Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
31. Apa Kau Melupakanku?


__ADS_3

Ammo kembali setelah dua jam. Dia tertegun di depan pintu kamar. Dua gadis cantik dan anggun berdiri di depannya. Namun dia tak memberi komentar apapun. Hanya ada senyum samar yang nyaris tak terlihat.


"Makan malam sudah siap," katanya.


Ana dan Maya bangkit berdiri dan mengikuti Ammo berjalan di lorong. Ammo berbelok ke kanan dari depan lift. Lorong itu sekarang sudah mendapat penerangan. Tampaknya Ammo sudah mengganti beberapa bola lampu yang sebelumnya berkedip-kedip.


Ana mengamati, selain pintu lift, ada dua pintu lagi di sebelah kiri. sedangkan di sebelah kanan terdapat dua jendela mozaik yang tinggi dan indah. Yang satu bermotif wanita memegang bunga dan satu lagi sepasang pria dan wanita yang sedang berdansa. Ana yakin, jika siang hari, cahaya yang dipantulkan ya akan sangat indah dan dapat menerangi lorong ini.


Ammo membuka pintu yang ada di ujung lorong. Di sana ada ruang makan besar dengan meja panjang 10 kursi. Ada gorden besar tertutup di dua sisi dindingnya.


"Silahkan."


Ammo menarik sebuah kursi di dekat kepala meja. Ana duduk tanpa bertanya. Lalu Maya mengikuti duduk di sebelahnya tanpa diminta.


"Tunggu sebentar," kata Ammo sebelum berjalan pergi.


Tak lama dia kembali sambil mendorong meja servis. Di atasnya ada 3 piring hidangan berisi ikan bakar yang masih mengepulkan asap. Serta sepiring lagi hidangan laut lain berwarna merah yang menggugah selera.


Ammo menyajikan piring masing-masing. Dan gelas minuman.


"Tidak ada minuman lain di sini. Aku hanya menemukan ini di penyimpanan," tunjuknya pada sebotol wine.

__ADS_1


Ana dan Maya mengangguk. Mengangkat gelas kosongnya, minta diisi. Maya juga mengangkat gelasnya. Ammo menuangkan minuman untuk mereka bertiga. Kemudian dia duduk.


"Silahkan," ujarnya.


Ammo hanya makan dan tidak membicarakan apapun. Ana dan Maya mengikutinya. Mereka makan dengan cepat tanpa berbicara. Dengan segera semua hidangan yang disiapkan Ammo habis tanpa sisa.


Ana membantu Ammo membereskan piring-piring kotor. Sambil membersihkan sisa makanan dan menaruhnya di mesin pencuci piring, Ana mengingatkan Ammo dengan janjinya.


"Katamu ada kabar lain untukku?"


"Hemm, akan ku katakan. Tapi hanya padamu!" jawab Ammo tenang.


"Oke!" Ana setuju.


"Di mana dia?" tanya Ana khawatir.


"Memangnya bisa ke mana lagi?"


Ammo berjalan tenang ke arah lorong. Ana mengikuti dari belakang. Mereka berjalan cepat menuju kamar. Ana membuka pintu kamar dan melihat Maya sedang mengganti gaun mahal yang tadi mereka berdua kenakan.


"Kenapa dilepas?" tanya Ana.

__ADS_1


"Pakaian mahal tak cocok untukku," ujarnya sambil tertawa kecil.


Ana membantu mencari pakaian yang nyaman untuk Maya. Dia menemuka pajamas sutra, lalu diserahkan untuk dikenakan Maya.


"Kau istirahatlah lebih awal. Ada yang harus ku bicarakan dengan Ammo!"


Maya mengangguk. Baginya perkataan Ana adalah perintah yang harus diikuti dengan patuh.


Ana bergegas keluar dari kamar. Dia ingin tau kabar rahasia apa yang dibawa Ammo.


Ammo masih menunggu sambil bersandar di depan pintu kamarnya. Saat melihat Ana keluar, dia membuka pintu kamarnya lalu masuk. Ana mengikutinya masuk tanpa ragu sedikitpun. Lalu pintu ditutup di belakang punggungnya.


Ammo berdiri di depan meja kerja yang ada di ruangan itu. Dia membuka laci dan mengambil sebuah amplop coklat. Ammo meletakkannya di atas meja.


Ana mendekat. Penasaran dengan informasi apa yang ada di dalam amplop itu. Dia membuka dan menuang isinya. Matanya terbelalak. Itu foto-foto orang yang dikenalnya. Orang-orang dekatnya. Bagaimana Ammo bisa memiliki ini?


"Bagaimana kau bisa mendapatkannya? Kau menyelidikiku?" Mata Ana berkilat tajam. Tampak jelas dia sedang tak senang sama sekali.


Ammo hanya menghela nafas letih.


"Apa kau benar-benar melupakanku?" tanyanya dengan mata sedih.

__ADS_1


******


__ADS_2