CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kenan ku


__ADS_3

Kevin berjalan menuju ruang dimana anak anak biasa bermain, entah kenapa dia ingin bersama anak anak. Seperti ada rindu yang bergejolak di dalam hati nya.


Ceklek...


" Dady?.." Ucap twins yang heran, melihat kevin datang.


" Hai.. Apa dady boleh masuk?"


Twins dan luci saling berpandangan, kemudian mereka mengangguk kan kepala.


" Kalian sedang main apa?, ohya dimana kakak kalian kenan?"


" Ada di ruang baca, dad." Ucap riana.


" Kenapa tidak ada dari kalian yang menemani nya?" Tanya kevin.


" Kak kenan tidak pernah mau ditemani siapapun, kecuali momy." Ucap briana


" Momy.., momy linda?"


" Momy melodi."


Lagi lagi melodi. Sebenarnya seberapa dekat dia dan anak anak. Dari dokumen yang ku temukan, Melodi bekerja di sini sudah 10 bulan. Itu artinya 2 bulan lagi kontrak nya dengan ku akan berakhir. Tapi mengingat kedekatan mereka dengan anak anak, aku jadi tidak tega mengakhiri kontrak. Bagaimana ini?, aku harus bisa mengingat semua nya dengan cepat. Han. Ya, han pasti tau semuanya. Batin kevin.


" Sayang, dady lupa jika ada sesuatu yang harus diurus. Dady pergi dulu, oke. "


Kevin mencium mereka bergantian. Saat kevin keluar, dia bertabrakan dengan melodi yang hendak masuk.


" Aw.."


Teriak melodi, karena dia ketumpahan susu panas yang ia bawa.


" Maaf.. aku tidak sengaja." Ucap kevin.


" Tidak apa apa. Tuan kenapa ada disini?"


" Aku hanya ingin melihat anak anak. Ayo, luka mu harus segera di bersihkan. Nanti bisa melepuh."


" Tidak, aku bisa mengobati nya sendiri."


" Sudah ikut saja."


Kevin menarik lengan melodi.


" Tapi.. gelas susu nya.."


" Nanti ada pelayan yang akan membersihkan."


Akhirnya melodi terpaksa mengikuti kemana kevin membawa nya.


" Duduk."


Perintah kevin, saat mereka ada di dalam kamar.


" Kemari, buka baju mu."


" Ha?"


" Kau tidak dengar, buka baju mu. Bagaimana bisa aku mengoleskan gel jika baju mu masih tertutup begitu." Ketus kevin.


" Baiklah. Biarkan aku mengganti baju ku dulu."


Melodi beranjak dan langsung berjalan menuju lemari, membuka dan memilih baju. Lalu segera ke kamar mandi, untuk mengganti pakaian nya.


Melodi kenapa langsung mengambil baju di lemari dan langsung ke kamar mandi?. Ini benar benar membuatku pusing. Aku harus segera meminta han datang setelah ini. Batin kevin.


" Kemari, duduk dan diam Lah." Ucap kevin, saat melihat melodi selesai berganti pakaian.


" Baiklah." Melodi pasrah.


Kevin mulai memberikan gel pada tubuh melodi yang mulai terlihat memerah, terkena air panas. Kevin menelan saliva nya, saat melihat dou bukit melodi yang terlihat semakin berisi.


Tet.


Kevin merasa sesuatu di bawah sana terbangun.


" Suu..sudah." Ucap kevin terbata.


" Jadi apa boleh aku pergi." Tanya melodi.


" Tentu saja. Pergi lah."


" Lepaskan dulu tanganku."


Tanpa sadar, kevin memegang erat tangan melodi.


" Maa..maaf"


Melodi keluar kamar dengan terkekeh.


...----------------...

__ADS_1


" Darimana saja kamu." Dingin kevin saat melihat linda yang barusaja pulang.


" Sayang, tumben belum tidur." Linda langsung memeluk dan mencium kevin.


" Aku tanya dari mana." Dingin kevin.


" Kau lupa ya, aku adalah seorang model. Tentu saja aku sibuk menjadi model." Terang linda.


" Sampai larut malam."


" Aku lelah dan tidak ingin berdebat denganmu sayang, lebih baik kita masuk ke kamar, bagaimana?, Aku akan menyenangkan mu." Bisik linda dengan nada sensual.


Linda menarik tubuh kevin, dan membawa nya ke dalam lift. Di sana mereka bercumbu. Sesampai nya di lantai atas, linda langsung menarik kevin masuk ke dalam kamar, dan menjatuhkan kevin ke atas ranjang.


Linda dengan ganas mulai melucuti semua pakaian nya dan pakaian kevin. Saat linda mulai menjelajah semua anggota tubuh kevin. Bayangan melodi seketika melintas dipikiran kevin.


" Linda stop."


" Kenapa?" Linda masih asik bermain dengan junior Kevin.


" Stop linda.." Kevin memaksa berdiri dan lekas memakai celana.


" Kau kenapa hemm??, setiap kita akan melakukan nya, kau selalu menolak. Apa aku kurang seksi?" Ucap linda sambil memainkan lidah nya di punggung kevin.


" Tidak.. Aku.. aku hanya lelah, dan kau juga lelah. Jadi lebih baik kita sekarang tidur." Ucap kevin kemudian memakai lagi kaos nya, dan tidur.


Dasar sial. Kenapa selalu saja gagal. Tidak ada pilihan lain. Aku harus mencari cara agar penikahanku di percepat, jadi aku bisa segera menguasi kevin seutuhnya. Batin linda.


Pagi hari nya...


" Linda.. Kau masih di sini.." Ucap kevin yang terbangun lebih dulu.


" Hemmmm." Ucap linda dengan mata tertutup.


" Bangunlah.."


" Kenapa, ini masih pagi kevin." Linda dengan suara khas orang mengantuk.


" Kau harus membantu anak anak bersiap." Ucap kevin


" Biar melodi saja. Apa guna nya dia jika aku juga ikut mengurusnya."


" Kau ini bagaimana, masak anak anak lebih dekat dengan melodi daripada kau. Aku jadi curiga, apa jangan jangan melodi adalah istriku juga ?"


Tet.


Perkataan kevin, sukses membuat mata linda on 100%.


" Baiklah. Aku akan segera ke kamar anak anak" Ucap linda.


Tok


tok


tok


" Ada apa?" Ketus kenan, saat melihat ternyata linda yang datang bukan melodi.


" Sayang.. Kenapa kau sangat kasar?, aku ini ibu kandung kamu."


Linda hendak menyentuh kenan, namun kenan mundur.


" Ayo kita turun, dan sarapan." Ajak linda dengan akting selembut mungkin.


" Jangan menyentuhku. Aku hanya akan turun, jika momy melodi yang datang." Ketus kenan.


Linda yang sangat tempramental, emosi nya langsung menyulut seketika.


" Jika kau tidak bisa di ajak dengan cara halus, maka dengan cara kasar."


Linda mencengkram tangan kenan dan menarik paksa kenan.


" Lepaskan aku .."


" Lepaskan aku.."


" Momy.., help me.."


" Momy melodi."


" Diam, dia bukan momy kamu. Dia hanya wanita j*lang yang kebetulan di temukan dady mu."


" Mom.. Help me.."


Permohonan dan teriakan kenan, tidak di gubris linda yang sudah tersulut amarah. Linda terus menyeret kenan hingga berada di ujung tangga.


" let me go, *****."


" Kau menyebutku apa?" Emosi linda semakin tersulut.


" *****." Kenan mengulangi kata kata nya.

__ADS_1


Plak..


Linda menampar kenan. Badan kenan yang tak bisa seimbang, membuatnya terjatuh dan tergulung melewati anak tangga Hingga sampai di dasar tangga.


Melodi yang mendengar suara teriakan kenan, bergegas lari hendak menemui kenan. Namun betapa terkejutnya dia saat melihat kenan, tergeletak pingsan, dan bersimpah darah.


" Kenan..."


Melodi segera berlari dan meraih tubuh kenan.


" Kau.. Apa yang kau lakukan pada kenan ku." Teriak melodi.


Membuat semua anggota keluarga termasuk para pelayan berkumpul.


Melodi menaiki tangga, mendatangi linda yang bermuka pucat basi.


" KAU APAKAN ANAKKU, HAH?". Melodi menarik rambut linda, dan membawa nya turun.


" Lepaskan aku j*lang."


" Katakan. Apa yang kau lakukan dengan kenan ku?." Melodi melepaskan kasar rambut linda, hingga ia tersungkur.


" Melodi.. apa apa an kau ini." Ketus kevin yang barusaja datang, saat mendengar suara ribut.


" Lihat. Kau lihat apa yang dia lakukan pada kenan ku." Melodi menunjuk kenan yang kini berada di pangkuan gwen.


" Kenan?, apa yang terjadi dengan nya." Kevin mulai panik.


" Kenapa tidak bertanya pada wanita j*lang itu." Melodi menunjuk linda yang ketakutan.


" Stop menghakimi nya tanpa bukti mel."


" Terus saja bela j*lang itu."


" MELODI..." Tangan kevin bersiap menampar kevin, linda tersenyum smirk.


Melodi menahan tangan kevin.


" Kau mau apa?, menamparku?, begini?, begini? IYAA???."


Melodi berteriak sambil menampar sendiri pipi nya, dengan menggunakan tangan kevin.


" Tampar saja, pukul saja. Aku sudah muak melihatmu selalu membela wanita yang jelas jelas jahat ini. Aku juga muat melihatmu yang seakan tak berdaya, jika di hadapan linda. Kau sadar ?, kau itu hanya boneka linda. jika kau tidak hilang ingatan, mungkin wanita ini sudah ku kirim ke neraka."


Usai puas memaki, melodi kemudian beralih ke kenan. Diambil nya kenan dari pangkuan gwen.


" Pak supir, cepat kita ke rumah sakit. "


"Biar aku yang menggendong nya." Ucap kevin, berusaha meraih kenan dari pelukan melodi.


" Pergi kau, jangan sentuh kenan ku." Teriak melodi, kemudian membawa nya masuk ke dalam mobil.


" Gwen, jen. Jaga anak anak, jauhkan mereka dari wanita berbisa itu."


" Jalan cepat pak."


" Kenan sayang... Bertahanlah... Hiks hiks hiks..."


Melodi menangis sambil mendekap kenan.


" Momy.." Suara kenan terbata.


" Sayang.. Bertahanlah, kita segera ke rumah sakit."


" Mom..."


" Iya sayang...."


" Terima kasih sudah datang menolongku."


" Iya sayang.. momy akan selalu menolong mu.. momy akan selalu melindungi mu." Ucap melodi dengan deraian airmata.


" I love you mom.."


" I love you too, son."


Kenan tersenyum dan menutup mata nya...


" Pak lebih cepat... Lebih cepat... go go go.." Melodi mulai histeris.


" Bertahanlah kenan.. Bertahanlah..."


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2