CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Kebahagiaan melodi


__ADS_3

Melodi membuka mata, dan merasakan ada sesuatu yang mengganjal tangan nya.


Melodi melihat kevin sedang ada di sana, sedang tidur sambil memegangi tangan nya.


Perlahan melodi melepaskan tangannya agar tidak membangunkan kevin.


" Emm... mel. Kau sudah bangun." Ucap kevin yang terbangun karena gerakan tangan melodi.


" Ah iya tu..tuan." Ucap melodi gugup.


" Bagaimana saya bisa ada di sini tuan?" Tanya nya lagi.


" Kau pingsan. Dan ya, jangan panggil aku tuan lagi. Aku sudah mengingat semua nya sekarang." Ucap kevin memandang melodi.


" Ha...?" Melodi bengong.


" Aku sudah mengingatmu, sayang.." Kevin memegang pipi melodi.


" Benarkah?." Mata melodi berkaca kaca.


" Tentu, mulai sekarang, aku akan menjaga mu dan calon anak kita." Kevin memegang perut melodi.


" Hiks hiks...,"


Melodi menangis dan memeluk kevin.


" Akhirnya.. Akhirnya kau mengingatku."


Cup


Cup


Cup


Kevin menciumi seluruh wajah melodi, hingga sampai pada bibir. Mereka kini saling ******* satu sama lain.


Tok


Tok


Tok


Ceklek...


" Permisi saya datang ingin me..."


Melodi dan kevin menoleh ke arah sumber suara. Seorang dokter datang.


" Mmm.. saya akan kembali nanti." Ucap dokter tadi.


" Eh tidak, periksa lah sekarang. Maafkan kami." Ucap kevin.


" Ba..baiklah."


Mereka yang bercumbu, kenapa jadi aku yang gugup. Hah?. Nasib jomblo. Batin dokter tadi.


" Baik. Apa yang ibu rasakan?"


" Sedikit pening. Dok, bagaimana dengan bayiku."


" Janin ibu baik baik saja. Saya sarankan agar ibu istirahat total. Pendarahan kemarin, nyaris saja membuat ibu kehilangan bayi ibu." Terang dokter.


" Terima kasih dokter. Lain kali saya akan lebih berhati hati." Ucap melodi.


Sepeninggalan dokter..


" Sayang.. maafkan aku karena telah melupakan mu." Ucap kevin.


" Sudah lah, tidak usah di bahas lagi. Bukan kah kau sekarang sudah mengingatku."


" Ya.. ya.. aku bahagia sekali hari ini."


Kevin memegang pipi melodi lagi, bersiap menabrakkan bibirnya...


" Momy..."


" Yuhu... menantu tersayangku..."


" Kakak ipar, i'm coming..."


" Oh astaga." Kevin mengusap kasar kepala nya. Melodi terkekeh.


" Hai sayang..." Sapa melodi pada anak anak.


" Dady minggir." Twins mendorong kasar kevin.


" Hei.. dady juga mau di samping momy."


" TIDAK!!. Dady sudah jahat kepada momy." Ucap riana.


" Benar." Sambung briana

__ADS_1


" Betul." Imbuh luciana.


" Kenan.. Kau pasti mengerti dady kan?."


Kevin menatap kenan, dengan mata anjing sedih.


" Of course........ No!."


Kenan segera memeluk melodi.


" Mom.."


Kevin menatap jenny. Jenny mengangkat ke dua bahu nya, kemudian berjalan melewati kevin sambil tersenyum melihat tingkah para cucu nya.


" Kakak harus melewati para penjaga kecil, jika ingin dekat dengan kakak ipar sekarang." Kekeh gwen dan jen.


" Han.."


Kevin menatap han, seperti hanya tinggal dia lah harapan kevin satu satu nya.


" Kau pikir dengan tatapan seperti itu, aku bisa membantumu. Kau harus berusaha sendiri sekarang. hahaha." Ejek han


..


Dua hari sudah melodi di rawat di rumah sakit. Dan dua hari juga kevin, tidak dapat mendekati melodi sama sekali. Sungguh pria yang malang.


Dan hari ini, melodi di perbolehkan pulang, dengan syarat harus istirahat total.


" Biar mama ambilkan kursi roda nya." Ucap jenny saat mereka sudah sampai di mansion.


" Ma, tidak perlu. Aku bisa berjalan."


" No mom, kata dokter momy tidak boleh banyak bergerak. Itu artinya momy juga tidak boleh berjalan." Ucap Luciana.


" Luci benar. Jadi momy harus pakai kursi roda."


" Tapi momy merasa baik"


" Momy.."


" Ah, baik lah baik lah."


Melodi hanya bisa pasrah melihat tatapan tajam dari ke empat anak nya.


" Astaga, kursi roda nya macet." Ucap jenny.


" Kalau begitu biar dady yang mengendong momy." Ucap kevin semangat.


" Ya.. itupun jika di ijinkan." Ucap kevin lesu saat menerima tatapan maut dari anak anak nya.


Anak anak terlihat berbisik.


" Kalian sedang apa sih?, apa kita akan terus berada di sini?. Momy sudah merasa gerah. Momy jalan sendiri nih." Ketus melodi.


" JANGAN..!" Teriak anak anak bersama.


" Baiklah. Kami ijinkan dady menggendong momy." Ucap kenan.


" Yes..." Kevin bersorak seakan di barusaja menang sebuah kuis.


" Tapi..."


" Hmmmm..." Kevin kembali lemas...


" Kami akan selalu mengawasi dady. Sekali lagi dady menyakiti momy. Maka.... craaiisssss..."


Anak anak memperagakan orang yang sedang akan menyembelih sesuatu.


Glek....


" Sii..siap tuan dan nona muda.."


Kevin membungkuk layaknya pelayan istana.


" Ya sudah, sana cepat gendong momy."


" Siap tuan putri, setelah anda turun."


Lagi lagi kevin membungkuk. Membuat jenny dan melodi tertawa.


" Lihatlah, betapa anak anak menyayangimu." Bisik jenny pada melodi.


" Ya. Aku sangat beruntung memiliki mereka."


" Tidak. Mereka lah yang beruntung, menemukan ibu sambung seperti mu."


" Ah mama. Itu terlalu berlebihan."


" Tidak sayang. Kau memang yang terbaik."


" Terima kasih mama."

__ADS_1


Melodi memeluk jenny. Kemudian kevin langsung menggendong melodi ala bridal.


" Ken.." Ucap melodi saat mereka berada di dalam lift.


" Ya sayang.." Menatap melodi.


" Apa aku berat?"


" Pffff.. Tentu saja..... Iya." Dari muka senyum langsung sewot.


" Huh. Ya sudah turunkan aku." Ketus melodi.


" Tidak tidak. Aku hanya bercanda."


Kevin membuka pintu kamar dengan siku nya. Dan menutup pintu dengan kaki nya.


Kevin meletakan melodi secara perlahan ke ranjang.


" Ken.."


" Ya sayang."


" Aku merindukanmu."


Mereka saling menatap sekarang.


" I love you mel, maaf jika aku sempat melupakanmu. Tapi percayalah. Ini adalah hari paling bahagia untukku. Terima kasih sudah menjaga anak anak dan akan memberi anak untukku."


Kevin mendekatkan wajahnya.. Terus.. terus mendekat. Hingga bibir mereka bertemu.


Melodi memejamkan mata. Melihat itu, kevin perlahan mulai ******* bibir melodi.


Saat kedua nya mulai menikmati ciuman mesra yang sudah lama tidak mereka lakukan. Sang penjaga datang.


Brak..!


" Dady..."


Kevin segera meloncat karena kaget.


" Iyaa tuan putri..."


" Dady pergi. Kami ingin tidur dengan momy." Ketus briana.


" Tapi.. ini kan kamar dady. Jika kalian tidur di sini. Lalu dady tidur dimana.?" Ucap kevin dengan raut muka sedih.


" Terserah dady."


Anak anak kemudian langsung naik ke ranjanh dan berbaring di samping melodi.


" Kami merindukan momy.."


" Benarkah?, cuma 1 hari lo kita gak ketemu."


" Tapi rindu.."


" Ah iya iya. Ayo, katanya tadi mau tidur."


" Cium." Rengek riana.


Cup.


" Aku juga mau.."


" Aku juga."


" Aku pun."


Melodi menciumi anak anak nya secara bergantian.


" Dady juga mau." Kevin merengek dengan wajah di tekuk dan bibir monyong.


" Tidak boleh. Ini momy kami."


" Lalu dady peluk siapa dong." Ucap kevin. Masih dengan muka cemberut.


" Nih.."


Kenan melempar sebuah guling pada kevin.


" Hiks hiks hiks.. Ku menangiss......"


...----------------...


...----------------...


...--------------...


...Jangan lupa like...


...komen...

__ADS_1


...vote...


...hadiah...


__ADS_2