Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
8. The Rising Star


__ADS_3

Ana dan orang-orang lain yang ada di lokasi, diijinkan pulang setelah memberikan keterangan yang diminta polisi.


Dengan menumpang taxi, ana pulang ke rumah. Dia tiba sudah lewat pukul 10 malam. Lelah, banyak pikiran dan kotor. Tangan, celana dan bajunya ternoda oleh darah Maya.


Ditepuknya tangan tiga kali. Gorden tinggi di ruang duduk segera menutupi jendela kaca. Lalu lampu-lampu mulai menyala di beberapa tempat menerangi seluruh rumah.


"Aku terlambat, Mimi. Apa kau merindukanku?" sapanya setelah mendengar kucing itu mengeong melihatnya masuk rumah.


Ana melepas kaitan pintu kandang Mimi. Kucing itu dengan segera melompat keluar dan membuntutinya sambil menggoyang-goyangkan ekornya manja.


Ana langsung naik ke lantai atas. Membuka pintu rahasia dibalik lemari pakaiannya. Mengambil peralatan dan melaporkan peristiwa yang dialami Maya pada atasannya. Dia mengirim semua foto yang berhasil ditangkap oleh lensa kacamatanya.


Tapi Ana menyimpan sendiri alat komunikasi dan kertas yang diambilnya dari Maya. Dia akan memeriksanya sendiri nanti.


Ana juga meminta semua anggota timnya bersiaga dan waspada. Dia merasa keberadaan mereka telah terendus. Entah oleh keluarga Anfonso, atau oleh dinas rahasia negara ini. Jika sangat berbahaya, Ana mengijinkan mereka keluar dari rumah itu dan bersembunyi di safe house.


*


*


Setelah membersihkan diri dan merasa segar kembali, Ana menyiapkan makan malamnya. Dia menghangatkan sepotong roti pastry serta dada ayam rebus. Lalu mencincang buah dan sayur. Mencampurnya dengan dengan kacang almon panggang, parutan keju lalu dituangi saus mayonais extra pedas. Dia mengaduk-aduk salad itu dengan santai.


Ting!

__ADS_1


Makanannya yang beku telah hangat.


Maya mengeluarkan roti, menaruhnya di piring. Lalu dada ayam rebus diacak-acaknya dengan garpu, hingga semua dagingnya terlepas. Sebagian besar daging ayam suwir itu kini memenuhi mangkuk saladnya. Sebagian diberikannya untuk Mimi, yang menerimanya dengan gembira.


Setelah menambahkan sedikit saus mayonais lagi, mangkuk salad dan piring pastry dibawanya ke meja makan.


Ana mengambil segelas besar air putih dingin dari dispenser kulkasnya. Dirabanya tombol di balik lemari pantry.


Sambil duduk mendengarkan berita dia menikmati makan malamnya.


Untuk menjaga kerahasiaan penyamaran tim Ana, tentu saja dalam berita itu tidak disebutkan bahwa Maya adalah agen mereka. Tapi yang dikemukakan adalah kejanggalan upaya pembunuhan pada warga kelas bawah, sementara ada gadis putri orang penting justru tidak mengalami apapun.


"Langkah apa yang akan diambil George sekarang?" gumam Ana sambil mengunyah makanan.


Berita di layar kemudian diisi oleh berita dari negara lain. Ana terus menyimak. Setidak menarik apapun berita itu, dia tetap akan memperhatikan detailnya. Itu sama seperti belajar dari pengalaman agen lain. Juga mencari petunjuk keberadaan ayahnya.


Pukul 11 malam, Ana menyudahi makan malam. Dia menyimpan kembali layar tv rahasianya. Lalu membersihkan piring dan mangkuk kotor. Menyusunnya dengan rapi dan teratur.


Ana masih menyempatkan diri menggantung semua kain yang tadi dibersihkan oleh mesin cuci. Kemudia melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya. Mimi melompat-lompat mengikuti.


Ana memasang air diffuser aroma lavender agar bisa lebih rileks saat tidur.


"Apa tempat tidur ini milikmu sekarang? Kau sudah lebih dulu meringkuk di situ."

__ADS_1


Diusel-uselnya kepala Mimi dengan gemas.


"Meooongg...." Mimi menempeli tangan Ana manja.


Ana menghampiri sepeda statis di pojok kamar itu. Itu satu-satunya alat olahraga yang dia punya di rumah. Dia mulai mengayuh pedal sepeda.


15 menit kemudian, keringatnya mengucur. Dia mendinginkan tubuh dengan menenggak 2 gelas air putih.


Berganti pakaian, lalu naik ke tempat tidur. Dan meringkuk memeluk Mimi.


"Alena...." gumamnya dengan kening berkerut.


Ana belum pernah bertemu Alena. Mytha adalah penghubung beberapa tim jika ada tugas gabungan. Dia mengatakan bahwa Alena adalah agen baru. Baru datang dari negaranya dan ditempatkan di sini.


Sebelumnya dia ditugaskan di area kota lain. Tapi dua bulan ini, dia ada di area yang sama dengan Alena. Dan sejak itu, dia sudah 2 kali merebut tugas Ana. Itu membuat Ana kesal.


Belum lagi tugasnya kemarin malam yang diwarnai insiden. Lalu upaya penusukan Maya. Apakah semua ini terhubung? Mungkinkah ada hubungannya dengan Alena?


Apa maksud George sebenarnya? Sehebat apa dia? Mustahil George tak merasakan kejanggalan yang dirasakan Ana.


Ana tertidur dengan ratusan pertanyaan yang belum diketahui apa jawabannya.


******

__ADS_1


Jangan lupa kasih like, komen ❤, vote dan gift sebagai dukungan untuk penulis yaa.. Ehh, kasih rate ⭐ 5 jg yaa.. Thank you 🥰


__ADS_2