Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
67. Darurat!


__ADS_3

Ponsel Ammo bergetar. Dibacanya pesan masuk. Itu dari dokter Sarah. Hasil DNA Nathalie 99% serupa dengan DNA Ana. Mereka bersaudara. Tinggal menggali apakah mereka kembar atau kakak adik.


"Selidiki kehidupan keluarganya dari ingatan masa lalu," perintah Ammo.


Hasil pemeriksaan DNA itu dikirimkan Ammo juga pada Stone, untuk mendesak Ana.


"Kita tak bisa mrnunggu lebih lama lagi. Terlalu banyak resiko dan mata-mata tersebar di mana-mana." pesan Ammo pada Stone.


Ammo sedikit lega. Satu pertanyaan telah terjawab. Tinggal pertanyaan selanjutnya. Kenapa Ana dan Nathalie terpisah. Di mana ayah kedua gadis itu.


"Apakah peristiwa kematian ibu Ana begitu penting? Hingga Dimitry tewas karena ingin membongkarnya? Apakah Ana berasal dari keluarga berpengaruh?"


Ammo mencoret-coret catatannya lagi. Pertanyaan yang muncul justru semakin panjang. Dia sangat berharap Ana bisa segera mengingat semuanya. Agar dia bisa mendapatkan sedikit gambaran dasar tentang teror yang mereka terima dalam dua bulan terakhir.


"Harusnya, aku menemui Ana dan melakukan terapi seperti pada Sanders," pikir Ammo.


Jika kewaspadaan Ana menurun, diharapkan dia akan mudah mengeluarkan semua yang tersimpan jauh dikepingan ingatannya yang terdalam.


Tetapi, perusahaannya sedang dalam kondisi genting. Dia tak bisa meninggalkan kantor lebih dari sehari. Semua orang kepercayaannya, justru adalah orang-orang yang tak bisa dipercaya.


"Tunggu dulu!"


Ammo merasakan sedikit keganjilan dari semua kasus yang dihadapinya.


Awalnya, dia tak terpengaruh dengan persoalan Ana di Biro. Bahkan meskipun Sanders dan Rosie adalah mata-mata pihak lain. Perusahaannya tetap berjalan lancar tanpa kendala.


Semua musuh yang tak terlihat itu mulai berlomba memburunya sejak dia menyelamatkan Ana di kastil tengah laut!


Yang tau dia di sana adalah Rosie, Lalu kerjasama dengan Alistair batal. Tak lama terbukalah pengkhianatan Jake dan tewasnya Brook. Itu bersamaan dengan diselamatkannya Ana di tempat yang tak diketahui siapapun.


"Sepertinya, ada pihak yang berusaha menahanku untuk tetap berada di kota mengurus perusahaan dan mengabaikan Ana!" Mata Ammo membulat.


"Itu artinya aku harus segera ke sana. Nyawanya terancam?" pikur Ammo panik.


"Sawyer, kita berangkat!" panggil Ammo dari ponsel.


"Siap!" sahut suara di seberang.


"Nick, kunci semua ruangan!"


"Siap!"

__ADS_1


Nick berlarian mengecek kunci ruangan lain di lantai itu. Lalu dia menyusul Ammo yang sudah menunggu di lift.


...DARURAT!...


Ammo mengirim pesan pada seseorang. Dia harus bergerak cepat memindahkan Ana dan menyelamatkan semua bawahannya di sana.


"Ke mana, Tuan?" tanya Sawyer seperti biasa.


"01! balas Ammo singkat.


Sawyer sedikit terkejut. Tapi kemudian mengangguk tanpa menjawab. Dia tau itu kode untuk tempat sangat rahasia Ammo. Tangannya cekatan mengatur peralatan di helikopter itu.


Helikopter itu melayang meninggalkan gedung perkantoran yang sepi itu.


Dua bulan ini, beberapa perusahaannya ditekan begitu rupa. Dia merugi sangat banyak. Dua pabriknya terpaksa ditutup. Gedung perkantoran megahnya kosong, tak ada aktifitas. Hanya diisi oleh seratusan penjaga saja. Musuh benar-benar menekannya.


Helikopter itu menuju luar kota. Properti Ammo yang lain itu adalah sebuah Club House, Hotel bintang lima dengan fasilitas lapangan golf di satu sisi. Serta Istal mewah dengan kuda-kuda pacu pilihan yang sejak awal telah dimiliki oleh kakek Ammo.


Sawyer menurunkan Ammo dan Nick di helipad di atas bangunan kantor setinggi lima lantai. Dia juga mengunci helikopter itu agar tak seorangpun bisa menggunakannya saat dia tak ada.


Ketiganya berada di lift nenuju basement. Di lantai tiga, lift terbuka. Seorang pria paruh baya, terkejut melihat penumpang lift.


"Anda mau turun atau tidak, Paman Brenton?' tanya Ammo tak sabar.


"Apa kau akan melakukan pemeriksaan mendadak ke sini?" tanya Brenton Oswald khawatir. Ammo adalah Bos yang menakutkan. Berbeda dengan adiknya ketika menjadi kepala keluarga.


"Aku tiba-tiba merindukan Star," jawab Ammo santai.


"Dia kuda yang sudah sangat tua. Kenapa tak kau lepas saja untuk membawa beban di pedesaan?" tanya Brenton heran.


"Aku orang yang sangat menghargai prestasi. Dia sudah mengharumkan peternakan kuda kita. Hingga namanya diabadikan kakek sebagai nama Club House ini. Tak ada alasan untuk membuang kuda yang sudah pensiun itu. Kecuali, dia mengkhianatiku!" jawab Ammo pedas.


"Aku tak menemanimu ke sana. Masih ada pekerjaan di sini," pamit Brenton cepat, begitu pintu terbuka.


"Oke!" Ammo menyunggingkan senyum sopan pada pamannya. Pria tua itu melengos dan berlalu.


Lift kembali turun dan terbuka di basement. Ammo dan dua orang di belakangnya, berjalan menuju gedung kecil lain yang bertuliskan Maintenance. Ammo mengeluarkan satu rangkaian kunci dan memasangnya pada satu lubang kunci tersembunyi. Tak lama, keluar layar untuk memeriksa iris mata, wajah, suara dan sidik jarinya.


Sebuah pintu rahasia terbuka. Ammo masuk, diikuti dua pengawalnya. Begitu ketiganya melewati pintu, maka pintu itu kembali tertutup tak berbekas. Tak ada yang mengetahuinya selain Ammo. Ada pintu masuk lain di gedung yang sama. Namun, itu tak terhubung sama sekali dengan ruangan di mana Ammo berada.


Ketiganya terus berjalan lalu menuruni tangga putar. Setelah tangga berakhir, Nick tak tau nereka sudah turun berapa meter di bawah tanah. Ammo bergerak cepat. Dia tak sabar untuk segera berangkat.

__ADS_1


Perjalanan itu berakhir di depan sebuah kolam yang berisi kapal selam mini. Nick tercengang. Tetapi Sawyer tampaknya sudah terbiasa. Terbukti dengan kesigapannya melepas tali penahan dan menariknya lebih ke tepi kolam besar itu.


Ammo naik, diikuti oleh Nick. Kemudian Sawyer menyusul masuk. Pintu kapal selam itu dikunci rapat dan jedap air.


Sawyer duduk di depan kemudi. Diperiksanya semua panel untuk memastikan kapal selam itu layak untuk melakukan misi.


"Kita berangkat!" ujar Sawyer.


*


*


Di satu tempat yang tak diketahui siapapun.


"Darurat! Kunci semua pintu!" perintah kapten Lance, begitu membaca pesan DARURAT di ponselnya.


"Baik, Kapten!" jawab bawahannya sigap.


Seketika tempat itu dipenuhi dengan suara sirine yang meraung-raung dan pesan pengeras suara, agar semua orang sipil, kembali ke kamar masing-masing. Para petugas keamanan diminta bersiap untuk hal tak terduga.


"Kau, kau, pastikan membawa Nona Ana ke tempat tersembunyi!" perintahnya tanpa ragu. Dia tau penghuni istimewa itu adalah penyebab keadaan darurat sekarang ini.


"Siap!"


Tiga orang penjaga terpercaya, berlari keluar dengan tergopoh-gopoh. Orang penting itu harus dijauhkan dari huru-hara yang akan segera datang.


Sepuluh menit kemudian.


"Kapten! Ada yang masuk dalam perimeter utara!" teriak salah satu petugas pengawas.


"Bereskan, jika kau tak mengenalinya." perintah Kapten Lance.


"Ini bukan latihan!" teriaknya, ketika melihat orang yang disuruhnya, tak melakukan apapun.


"Siap, Kapten!" jawab orang itu. Dia berlari ke posnya dan bersiap untuk menerjang siapapun yang melewati perimeter yang menjadi tanggung hawabnya.


"Peringatan! Anda memasuki teritori pribadi!" teriaknya memperingatkan.


Namun tak ada jawaban.


"Ada rudal meluncur tepat ke arah kita, Kapten!" teriak yang lain.

__ADS_1


"Perimeter Timur dijebol musuh, Kapten!" lapor petugas lainnya.


******


__ADS_2