Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
36. Carl Corbett


__ADS_3

Ammo memencet interkom.


"Theo, dapatkan informasi tentang Carl secepatnya!" perintahnya.


"Apakah Tuan Muda Carl Oswald, Tuan?" tanya Theo untuk memastikan.


"Namanya Carl Corbett. Jangan lupakan itu!" kata Ammo dingin.


"Baik, Tuan."


Telepon ditutup.


Ammo diam sebentar dan memejamkan mata. Hanya ada satu orang yang mungkin menjegalnya di keluarga Oswald. Carl Corbett! Sepupu luar karena ayahnya tidak pernah diketahui. Sementara ibunya hanyalah putri angkat yang diasuh kakek kedua Ammo sejak kecil.


Carl tidak pernah puas karena tak dapat menyandang nama Oswald. Bibi Herriet -ibu Carl- sendiri yang memutuskan untuk tetap menggunakan nama Corbett sebagai penghormatan pada ayahnya yang tewas dalam perang. Dan Carl juga tak bisa memakai nama ayahnya. Karena ibunya tak pernah memberitahu siapapun siapa pria yang telah menghamilinya.


Sikap Carl yang memberontak selalu dimaafkan oleh keluarga besar. Mereka menganggap itu manifestasi rasa frustasi atas silsilahnya yang tak jelas.


Namun, jika kali ini terbukti Carl yang mendalangi semua kericuhan ini, Ammo takkan segan lagi untuk mencoret namanya dari daftar anggota keluarga Oswald. Dan itu akan merubah hidupnya secara drastis. Dia tak lagi bisa mendapatkan pembagian hasil usaha, dan saham kecilnya akan ditarik. Ammo bisa memblacklistnya secara permanen dari semua fasilitas yang biasa dinikmati anggota keluarga Oswald.


"Apa Carl benar-benar memilih jalan curam ini? Kecuali ada kekuatan yang mendukungnya, dia tak kan berani. Tidak! Dengan keterbatasan pemikiran Carl, harusnya dia bahkan tak mungkin memikirkan hal ini."


Ammo berperang dalam hatinya.


Ammo menggeleng samar. Selama ini, "keributan" Carl masihlah bisa dianggapnya angin lalu. Meskipun terasa berisik setiap kali mendengar keluhan dan protes Carl tentang fasilitas yang diterimanya. Tapi Ammo bisa dengan mudah menyelesaikannya.

__ADS_1


"Ataukah ada orang lain? Pihak lain yang sangat membencinya dan terus bersembunyi dalam kegelapan?" gumamnya.


"Tapi orang ini jelas sangat tau seluk beluk diriku. Hingga semua teman-temanku."


"Hemm ... hanya keadaan George yang masih belum diketahui Ammo. Sejak menyelesaikan misi terakhir bersama Ana, sikap George berubah. Apa yang mendasari perubahan sikapnya pada Ana?"


Begitu banyak pertanyaan yang belum terjawab. Ammo menghela nafas panjang. Dia membereskan mejanya. Dan semua kembali bersih seperti semula. Ammo berjalan menuju pintu dan menutup rapat semua akses menuju ruangan rahasia tersebut.


Ammo menaiki lift ke lantai dasar kediaman megah itu. Begitu pintu lift terbuka, Theo sudah berdiri di sana.


"Lapor Tuan. Tuan Carl Corbett sedang berlibur bersama kekasih barunya di kepulauan tropis di pantai barat. Sudah hampir sebulan dia di sana," lapor Theo.


Ammo mengangguk. "Lanjutkan!" Ammo terus melangkah menaiki tangga besar di tengah rumah.


Wajah Theo seketika berseri. "Segera, Tuan," suaranya terdengar lega.


Ammo terus berjalan menuju kamarnya.


*


*


Selesai sarapan, Ammo sudah rapi. Dia bersiap untuk bekerja.


"Sawyer, siapkan burungmu!" perintahnya lewat interkom.

__ADS_1


"Siap!" sahut suara dari seberang.


Theo mengambil tas yang ada di meja. Ammo sudah memeriksa berkas-berkas laporan yang harus ditandatanganinya sambil sarapan.


Theo adalah asisten handal dan serba bisa yang sangat terpercaya. Jaringan perusahaan masih terus berjalan semestinya meskipun Ammo tak ada. Theo tau harus melakukan apa. Dan orang-orang berdasi di perusahaan itu tau, bahwa mereka tak bisa macam-macam dengan Theo.


Tak lama kemudian terdengar suara pesawat di halaman rumah. Ammo berdiri. Theo dengan cekatan memasangkan jas dan memeriksa posisi dasi Tuannya.


"Perfect!" ucapnya otomatis.


Ammo tersenyum. Sejak pertama dia masuk sekolah, Theo selalu melakukan hal yang sama. Memeriksa perlengkapan sekolah dan seragamnya. Kemudian, mengucapkan kata yang sama.


"Sudah berapa lama kau ikut keluargaku,Theo?" tanya Ammo sambil melangkah menuju pintu keluar.


"Sejak usiaku lima tahun, Tuan. Tuan Oswald Senior memungutku dari pinggir jalan di bawah hujan."


Theo tersenyum mengingat kenangannya. Dia bersyukur bisa mengabdi pada keluarga Ammo.


Mereka sampai di helipad di halaman samping. Suara mesin dan baling-baling sangat berisik. Ammo naik. Theo memastikan seatbelt tuannya terpasang dengan benar.


"Lain kali ceritakan padaku masa kecilmu dan papa!" teriak Ammo berusaha mengalahkan kebisingan helikopter.


"Ya, Tuan." Theo mengangguk dan tersenyum senang. Lalu dia menutup pintu helikopter dan berlari menjauh.


Theo masih berdiri di halaman dan mengawasi helikopter itu hingga lenyap dari pandangan. Dia segera masuk rumah dan memeriksa ulang proteksi di seluruh lahan, halaman serta kediaman.

__ADS_1


__ADS_2