Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
84. Keyword


__ADS_3

"Oke, mari kita bicarakan rencana selanjutnya," ujar Ammo setelah selesai makan. Dia duduk di sofa di depan Ana.


"Kau tanya Nathalie di panti mana dia berasal. Nanti kita selidiki siapa yang membawanya ke sana. Moga-moga ada titik terang tentang ayahmu," saran Ammo.


"Oke, nanti aku kembali ke sana. Lalu kau ada rencana apa lagi?" tanya Ana.


"Aku mau mengajakmu dan Sanders kemping nanti malam. Kita bermain bajak laut seperti dulu. Bagaimana?" tanya Ammo.


"Menyenangkan sekali!" Ana terlihat menyukai ide itu.


"Apa yang kau harapkan dari kegiatan ini?" selidik Ana.


"Aku ingin alam bawah sadar kalian rileks selama kegiatan ini," tutur Ammo jujur.


"Saat aku dan Sanders kemping pertama kali, banyak hal yang alam bawah sadarnya ungkapkan. Dan menurutku, itu hasil yang bagus."


Sambungnya lagi. "Aku berharap kau juga bisa lebih rileks dan penghalang ingatanmu dapat terurai sedikit demi sedikit!"


"Jika hasil Sanders baik hari ini, aku ingin membawanya pulang dan merawatnya di rumah. Tetapi tentu saja harus menyiapkan segalanya dulu," imbuhnya.


"Itu rencana yang bagus. Tapi menurutku, Kau sudah kelebihan beban. Jadi tak ada salahnya membiarkan Sanders dirawat di sini sementara waktu. Sementara Kita fokus mengurai benang kusut dan membalas mereka," sanggah Ana.


Ammo mengetuk-ngetuk meja mendengarkan penjelasan Ana.


"Ah, aku lupa sesuatu," ujarnya tiba-tiba.


Ammo mengambil ponsel dan membuat perintah pada Blake, untuk menyiapkan tempat kemping dan kotak harta karun.


"Oke. Kita bisa lanjutkan lagi." ujar Ammo. "Apa kau sudah pikirkan bagaimana kehidupan Nathalie selanjutnya?" tanya Ammo.


Ana mengangkat bahu. "Belum kupikirkan. Biarkan dia di sini dulu. Lagi pula, pacarnya sedang dirawat kan? Tak mungkin memisahkan mereka."


"Baik. Kalau begitu, lakukan seperti itu saja. Biar mereka melanjutkan perawatan di sini. Besok kita kembali!" Ammo memberi tahu rencananya.


"Sebelum kembali, aku ingin menemui Oscar bersama Nathalie." Ana mengatakan rencananya.

__ADS_1


"Hemm, silahkan. Tapi hati-hati. Menurutku, dia adalah mata-mata yang disisipkan. Aku khawatir dia akan seperti Sanders pada akhirnya.


"Kapan aku bisa menemui George?" wajahnya berubah geram.


"Dia baru saja stabil dari kondisi luka bakar hebat. Entah akan panjang umur atau tidak!" Ammo berkata kasar.


"Kau sangat membencinya ya?" komentar Ana.


"Gara-gara dia terlibat di Biro K dan mengajakmu. Dua teman kita mengalami nasib buruk. Apa kau tak merasa marah?" desak Ammo.


Ada pesan masuk di ponsel Ammo dan Ana. Itu pesan dari Ariel. Mark, salah seorang bawahan Ana. Ditemukan tewas terjatuh saat mendaki gunung. Begitulan keterangan polisi.


"Tidak mungkin!" kata Ana marah. Saat aku membawa Maya ke gunung itu, Mark harusnya sudah menyiapkan transportasi untukku pergi. Tapi di tengah jalan, aku dikejar oleh The Hunters. Dia mengorbankan nyawanya untuk mengingatkanku bahwa rencana sudah bocor!" Ana menggeram menahan marah.


"Aku tak tahu tubuhku dipasangi pelacak. Kebodohanku, membuat Adriana tewas. Dan Mark menyusul beberapa waktu kemudian." Ana menunduk sedih.


"Entah bagaimana dengan bawahanku lainnya. Kuharap Ariel bisa melacak mereka secepatnya," harap Ana.


"Tapi menurutku, jika mereka belum terlacak, mungkin mereka telah bersembunyi dengan aman!" cetus Ammo.


"Atau, sudah tewas entah di mana, tanpa dikenali!" tambah Ana.


Ammo mengambil ponsel dan menanyakan perkembangan Maya. Ammo juga belum mendapatkan info baru lagi tentang Alistair. Ammo sudah mengirim orang berbeda untuk menyelidiki pengusaha itu.


"Ah, aku ingin kau lihat ini." Ammo menunjukkan foto anak panah yang waktu itu diarahkan ke kediamannya. "Apa kau pernah lihat?" tanya Ammo.


Ana meneliti anak panah itu dengan kening berkerut. Kemudian menggeleng ragu. "Aku tidak ingat pernah melihat bentuk ini di mana. Mungkin kau bisa menemukannya di internet." saran Ana.


Ammo merasa kecewa. "Aku sudah cari di internet. Tapi tak menemukan yang serupa ini. Seperti buatan khusus," duga Ammo.


Ponsel Ammo kembali bergetar. Pesan dari Kapten Smith. Disebutkan bahwa empat sekretaris junior tidak terbukti terlibat sebagai mata-mata. Dan Leo juga sangat bersih. Tapi Rosie terlihat tak mau bekerjasama. Jadi belum banyak informasi yang bisa dikorek dari Rosie.


Ammo benar-benar sakit kepala dengan urusan para sekretaris ini. Melepas mereka berarti membuka peluang mereka membongkar rahasia perusahaan. Tapi sudah tak mungkin lagi mempekerjakan mereka yang sudah diragukan kesetiannya.


"Pindai tubuh mereka. Cari dan musnahkan! Apakah ada penyadap atau pelacak yang ditanamkan. Bahkan periksa implan gigi mereka!" perintah kesal.

__ADS_1


Ponsel berdering. Telepon dari Blake. Tempat kemping sudah siap. Dan tempat harta karun juga sudah dibuat.


Ammo tersenyum tipis. Dia hanya ingin bermain dengan dua temannya yang tersisa. Ammo taj ingin kehilangan momen kebersamaan dengan mereka lagi.


"Seharusnya, kita bisa sempatkan untuk bertemu dan kemping bersama setiap tahun," celetuk Ammo penuh sesal.


Ana menunduk. Selama ini, dia dan George memang yang paling sulit ditemui. Sejak masuk ke Biro K, hidupnya jadi penuh rahasia dan sunyi.


Dulu Ana meyekini bahwa pengorbanan itu sepadan, asalkan dia bisa bertemu dengan ayahnya lagi. Tapi sekarang dia tau. Dia telah masuk ke kandang Singa dan kesulitan untuk melepaskan diri. Bahkan George yang diikuti dan diandalkannya, justru tak diketahui keberadaannya.


"Ammo, kita harus tanya Sanders. Di mana George tewas, bagaimana dia bisa tahu. Di mana rumah sakit tempatnya bekerja." Ana mengingatkan.


Ammo mengangguk setuju. Kemudian terdengar ketukan di pintu.


"Ya!" jawab Ammo.


Pintu dibuka, Dokter Sarah berdiri di sana, menunggu instruksi.


"Masuklah," panggil Ammo.


"Aku kembali ke kamar dulu," Ana pamit undur diri. Ammo mengangguk.


Dokter Sarah masuk dan duduk di sofa, di depan Ammo.


"Katakan!" Ammo mempersilakan dokter itu membacakan laporannya.


Dokter Sarah melaporkan pekerjaannya sejak Smmo pergi terakhir kali. Ammo kebanyakan sudah dapat menduga isi laporan itu, karena dia telah menemui Sanders dan Nathalie. Tapi perkembangan Oscar yang tidak terlalu baik, sungguh mengejutkannya. Ammo tak berharap ada Sanders kedua di sini.


"Menurutku, ada satu kata pemicu, yang mungkin bisa membuka semua tabir. Atau bahkan menghancurkan semua usaha!" jelas Dokter Sarah.


"Semacam kata kunci?" Ammo ingin memastikan.


"Ya, seperti itu. Misal kita sebutkan jam dinding atau sesuatu yang khas bagi penderita. Jika itu adalah keyword untuk membuka memory, maka semua tabir yang ditutupi, akan terbuka seketika."


"Tapi, jika salah keyword, makan yang muncul adalah mode penghancuran seluruh memori pasien!"

__ADS_1


Ammo jelas terkejut dengan kemungkinan itu. Benar-benar sadis orang-orang yang bereksperimen pada manusia. "Tak beradab!" geramnya dalam hati.


"Baiklah, nanti akan kupikirkan dan bicara hati-hati dengan Sanders. Akan kupikirkan apa kata kunci yang tepat untuknya." Ammo mengangguk mengerti.


__ADS_2