Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
164. Mencari Pelaku Pengirim Bom


__ADS_3

Gan mengikuti Ana yang berjalan masuk dengan waspada. Tidak ingin ada jebakan lain juga di tempat itu.


Keduanya terus mengendap-endap mendekati bangunan yang diperkirakan Ana sebagai kantor tempat itu. Seorang pria yang membelakangi mereka tampak sibuk memeriksa setumpuk barang bekas di depannya. Mencopot beberapa baut dan memisahkan beberapa bagiannya.


"Hei!" seru Ana padanya.


Orang itu tak menoleh sedikitpun. Ana mendekatinya dan menyentuh pundaknya. Pria itu menoleh ke belakang dan sedikit terkejut. Kemudian tangannya bergerak-gerak dengan mulut bergerak-gerak tanpa suara.


"Pemimpin, mungkin dia bisu," bisik Gan.


Ana mengamatinya sejenak, sebelum bertanya lagi. Kali ini diikuti dengan bahasa isyarat yang dia bisa.


"Apa kau ada melihat mobil pick up barang datang ke sini?" tanya Ana sambil menggerak-gerakkan tangannya membentuk sebuah mobil.


Orang itu menggeleng. Lalu menunjuk tumpukan mobil bekas yang sudah dipress gepeng dan disusun menggunung.


"Bukan, mobil itu masih jalan tadi. Seperti mobil pick up di luar sana!" jelas Ana sebisanya.


Orang itu menggeleng lagi dan kembali menunjuk tumpukan mobil yang menggunung.


Ana merasa putus asa. Bagaimana caranya berkomunikasi dengan orang bisu? Dilihatnya Gan. Matanya bertanya. dan Gan mengerti maksudnya. Gadis itu menggeleng.


"Aku ingin memeriksa sekitar," ujar Ana. Dia melangkah dan meninggalkan pria itu yang terkejut melihat orang asing mendekati bangunan satu-satunya di situ.


Dengan suara sengau, orang itu melarang Ana dan Gan mendekati bangunan tersebut. Tangannya menarik tangan Ana agar tidak terus berjalan. Dia menggoyangkan tangan untuk mengatakan tidak boleh.


"Ada yang mau membunuhku, aku harus memeriksa tempat ini! Kau setuju atau tidak, bukan urusanku!" ujar Ana emosi.


"Gan, kau tahan dia di sini! Aku akan memeriksa ke sana!" Perintah Ana. Tangannya mengeluarkan pistol dari saku.


Gan mengangguk dan dengan cepat mengamankan orang yang terkejut melihat pistol di tangan Ana. Dia tak lagi ribut dan mengganggu. Apa lagi ada Gan yang meringkus kedua tangannya di belakang.


"Hei, kalian di sini rupanya!"


Ana menoleh ke asal suara dan melihat Alexei berada diantara tumpukan mobil bekas.


"Jangan berlama-lama di situ, paman, bahaya!" Ana memperingatkan. Tangannya menunjuk ke arah tumpukan tinggi yang ada di sisi kiri dan kanan Alexei.


Pamannya mengangguk dan berjalan lebih cepat ke arah mereka.


"Apa yang kalian temukan?" tanyanya.

__ADS_1


"Tidak ada. Bagaimana Paman bisa datang secepat ini?" tanya Ana heran.


"Aku sedang mengantar beberapa rekrutan ke tempat pelanggan baru saat kau menelepon. Jadi aku langsung ke sini," jawab Alexei.


"Aku mau memeriksa ke dalam bangunan itu. Mungkin ada orang bersembunyi di sana. Tak mungkin orang bisu tuli mengelola tempat ini sendirian!" Ana menjelaskan alasannya.


"Aku setuju pendapatmu. Mari kita periksa bersama," ujarnya.


Ana dan Alexei melanjutkan memeriksa ke arah bangunan yang terlihat sepi itu. Ana mencari-cari cctv di dekat bangunan. Tak mungkin tempat luas begini tak dilengkapi cctv.


"Aku yakin, kita masuk tadi saja sudah tertangkap oleh cctv itu!" Ana menunjuk ke arah cctv yang sedang menyorot ke arah mereka berdua.


"Mungkin pemilik tempat ini sedang mengawasi kita. Dan seharusnya, jika dia tak menyembunyikan apapun, dia akan keluar, bukannya membiarkan pekerjanya yang bisu menghadapi di luar." Alexei juga menyetujui analisa Ana.


"Hallo, apa ada orang di sini?" teriak Alexei. 'Kami hanya ingin bertanya sesuatu!" sambungnya lagi.


Belum lagi ada jawaban, terdengan suara baling-baling helikopter di atas tempat itu. Ana dan Alexei mendongak. Mereka mengenali helikopter milik Ammo. Ana melambai-lambai dan menunjuk ke arah bangunan di dekatnya.


Sawyer mengerti apa yang harus dilakukannya. Heli itu diterbangkan rendah. Kemudian sebuah moncong senjata keluar dan diarahkan pada bangunan itu.


Ana dan Alexei sedikit terkejut melihat manuver Sawyer. Ana menoleh ke arah cctv dan berteriak memperingatkan.


"Kalau kau tak mau bekerja sama, dia akan menembaki tempat ini! Atau dia mungkin akan melakukan yang lebih dari itu!"


"Akhirnya, orang itu keluar juga dari persembunyiannya," ujar Gan. Tapi pria bisu di dekatnya justru menggeleng-geleng panik.


"Kau kenapa?" tanya Gan heran. Dia mulai kesulitan menahan tahan orang itu, karena tubuhnya bergerak-gerak panik dan ketakutan.


"Apa kau takut pada orang itu? Apa dia bos yang kejam?" selidik Gan.


Orang itu hanya menggeleng-geleng dan bergerak tidak karuan.


"Pemimpin, berhati-hatilah dengan orang tersebut. Si bisu ini terlihat sangat takut padanya!" seru Gan memperingatkan.


Ana menoleh ke arah Gan dan bisa melihat bahwa pria bisu itu tampak panik.


"Jaga dia baik-baik!" ujar Ana.


"Baik!" sahut Gan. Gadis itu mengeratkan cengkramannya di tangan si bisu.


"Diam! Atau kau akan menyesal!" ancam Gan sambil mendelik.

__ADS_1


"Apa dia ada di bawah tanah? Kenapa sudah selama ini belum muncul juga?" komentar Alexei.


Ana mengawasi dengan waspada. tangannya melambai-lambai ke arah Sawyer. Dan pria itu seakan mengerti maksud Ana.


Dia naik sedikit dari tempatnya dan terbang memutari bangunan itu. Tak lama terdengar suara tembakan dari udara ke arah belakang bangunan.


"Aku rasa, orang itu mencoba melarikan diri!" ujar Ana sambil lari menuju suara tembakan. Alexei menyusul lari di belakangnya.


"Kita dikerjain," gerutu Alexei.


Ana tak menjawab. Dia fokus pada tujuannya ke belakang bangunan.


Kembali terdengar suara tembakan dari atas ke arah belakang bangunan. Ana berlari makin cepat, untuk mengetahui apa yang terjadi.


Sawyer sedang menghadang mobil pick up yang tadi memberikan bom pada Gan.


"Itu mobilnya!" teriaknya marah. Alexei tak kalah terkejut mendengar kata-kata keponakannya itu.


"Sialan!" geramnya marah. Rasanya dia ingin menghabisi saja orang itu, ketimbang harus ditangkap hidup-hidup!


Ana sudah mencapai samping mobil sambil terus menodongkan senjata. Dia memberi kode pada Alexei untuk bertindak bersama, agar orang di dalam mobil tidak punya celah untuk melarikan diri.


Sawyer mengarahkan moncong senjatanya ke arah mobil itu. Itu akan mengurangi kewaspadaan orang di dalam bangunan terhadap Ana dan Alexei.


Ana mengangguk. Satu tangannya diarahkan ke atas agar dapat dilihat Alexei dan Sawyer secara bersamaan. Lalu jarinya diangkat untuk memberi kode tindakan yang bersamaan.


"Baik!" Alexei mengangguk. Dia diam menunggu perintah untuk bertindak bersama-sama.


"Kita ke sana bersama-sama," jelas Ana pada Alexei.


"Oke!" ucap pamannya, mengikuti dengan patuh.


Ana menggerakkan jarinya, Telunjuknya terangkat. Menunjukkan hitungan pertama.


Sawyer memperhatikan dengan seksama. Moncong senjatanya mulai diaktifkan, bersiap kapanpun Ana mau memulai.


Ana mengangkat dua jarinya. Alexei sudah mendapatkan posisi bagus untuk menyerang. Sawyer juga sudah menstabilkan posisi burung besinya,


"Jika kau ada di dalam, sebaiknya segera keluar, sebelum Helikoter itu menghabisinu tanpa ampun!" Ana berteriak kencang untuk memperingatkan.


"aku tak bersalah, kenapa ditembaki?" teriak orang di mobil itu marah!

__ADS_1


*******


__ADS_2