Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
63. Puncak Gunung Es


__ADS_3

Ammo berada di sebuah ruangan dengan seorang pria yang bersikap acuh, meski diajaknya bicara, berkali-kali.


"Bagaimana suasana di sini, Sanders?" pancing Ammo lagi.


"Sanders ... Sanders ...."


Sanders terus mengulang-ulang ucapan Ammo.


"Apa kau mau tau kabar tentang Adriana?" Ammo belum menyerah.


"Adriana ... Adriana ...." Kali ini tangan Sanders bergerak-gerak tak terkontrol.


"Kurasa kau mengingatnya sedikit." Ammo tersenyum senang. "Dia gadis cantik cinta pertamamu," bisik Ammo lirih.


Ammo menunjukkan foto mereka berlima semasa remaja.


"Kau sangat suka mengikutinya saat kita bermain. Apa kau ingat?" desak Ammo.


Gerakan tangan Sanders makin tak beraturan. Tangannya naik dan menunjuk ke atas.


"Tuh ... kau akhirnya ingat. Kita sering kemping di halaman belakang rumahku, dan memandang bintang di langit."


Nada senang Ammo tak ditutupinya. Dokter lain yang mengawasi dari belakang, mencatat semua perkembangan yang ada. Ini sebuah kemajuan. Meski sedikit, tapi alam bawah sadar Sanders masih merespon beberapa hal yang sangat lekat di hatinya.


Ammo masih menemani Sanders cukup lama. Sesekali, secara samar, Sanders akan tersenyum. Lalu senyumnya kembali hilang saat nyeri kepalanya datang.


"Sanders, bagaimana kalau kita kemping dan melihat bintang nanti malam? Aku ingin bernostalgia denganmu." Ammo berdiri, menepuk pundak Sanders lembut lalu berjalan keluar.


Begitu keluar ruangan, ekspresinya kembali dingin. Dia sangat membenci orang yang menyakiti orang-orang terdekatnya. Dia akan mengejar siapa pun yang punya ide gila ini.


Ammo melangkah tergesa menuju ruang pribadinya. Dia ingin tau perkembangan Oscar yang kini dalam perawatan. Ammo berhenti, dan menoleh pada pria yang terus mengikutinya. Dia adalah Blake, yang sebelumnya mengantarkan Sanders ke pusat medis itu.


"Beritahukan pada semua dokter untuk mengadakan pertemuan pukul lima sore ini. Aku ingin mendapatkan semua laporan," perintah Ammo.


"Baik!"

__ADS_1


Blake langsung mengeluarkan ponsel dan menulis semua perintah Ammo. Pesan itu dikirim pada semua dokter yang berada di tempat itu. Dia sedikit tersenyum puas, membayangkan bagaimana hebohnya bagian medis saat ini.


Tapi kemudian dia tersadar bahwa Ammo telah berjalan jauh. Dengan segera Blake berlari mengejar. "Semoga tak ada instruksi lain yang tak terdengar olehku," gumamnya kecut.


"Aku akan istirahat sebentar.. Bawakan makanan ke sini."


"Segera!"


Ammo masuk ruangan dan menutup pintu. Blake langsung berlari menuju dapur, menyampaikan permintaan Bos.


*


*


Pukul lima sore.


Di dalam ruang pertemuan sudah berkumpul delapan dokter spesialis dan dua Doktor lain. Ada Doktor Sarah yang baru saja mengepalai bagian Neurologi. Ada seorang lagi yang mengepalai divisi medis di sini sejak lama. Dia adalah Doktor Armstrong.


Ammo memasuki ruangan. Ruangan itu hening seketika. Tak banyak berbasa-basi. Ammo langsung meminta mereka memberikan laporan pekerjaan di bulan berjalan.


Sekarang, Ammo mengarahkan pandangan pada Dokter Sarah. Fokusnya hari ini adalah hal itu. Sarah juga menyadari bahwa bagian yang dipegangnya, jadi makin urgent, karena dia kini memiliki dua kasus. Kedua kasus ini entah bagaimana, bisa berhubungan dengan kasus Profesor Stone yang dia ikut analisa di pusat medis lain.


Diskusi mereka terasa intens. Dokter-dokter lain mendengarkan dengan seksama. Karena bisa saja, gejala-gejala awal yang umum, luput dari pantauan, hingga menjadi terlalu parah dan pasien tak bisa diselamatkan lagi.


"Yang saya khawatirkan, apa yang kita ketahui ini hanyalah puncak gunung es!" ujar Sarah di akhir argumennya.


"Bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya Dokter Armstrong.


"Karena, orang yang membackup kegiatan menghilangkan memori haruslah orang yang kuat. Hingga kegiatannya dapat tertutupi dengan baik. Dan menurut saya, mereka telah membuat percobaan sejak lama. Kasus pasien Ana adalah contoh uji coba di masa kecil. Lalu kasus pasien Sanders yang ingatannya tumpang tindih beberapa kali. Dan kasus baru pasien Oscar, masih perlu pendalaman lagi," jawabnya.


"Apa kau mau bilang, bahwa sebenarnya ada banyak orang yang telah mereka jadikan kelinci percobaan?" tanya Ammo to the point.


"Saya pikir begitu." Dokter Sarah mengangguk yakin.


"Apakah mungkin mereka menghapus memori orang-orang yang pontensial menjadi musuh atau membuka kedok busuk mereka?" tanya Dokter Armstrong lagi.

__ADS_1


"Kemungkinan begitu," Sarah kembali mengangguk. "Hanya saja, kita tak tau di mana pusat medis itu berada," tambah Sarah.


Ammo terdiam. Rasanya dia bisa meyakini, bahwa pusat medis itu berada dalam lingkup Biro Klandestin.


Sanders telah mengatakan dalam pengakuannya hari itu. Dia adalah salah satu petugas medis di tempat itu. Dia juga melihat operasi pergantian wajah Ana.


Tapi saat itu Sanders juga pasti telah melalui percobaan yang sama, hingga dia bahkan tak mengenali Ana. Dan Ammo pun tak dapat mengenali Sanders yang ikut bekerja sebagai asistennya.


Ammo terhenyak. Jika puncak gunung es yang dikatakan Sarah benar, ada berapa banyak orang di sekitarnya, yang benar-benar dikenalnya? Apakah beberapa diantara mereka adalah palsu? Matanya membesar. Dia mulai khawatir kini.


George! Apakah dia George yang sama, yang dikenalnya sejak remaja, ataukah orang lain yang memakai wajahnya? Itu terasa masuk akal, melihat tindakannya yang mampu melukai Ana dan mengkhianatinya. Lalu di mana George yang asli?


Ammo mengatakan dalam diskusi itu semua pemikirannya. Ruangan pertemuan itu menjadi gempar. Terlebih lagi, saat Ammo mengatakan bahwa dia tak mengenal Nathalie. Dia mencari dan menyelamatkan wanita itu, karena dia berwajah sama dengan Anastasia sebelum dia menjalani operasi face off.


Semua dokter di ruangan itu terkejut. Tak menyangka bahwa pertemuan sore itu begitu mengejutkan. Contoh wajah Sanders dan Ana yang asli, ditanyangkan Ammo pada slide. Lalu wajah mereka setelah operasi dan penggantian nama.


"Dokter Sarah, coba dapatkan sampel untuk pemeriksaan DNA Nathalie. Jika dia tak punya keterkaitan dengan Ana, maka kita jadi tau, bahwa mungkin wajah Ana yang sekarang, adalah milik Nathalie. Begitupun sebaliknya!" perintah Ammo.


Ruangan itu kembali berdengung. Tak menyangka bahwa perkembangannya akan semakin besar dan makin mengerikan.


"Pertemuan kita akhiri. Berikan laporan sesegera mungkin. Hal-hal mendesak, dapat langsung ke nomor pribadi saya." Ammo mengakhiri pertemuan petang itu.


Di luar ruang pertemuan, Blake duduk menunggui Ammo. Dia langsung berdiri, begitu melihat Ammo keluar.


"Aku ingin mengajak Sanders kemping dan melihat bintang malam ini. Bisa kau siapkan tempat yang aman dan menyenangkan untuknya?" tanya Ammo.


"Baik. Akan segera ku siapkan! Ada lagi?" tanyanya.


"Kau boleh ikut. Kita akan membuat barbekyu di luar. Apakah menurutmu itu cukup seru?" tanya Ammo.


"Seru!" jawab Blake tersenyum senang.


"Oke. Panggil aku setelah semua siap!" ujar Ammo.


"Baik!"

__ADS_1


******


__ADS_2