
Ammo meninggalkan kastil di tengah laut itu menggunakan baju selam dengan pendorong di belakangnya. Kapal selam mini yang ada, ditinggalkan untuk keperluan darurat Ana.
Dalam dua jam, dia tiba di ruang rahasia kediaman Oswald.
"Theo, laporan!" Ammo berbicara melalui interkom.
"Ya, Tuan muda." Terdengar bunyi gemerisik dari seberang.
Ammo mengeluarkan layar tv transparan di ruangan itu. Sambil berganti pakaian, dia melihat laporan yang bisa dikumpulkan oleh orang-orangnya sendiri. Mereka adalah para pengawal rahasia yang direkrut sejak Tuan Oswald Senior masih menjadi kepala keluarga. Tugas para pengawal ini adalah melindungi Tuan Oswald dan keluarganya.
Laporan lapangan, Blake berhasil menyembunyikan James (atau Sanders) di tempat aman.
Lalu laporan tentang ledakan di apartemen James. Ada berita tv versi polisi yang mengatakan sumber ledakan adalah kebocoran tabung gas dan korsleting listrik. Entah apakah polisi bisa menemukan sisa-sisa kepala Adriana atau tidak. Tapi memang tak ada satupun informasi terkait hal itu.
Namun Ammo tau pasti bahwa itu adalah rencana pembunuhan yang gagal. Pembunuh itu pasti tak mengira Ammo bisa lolos melalui jendela lantai 10.
Ammo sudah duduk di meja kerjanya. Mengambil ponsel dari laci, lalu memencet satu nomer. Suara pemanggil terdengar beberapa kali sebelum seseorang menjawab di seberang sana.
"Ya?" Suara seorang wanita menjawab panggilan.
"Kau cuti, hingga ku panggil lagi!"
Ammo langsung mematikan ponselnya.
__ADS_1
Lalu Ammo memanggil nomer lain. Tak menunggu lama, orang di seberang menyahut. "Ya?"
"Tutup kantor dan lab senjata. Liburkan staf. Bawa semua guard ke tempat pelatihan. Kau ambil alih penjagaan. Sisir semua tempat hingga bersih. Laporkan perkembangan tiap jam!" perintah Ammo tegas.
"Siap!" jawab suara di seberang.
Ammo menutup ponselnya. Dia masih menautkan kedua alisnya. Jarinya mengetuk-ngetuk permukaan meja dengan berirama. Dia sedang memikirkan hal lainnya.
Lalu sebuah tayangan baru muncul di layar transparan. Itu infomasi terakhir tentang Adriana. Terekam dia sedang keluar dari sebuah mobil SUV biasa. Mata Ammo membelalak lebar.
"Sial!"
Ammo memukul meja dengan marah. Ammo mengenali mobil itu. Dia yang memberikan mobil dengan pengendara otomatis itu untuk Ana.
"Kau mengingat Adriana, kau masih mengingat George, tp kau melupakan aku dan Sanders," keluh Ammo frustasi.
Ammo memijit-mijit dahinya. Terlalu banyak informasi yang tersembunyi. Seperti sebuah puzzle, masing banyak puzzle yang belum diletakkan pada tempatnya.
Apa yang direncanakan pimpinan biro dengan menghapus ingatan Ana dan Sander? Mereka bahkan merubah wajah kedua temannya itu. Sungguhkah hanya demi menjaga psikologi Ana yang sedang patah hati? Lalu apa urgensinya mereka merubah tampilan Sanders dan menghapus ingatannya juga? Bukankah lebih praktis jika langsung melenyapkan Sanders saat itu juga?
Tak mungkin semua itu kebetulan belaka. Ana dan Sanders berubah jadi Angel dan James. Tidak mungkin sebuah kebetulan jika keduanya berkaitan dengan Ammo.
Tampilan Angel tak bisa menipu Ammo. Karena kedekatan hatinya, membuatnya bisa mengenali gadis itu sejak pertama kali masuk kantor setelah tugas lapangannya berakhir. Awalnya Ammo mengira Ana melakukan itu karena sedang dalam penyamaran. Ternyata pimpinan biro telah melangkah terlalu jauh.
__ADS_1
Namun, kehadiran James tak terdeteksi oleh Ammo. Dia tak mengira bahwa itu adalah Sanders, sampai dia melihat kumpulan foto di amplop coklat. Ammo mengira Sanders mengikuti jejak Adriana yang dikirimnya ke kota kecil demi keselamatannya.
"Heh! Kalian sungguh sangat berniat untuk menyelidiki aku ya? Hingga tak merasa sayang buang-buang tenaga, biaya dan waktu untuk merubah tampilan mereka berdua. Kalian pikir aku akan terkecoh?" Ammo menarik sudut bibirnya dan meninggalkan kesan sinis dan menghina.
Ammo memejamkan mata. Dia mengingat masa-masa remaja mereka. George adalah tetangganya. Dialah yang awalnya mengajak Ammo mengunjungi Panti Asuhan tempat Ana, Adriana dan Sanders tinggal. Mereka bahagia berlima, seperti umumnya para remaja.
Ammo tau George menyukai Ana. Itu sebabnya dia tak pernah mengungkapkan perasaannya pada Ana. Dia cukup senang melihat tawa ceria Ana saat bermain. Atau mengagumi kelincahan jari Ana saat menekan tuts piano di ruang keluarga.
Sesekali mereka kemping di hutan kecil di belakang kediaman Oswald. Dan itu sangat menyenangkan ketika para gadis menjerit mendengar Sanders mengisahkan cerita hantu. Lalu mereka tertawa bersama dan menghitung bintang di langit.
Kemudian setelah kembali dari menyelesaikan studinya di luar negeri, Ammo baru tau bahwa Ana mengikuti pekerjaan George. Dan untuk menjaga Ana, Ammo bersedia menjadi bagian keagenan itu, dengan menyediakan tempat untuk pengembangan peralatan teknologi canggih.
Dan demi menjaga persahabatan mereka berlima, Ammo menawarkan Adriana untuk bekerja di Rumah Sakit di kota kecil yang jauh dari pusat kota. Ammo mengira Sanders yang menyukai Adriana, akan otomatis mengikuti gadis itu bekerja di Rumah Sakit yang sama.
"Salahku, tidak memastikan hal itu," batinnya.
Tapi ada hal yang masih terasa tidak tepat. Benarkah biro ingin membunuhnya? Pada dasarnya Ammo bukanlah agen mereka. Dia justru bagian penunjang kegiatan dengan menyuplai perangkat dan peralatan canggih untuk misi. Dan Ammo bukan orang yang tak punya pijakan kuat.
Bagaimana mungkin biro membuat keputusan nekad untuk membunuhnya? Bukankah jika dia mati, maka seluruh aset perusahaan akan dikuasai oleh keluarga besar Oswald dan dibagi rata? Bisa jadi lab senjata itu justru ditutup karena dianggap merugikan di atas kertas. Apakah itu tidak merugikan biro?
"Kecuali ...."
Ammo tersenyum dingin.
__ADS_1
******