CINTA SEGITIGA CEO

CINTA SEGITIGA CEO
Pertengkaran Besar


__ADS_3

Melodi segera menyusul kevin turun ke bawah.


Dan saat mereke tiba di bawah, mobil ambulans juga sampai.


" Bawa mobilku, aku akan ikut ambulans bersama linda."


Kevin melempar kunci kepada melodi.


" Ken?, kau yakin aku menyetir dalam keadaan begini?"


" Ayolah, jangan manja. Biasanya juga kau pergi sendiri. Keselamatan linda lebih penting sekarang. Atau kau bisa naik taxi."


" Tapi ken..."


Belum selesai melodi berbicara, ambulans sudah berangkat.


" Pulang atau ke rumah sakit?" Pikir melodi.


" Lebih baik aku pulang."


Ketika melodi hendak masuk ke dalam mobil.


Sebuah mobil lain berhenti tepat didepan mobil kevin.


" Melodi."


Sapa pria yang barusaja turun dari mobil.


" Adam?"


" Hei.. Sedang apa kau di apartemen linda?"


" Kau tau?, ah tentu saja kau tau." Sinis melodi.


" Bisakah kau jawap saja?"


" Linda menelpon suamiku."


" Kevin?"


" Ya."


" Kenapa kevin bisa kenal linda?"


" Karena linda adalah mantan istri kevin. Dan sekarang menjadi selingkuhan kevin."


" Astaga. Maafkan aku, aku tidak berniat..."


" Sudah tidak apa apa, kau sedang apa disini?"


Melodi memotong perkataan adam.


" Aku kebetulan lewat sini. Dan melihatmu akan mengemudi sendiri. Apa tidak berbahaya?, mengingat perutmu yang sudah besar."


" Ya ya, aku tau. Hanya saja, aku harus segera pulang. Anak anak pasti menungguku."


Melodi hendak masuk ke dalam mobil. Karena perutnya yang sangat besar. Membuatnya binggung posisi yang pas untuk bisa masuk dan duduk di kursi kemudi.


" Biarkan aku mengantarmu pulang." Tawar kevin.


" Tidak perlu. Aku tidak ingin merepotkan mu."


" Jangan sungkan begitu. Aku memang akan menemui luci setelah ini. Lihatlah, aku sudah membelikan beberapa mainan untuknya. Dan untuk anak anakmu yang lain juga."


Adam membuka bagasi nya, disitu banyak sekali jenis mainan untuk anak laki laki dan perempuan.


" Adam, itu tidak perlu."


" Kenapa?, aku hanya ingin memanjakan anakku. Hal yang tidak pernah bisa aku lakukan dulu. Jadi, berikan kunci mobilmu. Biar aku yang menyetir."


" Bagaimana dengan mobimu?"


" Aku dengan sopir. Ayo."


Adam sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. Karena tidak ada pilihan lain, melodi pun memilih masuk dan duduk di kursi belakang.


Hening.


Sepanjang perjalanan mereka terdiam. Hingga sampailah mereka di mansion kevin.


" Bolehkah aku bertemu luci?"


" Tentu, masuklah. Akan ku panggilkan dia."


Melodi segera masuk dan ingin memanggil luci. Tak lupa ia mengatakan pada pelayan untuk membuatkan minuman untuk adam.


" Hai ayah..." Teriak luci yang langsung berlari memeluk adam.

__ADS_1


" Hai prinsess.."


" Ini kejutan yang menyenangkan, ayah datang mengunjungi luci."


" Tentu saja. Dan ayah membawakan luci mainan. Ayo kita lihat." Ajak adam.


" Wah, banyak sekali."


" Ini untuk luci dan saudara luci yang lain. Luci boleh memanggil mereka."


" Baiklah..."


Luci pergi dan kembali bersama twins dan kenan.


Setelah mereka membawa mainan masuk ke dalam. Adam pamit.


" Terima kasih sudah mengantarkan ku dan memberikan mainan untuk anak anak." Ucap melodi.


" Sama sama. Kalau begitu aku permisi."


Saat melodi hendak berdiri dan mengantar adam, kaki nya terkilir hingga melodi hilang keseimbangan.


Dengan gerakan cepat, adam langsung menangkap tubuh melodi.


" Hati hati. Kalau kau jatuh, akan sangat berbahaya."


" Maaf.. Ah..."


Melodi mencoba berdiri namun tak tak bisa, perut nya mendadak kram.


" Bibik... Pak satpam.. tolong." Teriak adam.


Tak lama kemudian dua orang satpam dan beberapa pelayan datang.


" Tuan, nyonya kenapa?" Tanya salah satu pelayan.


" Tidak apa apa bik. Hanya terkilir, dan perut saya sedikit kram." Ucap melodi.


" Ayo kita mengangkatnya ke kamar." Ucap adam.


" Akan saya ambilkan tandu lipat tuan.." Ucap satpam.


" Tolong hubungi kimi, adam."


" Siapa kimi?" Tanya adam.


" Baiklah."


Adam mengambil ponsel yang diberikan melodi. Kemudian segera menghubungi kimi.


" Dia akan segera datang."


" Teri..ma kasih."


Terlihat satpam berlari membawa tandu lipat.


" Cepatlah." Teriak adam, saat melihat melodi kesakitan


Dengan hati hati. Adam dibantu 3


tiga orang satpam, dan di ikuti beberapa pelayan. Membawa melodi menuju kamarnya.


" Terima kasih." Ucap melodi pada semua.


" Saya permisi, tuan, nyonya.." Pamit satpam.


" Saya akan bawakan minuman dan makanan untuk nyonya." Ucap pelayan.


" Dan sebaiknya aku pergi. Sebelum kevin datang. Dan salah paham terhadap kita." Ucap adam.


" Sekali lagi terima kasih."


" Sama sama."


" Bik. Tolong jaga nyonya." Ucap adam pada pelayan yang akan masuk membawa makanan.


Saat adam barusaja masuk kedaLam mobil. Kevin datang menaiki taxi.


Melihat ada laki laki asing ada di mansion nya. Membuat emosi nya mendidih.


Kejadian yang menimpa linda, benar benar membuat emosi kevin tak dapat terkontrol, dan pikiran nya kalang kabut. Saat ini yang ada di pikiran nya hanya linda.


Brak !!!


Kevin membuka paksa pintu kamar. Melodi dan para pelayan yang ada disana menjadi terkejut.


" Kalian boleh keluar." Perintah kevin pada para pelayan.

__ADS_1


" Siapa dia?" Ketus kevin.


" Apa maksudmu?"


" AKU TANYA SIAPA DIA?" Kevin dengan nada tinggi.


" Dia siapa?" Melodi menahan sakit di perutnya.


" Laki laki yang barusaja keluar dari mansion ini?"


" Dia adalah adam, ayah luci. Dan dia yang mengantarku pulang. Dia kasihan padaku, tidak seperti mu. Yang memilih meninggalkan wanita hamil."


" Dengar, aku tidak ingin berdebat denganmu."


" Aku juga tidak ingin berdebat denganmu kevin. Kenapa kau menjadi sangat emosional." Melodi dengan nada tinggi.


" Tentu saja aku sangat emosional. Karena wanita yang aku cintai sedang kritis di rumah sakit." Teriak kevin, juga dengan nada tinggi.


" Apa kata mu?, wanita yang kau cintai" Sinis melodi.


" Ya. Asal kau tau, dia jauh lebih baik daripada dirimu. Dia mampu menuntaskan hasratku. Dan kau, belum sehari aku meninggalkanmu. Kau sudah berani memasukan laki laki ke mansion ini?!!" Kevin mulai emosi.


" Sadarlah ken. Ini bukan dirimu."


" Sekarang katakan. Ada hubungan apa kau dengannya?" Kevin dengan nada tinggi.


" Aku tidak ada hubungan apa apa. Dia hanya membantuku, saat aku merasakan kram."


" Baiklah. Kali ini aku percaya padamu." Ucap kevin, kemudian mengambil beberapa pakaian.


" Kau mau kemana?"


" Linda seperti nya akan lama di rumah sakit. Jadi aku akan menemani nya."


" Ken. Sebenarnya istrimu ini aku atau linda?, kenapa kau begitu peduli pada nya?, kau bahkan tidak bertanya apa yang menyebabkan perutku kram." Ketus melodi.


" Jadi sekarang linda lebih penting daripada aku?" Imbuh melodi.


" Tentu saja linda lebih penting. Kau tidak ada apa apa nya jika di bandingkan dengan linda."


Plak !!!


Melodi menampar kevin.


" Kau sudah mulai berani hah?, apa bajing*n tadi yang mengajari mu?"


" Cukup ken.. Dia adam. Dan kami tidak ada hubungan apa apa."


" Tidak ada hubungan apa apa katamu, mana tau jika kau dan dia sudah selingkuh. Atau jangan jangan anak ini juga anaknya."


Plak !!


Sekali lagi, melodi menampar kevin.


" Sekali lagi aku tegaskan, kau mencintai aku atau linda?"


" Linda."


" Jika kau mencintai linda, kenapa tidak menikah saja dengannya. Kenapa tidak kau bawa saja dia tinggal di sini." Teriak melodi


" Aku sudah pasti membawa nya, jika aku tidak..."


" Tidak apa?"


" Sudahlah, tidak perlu di bahas."


" KATAKAN KEVIN" Teriak melodi


" AKU PASTI AKAN MEMBAWA NYA JIKA AKU TIDAK TERIKAT JANJI UNTUK SELALU MENJAGA DAN MELINDUNGI MU. SEWAKTU IBUMU MASIH HIDUP." Puas kau." Kevin dengan nada sangat tinggi.


" Jadi karena itu?" Lirih melodi.


" Ya!!"


Kevin kemudian pergi meninggalkan melodi yang mulai menangis.


...****************...


......................


......................


Kasih like ya kak, klik tombol favorit jika suka, agar tidak ketinggalan kelanjutan cerita nya...


Terima kasih


☺️☺️☺️🙏💙💙

__ADS_1


__ADS_2