Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
43. Tuan Alistair


__ADS_3

"Bagaimana keadaannya?" tanya Ammo.


"Dia terlihat agak linglung sejak kemarin. Sesekali memegang kepalanya dan mengeluh sakit." Terdengar jawaban dari seberang telepon.


"Apa ada yang memicu ingatannya? Apa yang kalian bicarakan?" tanya Ammo.


"Tidak ada. Dia jarang bicara, kecuali meminta makanan." jawab orang di seberang.


"Bawa dia ke sektor 5. Akan ada yang mengurusnya di sana. Aku akan menghubungi mereka," perintah Ammo.


"Baik!"


Kemudian telepon ditutup.


"Bagaimana bisa reaksi Sanders dan Ana berbeda?" pikirnya.


Ana merasa kesakita jika dipaksa membuka memorinya. Selain itu, sikapnya sangat wajar. Tapi Sanders jadi linglung dan sakit kepala meski tak ada yang memicunya.


"Apa mereka memberinya obat secara rutin?" pikir Ammo terkejut.


Mungkinkah percobaan pada Sanders gagal, lalu mereka menekan efek sampingnya dengan obat?


Ammo segera membuat panggilan telepon dan mengatur perawatan intensif untuk Sanders di tempat terpisah.


Wajah Ammo menghitam, rahangnya mengatup rapat. Ruangan itu terasa mengerikan. Hantu pun tak berani lewat situ. Aura Ammo yang kuat memang menakutkan bagi musuhnya.


"Apakah rahasia yang sangat besar yang ingin mereka tutupi, hingga mengorbankan Ana, agent paling cemerlang di biro?"


Pertanyaan itu belum menemukan jawabannya. Apa yang tak boleh Ana lihat saat kejadian itu?


Ammo berpindah ke sudut ruangan. Dia menekan tombol tersembunyi pada lukisan dinding. Dinding itu berderak sebentar, kemudian berputar pada porosnya. Ammo berjalan masuk ke ruangan rahasia di baliknya. Dia butuh istirahat sebentar, sebelum membereskan hal lainnya.


*


*******

__ADS_1


Di sebuah lapangan golf, pinggir kota Belfast.


"Bagaimana rencana bisnis itu?" tanya seorang pria setengah botak yang sedikit gendut. Matanya agak menonjol keluar. Tampangnya seperti orang yang licik dan menyebalkan.


"Dia membatalkan pertemuan," jawab pria satunya, setelah memukul bola.


"Dia pasti akan merayumu setelah ini," ujar pria botak itu yakin.


Tapi pria yang tadi, meninggalkannya dengan kesal. "Kita kembali!" ujarnya pada asisten yang menemani.


"Hei, lalu bagaimana dengan ini?" tanya pria yang agak gendut itu.


"Kau membuatku rugi. Bisnis kita berakhir di sini!" ujar pria satu lagi dengan ketus.


Sebuah mini car untuk lapangan golf, tiba. Dia dan asistennya bergegas meninggalkan tempat itu.


"Kau blokir dia. Jangan biarkan memasuki properti kita yang manapun. Singkirkan! Dasar Sampah!" Pria itu mencarut-carut dengan emosi.


"Baik, Tuan!" sahut asistennya tanggap.


Dengan segera dia membuat beberapa perintah atas nama tuannya.


Sebuah mobil mewah meluncur keluar dari Club House kelas atas. Sebuah seringai mengerikan terpampang pada wajah penumpang di belakangnya.


*


*


Di lapangan golf, dua petugas keamanan menarik pergi seorang pria sedikit gendut dan nyaris botak.


Pria itu meronta dan melakukan perlawanan yang sia-sia.


"Aku pelanggan VVIP! Jangan semena-mena. Tau rasa kau jika ku adukan pada bos besarmu!" teriaknya marah.


Tapi para petugas itu bergeming. Tubuh mereka yang tinggi tegap, dengan mudahnya mengangkat dan membawa pria itu keluar dari lapangan.

__ADS_1


Beberapa pengunjung memperhatikan sambil berbisik-bisik. Pria itu tak terima.


"Hei, kau mempermalukan aku!" protesnya. "Aku akan menuntut kalian!" teriaknya keras.


Para petugas itu tetap diam. Mereka berjalan cepat melalui pintu belakang. Sesampai di luar, keduanya melemparkan orang tersebut ke jalanan.


"Anda tidak diterima di sini, dan di seluruh properti Tuan Alistair!"


Kedua petugas itu berbalik dan mengunci akses masuk ke lapangan golf dan Club House.


Pria hampir gendut dan hampir botak itu tercengang. Bagaimana mungkin? Baru Lima belas menit yang lalu dia bicara dengan tuan Alistair. Dan sekarang dia di black list?


Otaknya dengan segera bekerja menyatukan potongan cerita.


"Akhh! Sialan!" umpatnya.


"Pasti karena batalnya rencana investasi grup Oswald! Ammo sialan! Betapa angkuhnya kau!" teriaknya marah.


"Sial! Lagi-lagi tak berhasil menjebaknya!" ocehnya dengan kesal.


"Padahal Dia bilang cara ini akan berhasil. Dan aku akan mendapatkan persentase saham lebih besar. Dasar Orang idiot! Aku akan membalasmu!" umpatnya lagi.


Sebuah mobil 4WD kelabu berjalan pelan di jalanan, menuju ke arahnya. Pria itu berdiri dengan semangat dan mengacungkan jempolnya, untuk ikut menumpang hingga kota terdekat. Mobilnya ada di depan Club House. Dan itu berada pada sisi jalan berbeda. Sedabgkan dia sekarang sedang ada di bagian belakang lapangan golf.


Mobil abu-abu itu menghentikan lajunya dan membuka pintu belakang. Dengan gembira dia naik.


"Seatbelt!" kata pengemudi.


Pria setengah botak itu duduk dengan baik dan memasang seatbelt. Kemudian dia memasang wajah ramah. "Terima kasih, Tuan. Saya menumpang sampai desa di bawah saja."


"Sama-sama," ujar penumpang pria yang duduk di depan. Dia berbalik dan menyeringai sambil mengacungkan pistol kedap suara.


Pria setengah gendut dan setengah botak itu sangat terkejut. Dia tak siap dengan kejadian tiba-tiba ini.


Dia masih berpikir siapa yang mengirimkan pembunuh bayaran untuknya.

__ADS_1


Tapi pertanyaannya takkan pernah menemukan jawaban. Sebuah peluru telah melubangi keningnya. Menghentikan semua pertanyaan, hasrat dan ambisinya yang belum terpenuhi.


*******


__ADS_2