
Drrtt drttt drttt...
Ponsel kimi berdering.
" Ya halo?, sudah kau siapkan ruang operasi?"
"-----"
" Baiklah, kami akan sampai dalam dua menit."
" ----"
" Stand by di pintu masuk."
Tut.
Kimi mematikan panggilannya.
" Operasi?, siapa yang akan di operasi kimi?" Tanya nana.
" Tentu saja melodi, kita harus mengeluarkan bayinya. Itu satu satu nya jalan untuk menyelamatkan mereka." Terang kimi.
Tak lama kemudian, mereka tiba di rumah sakit. Melodi langsung di bawa para perawat yang sudah menunggu di pintu masuk.
" Kimi.. tolong selamatkan melodi." Ucap nana, saat kimi akan masuk ke ruang operasi.
" Aku akan berusaha semaksimal mungkin." Ucap kimi.
" Hiks hiks hiks..."
Nana menangis di pelukan han.
" Tenanglah. Melodi akan baik baik saja." Ucap han.
" Ini semua gara gara kevin." Ketus nana.
" Memangnya apa yang terjadi." Tanya han
Nana kemudian menceritakan, saat melodi mengatakan perihal pertengkaran nya dengan kevin. Hingga dia meminta nana untuk datang.
" Ini benar benar kelewatan." Geram han.
..
Di sisi lain, di rumah sakit yang sama. Kevin sedang gelisah menunggu linda yang masih ditangani dokter.
" Kevin." Teriak candra
" Candra, hei.."
" Bagaimana keadaan melodi?" Tanya candra.
" Melodi?," Kevin tampak binggung.
" Iya, bukankah kau menunggu melodi?" Ucap candra.
" Tidak, aku menunggu linda."
Candra kemudian melihat papan nama ruangan.
" Oh astaga, aku salah ruangan. Baiklah." Candra hendak pergi.
" Hei tunggu, memangnya melodi ada di rumah sakit ini?" Tanya kevin.
" Kau ini bagaimana?, kau kan suami nya. Masak kau tidak tahu?"
" Emm, tidak. Aku tadi mengantar linda kesini dan..."
__ADS_1
" Astaga.. jadi kau tidak tahu?, ckckck. Kevin kevin, suami macam apa dirimu ini?, istri sedang berjuang antara hidup dan mati. Kau malah menunggu wanita lain."
" Berjuang?..."
" Keluarga pasien?" Tanya dokter yang baru keluar dari ruang ICU.
" Aaaa.., saya dokter."
" Mari ikut saya sebentar. Ada yang harus saya sampaikan."
" Ba..baiklah."
Candra meninggalkan kevin. Pikiran kevin kini terpecah, bukan nya menemui melodi. Ia justru lebih mengkhawatirkan linda.
" Silahkan duduk tuan..."
" Kevin."
" Ah iya, tuan kevin. Jadi, dari hasil visum mengatakan jika nyonya linda mengalami kekerasan seksual. Terbukti dari, di temukan nya luka pada organ vital dan juga duburnya." Terang dokter.
" Lalu, bagaimana kondisi bayinya?" Tanya kevin.
" Bayi?"
" Iya, bukankah pasien hamil?"
" Maaf mengecewakan tuan kevin. Tapi nyonya linda tidak sedang dalam kondisi hamil."
" Apa??, tidak mungkin. Anda pasti salah. Dia sedang hamil. Saya sendiri yang menemani nya ke klinik untuk menjalani pemeriksaan kehamilan."
" Tuan, saya sudah memeriksa. Dan di pastikan, nyonya linda tidak dalam kondisi hamil."
" Tidak mungkin."
" Sebaiknya anda bicarakan lagi ini dengan istri anda. Anda bisa menemui nya setelah pasien dipindahkan ke kamar rawat"
Kevin keluar, dan di lihatnya linda sedang di dorong oleh beberapa perawat.
" Apa linda membohongi ku?, tapi kenapa?. Aku harus mendengernya sendiri dari linda." Lirih kevin
Semua orang menunggu dengan cemas.
Kevin yang menunggu linda sadar. Untuk menanyakan kebenaran nya.
Nana dan han yang menunggu melodi menjalani operasi.
Jenny, abraham, gwen dan jennifer juga cemas, dalam perjalanan mereka menemui melodi.
Begitu mendapat kabar dari han, keluarga abraham langsung terbang dari negara XXX menggunakan jet pribadi.
Sudah dua jam mereka menunggu melodi. Namun belum ada tanda tanda operasi sudah selesai.
" Han.." Sapa jenny.
" Bibi.."
" Bagaimana melodi?"
Jenny menatap han dan nana secara bergantian. Mereka menggeleng lemah.
" Gwen jen, sebaiknya kalian pulang dan menjaga anak anak." Perintah abraham.
" Benar, mereka pasti gelisah sekarang." Imbuh nana.
" Ayo aku antar." Ucap han.
Han kemudian mengantar gwen dan jen pulang.
__ADS_1
Di sisi lain, linda mulai tersadar.
" Eugh... dimana aku?"
" Kau di rumah sakit. Mau minum?" Tawar kevin. Linda mengangguk.
" Sudah lebih baik?" Tanya kevin.
" Iya, terima kasih."
" Mau ku panggilkan dokter?" Tawar kevin.
" Tidak perlu, nanti saja."
" Baiklah.."
" Kevin.." Panggil linda.
" Iya?"
" Terima kasih sudah membawaku kemari."
" Ya sama sama."
Kenapa kevin cuek. Apa yang terjadi. Batin linda.
" Permisi, saya ingin memeriksa kondisi ny.linda."
" Silahkan dokter." Ucap kevin.
Setelah linda selesai di periksa.
" Kevin.." Panggil linda.
" Ya.."
" Bisakah kau temani aku?"
" Aku sudah menemani mu kan."
" Maksudku disini, di ranjang ini."
Kevin melangkahkan kaki nya, dan duduk di tepi ranjang.
" Begini?" Ucap kevin.
Linda langsung memeluk kevin, dan menangis di pelukan nya.
Kevin yang merasa iba, membalas pelukan linda.
..
...----------------...
...----------------...
Maaf gantung, jadi gak jelas. Lagi ngurus bocil 🤣.
Insyallah ntar di lanjut lagi.
...Jangan lupa like...
...komen...
...vote...
...hadiah...
__ADS_1