kapan? lima tahu, sepuluh tahun lagi?" Ketus ara.


" Ara, please. Kau harus tau. Betapa berharga nya dia untukku."


" Terserah kau saja."


Ara langsung turun, dan membanting pintu mobil ryan.


" Ara tunggu."


Ryan mengejar ara. Namun ara sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah.


Brak


Brak


Brak

__ADS_1


" Ara, buka pintu nya.."


" Ara.."


Brak


Brak


Brak


" Pulanglah ryan."


" Ara, please."


" Pulang !!!"


" Tunggu sampai aku bisa menemukan adikku. Aku janji akan memberikan kepastian pada mu."


Hening. Tidak ada jawapan.


Brak


Brak


Brak


" Ara.."


Ryan akhirnya pulang dengan kekecewaan. Ryan tidak tau, jika di balik pintu itu, ara sedang menangis.


......Flashback off......


" Ara.." Panggil ryan.


" Ya?"


" Kau menangis?"


" Tidak, aku hanya kelilipan." Ucap ara, sambil mengusap mata nya


" Kau bohong."


Ara menatap ryan.


" I miss you." Ucap ara.


Ryan terpaku. Dipandangnya gadis yang nama nya, masih tersimpan di lubuk hati nya yang paling dalam.


Ryan memegang pipi ara dengan ke dua tangan nya. Dan mendekatkan wajah nya


Dekat...


Dekat...


Sangat dekat...


Ara memejamkan mata, dia sudah bersiap dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Saat ryan hampir mencapai bibir ara....


Ceklek....


" Bang ryan, ayo kita pu....., lang. Hehe, maaf"


Melodi tersenyum dengan ke dua jari di atas kepala. Dua insan yang hendak berciuman itu, kemudian menatap melodi dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Emm, sebaiknya aku pulang dengan daniel."


Melodi segera menutup pintu, dan berjalan cepat ke arah daniel.

__ADS_1


" Kenapa kau keluar?, apa ryan sudah pulang?" Tanya daniel.


" Sebaiknya kita jangan menganggu mereka."


" Kenapa?"


Melodi berjinjit, dan membisikan sesuatu ke telinga daniel.


" APPA??!"


" Stttt.., jangan berisik."


Melodi membungkam mulut daniel.


" Jangan berisik." Omel melodi, ryan membentuk tangan OK, lalu melodi melepaskan tangan nya, dari mulut daniel.


" Jadi kita harus apa?"


" Pulang."


" Baiklah. Ayo."


Daniel memajukan lengan nya, melodi langsung merangkul lengan daniel.


Sementara, di ruangan ara. Kedua nya jadi salah tingkah.


Kenapa melodi harus masuk di saat yang tidak tepat. Anak itu, tidak bisa ya dia ketuk pintu dulu. Batin ryan.


Udah siap sedia. Ada gangguan. Eh, memang tadi dia benar mau mencium ku. Batin ara.


Kedua nya saling memandang.


" Emm, sebaiknya kau pulang, jika ada keluhan. Hubungi saja aku." Ucap ara.


" Yap."


Ryan berdiri, dan langsung keluar dari ruangan ara. Ara menatap punggung pria yang begitu ia cintai.


Saat ryan akan menutup pintu, ia melihat ara dan menggerakan jari nya. Kode agar ara mendekat.


" Ada apa?"


Ara mendekat, dan...


Cup


Ryan mencium pipi ara. Muka ara langsung memerah.


" Terima kasih sudah merawat luka ku." Ucap ryan. Lalu dia pergi. Ara memegangi pipi nya dan terus tersenyum.


...----------------...


...****************...


......................


......................


Maaf sedikit, dan maaf kalau banyak typo. Nulis nya sambil nahan ngantuk, 😅😅


Besok up lagi..


...Jangan Lupa tinggalkan...


...Like...


...Komen...

__ADS_1


...Vote...


...Hadiah...


__ADS_2