Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
50. Red Code


__ADS_3

Kembali ke rumah, Ammo memberi banyak instruksi pada Leo. Kemudian dia masuk ke kamar.


Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian santai, Ammo mengecek laporan dari lapangan, laporan tentang Ana, Sanders, juga George.


Perkembangan Ana tidak terlalu bagus. Orang-orang itu memasang barrier di ingatannya. Bahkan untuk memulai sesi terapi, Ana kerap protes tentang musik yang dinyalakan. Padahal Stone tak pernah menyalakan musik apapun di ruangan.


Ammo merindukan gadis itu. Tapi dia tak dapat menemuinya secara gegabah. Dirinya sendiri sedang dalam bidikan dan dia belum tau pihak mana yang mengincar. Jika dia tergesa-gesa menemui gadis itu, maka mereka akan menemukannya.


Ammo memijit pangkal hidungnya seperti biasa. Tubuh atletisnya disandarkan pada sandaran kursi.


Berpikir, langkah apa yang harus diambil berikutnya. Apakah memberitahu tentang Adriana, mampu mendobrak barrier pada ingatan Ana? Atau dia justru jadi gegabah dan menyakiti dirinya sendiri?


Ammo duduk dengan tegak dan memeriksa laporan lain. Perihal Ana dikesampingkannya dulu. Karena perkembangan Sanders jauh lebih buruk. Dia hampir menjadi orang yang berbeda sekarang. Betapa sedihnya Ammo melihat teman sekolahnya berakhir seperti itu.


Ammo meraih ponsel di meja dan menulis pesan.


RAWAT DIA DENGAN BAIK


Pesan itu lalu dikirimkan pada seseorang.


Kemudian dia melihat laporan tentang kantor yang sedang direnovasi. Beberapa camcorder ditemukan di ruang sekretariat.. Ruangan itu berada di bawah pengawasan Rosie dan Leo. Bagaimana camcorder itu masih bisa lolos? Para petugas menelusuri asal muasalnya, dan semua mengarah pada Jake.


Tapi Ammo tak bisa percaya semudah itu. Bagaimana ruang sekretariat yang hanya diisi oleh lima orang, termasuk Leo, sampai harus dipasangi dua camcorder? Apa yang mereka pantau?

__ADS_1


Kening Ammo mengernyit makin dalam. Diambilnya lagi ponsel, dan mengirim pesan.


KIRIMKAN DENAH SEKRETARIAT DAN POSISI CAMCORDER


Ammo meletakkan lg ponsel dan melihat laporan lain.


Kali ini tentang Camp pelatihan para staf kantor, dan camp lain dimana para peneliti lab serta staf pabrik perakitan senjata terbaru berada. Kedua divisi itu sengaja dipisah agar tidak saling mengenal.


Dari ratusan orang, beberapa tereliminasi, dan tak mungkin berada di kantor pusat lagi. Namun, mereka tak mungkin dipecat. Tapi akan dipindahkan ke tempat baru yang tak tertebak oleh orang lain.


Ammo kemudian melihat tombol kuning menyala di bagian atas layar nya. Itu pesan penting dari seseorang.


Ammo membuka pesan.


KAMI PERGI


Mata Ammo membesar, membaca lokasi di peta.


RED CODE


Balasnya segera.


Ammo mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya. Itu bukan tempat yang biasa. Apa dia sudah tau? Meski Ammo mempercayai orangnya, tapi dia juga tetap khawatir.

__ADS_1


Ammo menunggu-nunggu pesan ataupun telepon dari pihak Biro, tapi sepertinya tak ada yang keberatan jika Ammo tidak lagi menyuplai perangkat kerja baru bagi para Agent.


"Sudah berhari-hari, dan mereka tak peduli," pikir Ammo. Artinya merekalah yang ingin hubungan bisnis ini berakhir.


"Lalu, siapa penyuplai senjata baru mereka?"


Ammo memikirkan banyak nama perusahaan sejenis. Tapi rasanya tak mungkin, karena satu hal yang jelas, urusan ini menyangkut urusan negara. Para saingannya itu tidak berasal dari negara yang sama dengannya.


"Adakah pemain baru? Dan untuk memuluskan rencana, mereka ingin menguburku?" pikir Ammo.


Bermain di bidang ini memang mengancam nyawanya. Tapi karena ingin menjaga gadis itulah dia bersedia nyawanya terancam. Ammo tak menyesal sama sekali dengan keputusan yang diambilnya bertahun-tahun lalu.


"Aku sudah memberi kalian waktu untuk menjelaskan. Tapi diabaikan. Baik, waktunya bagiku bergerak.


Ammo membuka laci meja kerjanya. Dikeluarkannya sebuah alat berbentuk persegi seperti laptop, tapi lebih tebal sedikit. Alat itu diletakkan di atas meja dan dibukanya. Ditekannya tombol power, lalu sebuah layar yang berisi peta dunia, muncul di sana.


Ammo kemudian menekan tombol lain. Seketika layar itu dipenuhi titik-titik warna merah yang berkedip-kedip. Semua titik itu tersebar di seluruh peta.


"Kalian memaksaku!" ujarnya dingin.


Ujung jari telunjuknya memencet tombol lain. Dalam sekejap mata, semua titik merah itu lenyap dari layar. Dan muncul tulisan:


HAS BEEN DESTROYED

__ADS_1


Ammo menutup lagi alat itu dan menyimpannya kembali ke dalam laci meja.


********


__ADS_2