Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
34. Clue


__ADS_3

Di lantai atas.


Ammo membawa Ana ke ruang samping kiri lift. Dia menunjukkan beberapa fitur yang bisa digunakan Ana dan Maya saat dia tak ada.


"Ini tombol untuk menyuling air laut. Aku sudah membersihkan penampungan air tadi malam. Jadi sekarang sudah ada air tawar untuk konsumsi. Jika airnya habis, tekan tombol ini. Mesin akan bekerja dan mati secara otomatis."


"Ini tombol generator listrik. Listrik di sini menggunakan turbin air bawah tanah. Tapi tombol on)off ada di lorong tak jauh dari kamar. Jika terjadi sesuatu yang mendesak, kau bisa mematikan generator listrik. Maka seluruh listrik bangunan ini, mati. Termasuk lift, ventilasi udara dan ruang bawah juga tidak berfungsi dan akan tertutup total."


Ana mengangguk.


"Ini tombol proteksi. Jika kau menekan tombol ini, maka seluruh dinding akan dilapisi shield proteksi anti peluru. Dan penahan roket ukuran kecil. Jangan khawatir. Masih cukup waktu bagimu dan Maya untuk melarikan diri menggunakan kapal selam sebelum pelindung rusak."


Ana mengerutkan kening.


"Apa maksudmu mengatakan ini semua?" selidik Ana.


Ammo keluar ruangan dan menutupnya kembali. Ammo membuka pintu sebelah tanpa menjawab pertanyaan Ana.


"Ini ruang pelayanan."


Ammo berpindah ke pintu yang paling ujung, yang berhadapan dengan ruang makan. Dibukanya pintu berdaun dua itu. Ada ruangan besar berisi dua set sofa. Grand piano di dekat tirai besar dan pemanas ruangan.


"Ini ruang santai."

__ADS_1


Ammo berjalan ke arah tirai di seberang ruangan. Tirai itu disibakkannya. Cahaya terang masuk dari jendela kaca yang dilukis bunga rambat cantik. Ammo mengintip melalui kaca sebelum yakin untuk membukanya. Ada sebuah balkon batu di sana. Udara laut yang segar menyerbu masuk ke ruangan. Kain-kain putih penutup sofa dan piano melambai-lambai karenanya.


Ammo memandang ke kejauhan. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Dia berbalik saat mendengar suara denting piano. Mata Ammo melembut melihat Ana memainkan piano itu.


Sekilas bayangan buram muncul di ingatannya. Seorang gadis remaja lucu, cerewet dan sangat cantik, memainkan piano di ruang keluarga kediaman Oswald.


Ammo masuk ke ruangan dan menutup lagi pintu kaca. Dia tidak menutup gorden merah anggur yang tebal itu. Hanya tirai tipis putih yang ditutupnya rapat, agar tak ada siapapun dapat melihat keadaan ruangan tersebut.


"Aku harus membereskan urusan perusahaan. Jadi aku pergi pagi ini. Jika aku tak kembali hingga besok malam ... maka orangku akan datang untuk menjemput dan membawa kalian pergi."


Ammo langsung berbalik dan keluar. melangkah panjang-panjang menuju kamarnya.


Ana yang tak menduga mendengar itu, segera menghentikan permainannya. Lalu mengejar Ammo.


Ammo berhenti dan menghela nafas. Ditunggunya Ana agar berada lebih dekat.


"Bukankah sudah ku katakan, ada yang mencoba membunuhku? Dan dengan foto-foto di amplop itu, aku yakin orang itu tau tentang masa lalu kita semua," jelas Ammo.


"Masa lalu apa?" Ana masih bingung. "Kenapa aku tak bisa mengingatnya!" teriak Ana keras.


Maya muncul dari kamar setelah mendengar suara Ana.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Kau cobalah mengingatnya perlahan. Jika dipaksa, itu akan menyakitimu. Kita tak punya obat dan dokter di sini," nasehat Ammo.


"Beri aku clue-nya," desak Ana lagi.


Ammo mendekat dan berbisik di telinganya.


"Mulai dari masa kecilmu di panti asuhan."


Ana sedikit kaget. Tapi kemudian menyadari bahwa Ammo mungkin adalah bagian dari masa lalunya yang dihapus, seperti kata James dalam rekaman tadi malam.


Ana terdiam dan tak lagi mencegah Ammo yang melanjutkan langkah menuju kamarnya.


"Apa kalian bertengkar?" tanya Maya.


Ana menggeleng. Dia belum tau apapun sekarang. Jadi dia harus memikirkannya perlahan. Harus secepatnya membongkar kembali ingatan masa lalunya. Karena dia yakin, Ammo akan butuh bantuannya nanti.


"Apa kau sudah lapar?" tanya Ana. Maya menganggukkan kepala.


"Kalau begitu, bisakah kau membantuku di dapur? Aku juga sudah sangat lapar." ujar Ana


"Bisa," jawab Maya.


******

__ADS_1


__ADS_2