Code Name: ANGEL K05

Code Name: ANGEL K05
183. Otak Pemberontakan Klan


__ADS_3

Dengan tekun gadis itu memeriksa file-file lainnya. Sangat banyak informasi yang berhasil dikumpulkannya. Hingga larut malam dia masih berkutat untuk menyaring sampah menjadi informasi penting.


Pukul dua belas malam dia mengirim informasi terakhir yang berhasil dibereskannya, pada Ammo. Kemudian beristirahat.


"Mudah-mudahan isi cctv bisa membuka tabir rahasia tentang aku dan keluargaku," harap Ana sambil memejamkan mata.


*


*


Di kediaman Ammo.


Pria itu seperti mendapatkan darah baru saat membaca informasi yang dikirimkan Ana. Dia mengirimkan petunjuk tentang hal itu ke lapangan. Rakyat akhirnya mendapatkan beberapa informasi rahasia yang selalu ditutupi oleh pemerintah. Hal-hal tercela yang dilakukan rezim untuk terus berkuasa, telah menimbulkan kemarahan rakyat.


Ammo mengirimkan perintah pada Vladimir agar menekan pemerintah dengan ancaman informasi rahasia lain akan disebarkan jika mereka tidak mengikuti perintah.


Selanjutnya secara teratur, Ammo melepaskan berbagai informasi lain lewat para bawahannya. Dia tak punya pilihan lain lagi. Semakin lama kericuhan berlangsung, maka keyakinan mereka akan makin berkurang. Tekad mereka bisa luntur karena kelelahan akibat tekanan dan berkurangnya logistik.


Jika pendemo menyerah, maka Ammo juga kalah! Dan dia tak boleh kalah. Telalu banyak yang dipertaruhkannya dalam aksi ini.


"Bos, panggilan dari Romanov!" ujar Ariel.


"Sambungkan!" Ammo mendengarkan laporan Romanov.


"Bos, Biro Klandestine sudah kami duduki!" lapornya dengan nada senang yang tak disembunyikan.


"Bagus!" sambut Ammo dengan senyum cerah. "Apa kalian bisa menangkap pimpinannya?" tanya Ammo.


"Dia tewas dalam baku tembak!" lapor Romanov.


"Periksa dan amankan semua file yang ada. Kau dengar? Semua!" perintah Ammo.


"Baik!" sahut Romanov.


"Laporkan padaku jika ada hal baru lainnya," pesan Ammo lagi.


"Baik!"


Sambungan telepon itu terputus. Tapi ekspresi gembira tampak jelas di wajah Ariel dan teman-temannya.


"Sekarang kira butuh berita yang lebih bagus lagi dari Vladimir," ujar Ammo.

__ADS_1


"Donny, bagaimana dengan cpu yang kalian periksa?" tanya Ammo.


"Beberapa file berhasil kami identifikasi." Ivan menyerahkan file yang mereka periksa dari dua cpu yang disimpan oleh Gan.


Ammo membuka file yang diberikan itu. Kemudian dia menggeleng. "Ini hampir sama dengan yang diberikan Ana tadi," ujar Ammo setelah selesai memeriksa.


"Berarti informasi itu tak diragukan lagi keabsahannya. Karena berada pada beberapa perangkat berbeda." Donny menyimpulkan.


Ammo mengangguk setuju. "Aku akan memilah info ini dan mengeluarkannya pada saat yang tepat. Kalian periksa lagi, apakah ada info tentang keluarga Ana ataupun timnya yang dikejar-kejar oleh biro!" perintah Ammo.


"Baik!" sahut Donny dan Ivan.


"Anda sebaiknya makan malam dulu, Tuan," Theo mengingatkan. Dia sudah mendorong meja hidangan ke ruang kerja Ammo.


"Di mana Julio?" tanya Ammo.


"Dia istirahat, Tuan. Apa anda ingin saya memanggilnya?" tanya Theo.


"Tidak. Biarkan dia istirahat." Ammo mencegah Theo mengganggu Julio.


"Mari kita istirahat sebentar dan makan malam dulu," kata Ammo.


"Oke!" sambut Ariel cepat. Dia memang sudah lelah dan lapar. Ivan dan Donny bangkit dan keluar dari ruang kerja, menyusul Ariel. Makanan mereka harusnya ada di ruang makan, bukan di ruang kerja.


Ammo merilis informasi baru yang kembali mengguncang pemerintahan rezim berkuasa. Tak pelak lagi, kini rakyat ikut mendukung para pendemo, setelah mengetahui tindakan-tindakan keji pemerintah terhadap rakyatnya sendiri.


Ammo masih menunggu laporan dari Vladimir. Dia jadi meragukan pria yang didukungnya untuk memimpin negara itu. Ternyata pria itu tak sekuat perkiraan. Dia harus mendorongnya lebih keras.


Ammo membuka laci meja kerjanya dan mengirim perintah pada agennya yang lain. "Amankan keluarganya!" perintah Ammo.


Lima menit kemudian, sebuah pesan balasan masuk. "Siap!"


Ammo melanjutkan makannya sambil memeriksa file komputer lagi.


"Mata anda sudah sangat lelah, Tuan," Theo prihatin.


"Akan ada saatnya kita tidur nyenyak. Tapi tidak sekarang!" tegas Ammo. Theo tak mau mendebat, Saat ini situasi memang sedang genting.


Pukul sepuluh malam, Vladimir menghubungi Ammo. "Bos, Apakah anda tahu apa yang terjadi pada keluarganya?"


"Kenapa? Apakah terjadi sesuatu pada keluarganya?" tanya Ammo pura-pura tak tahu.

__ADS_1


"Katakan padanya dia tak punya jalan mundur. Jika dia ingin kita menyelamatkan keluarganya, maka dia harus fokus dan total dalam bertindak. Aku tak mau buang-buang energi melindungi sesuatu yang tidak berharga untukku!" ujar Ammo ketus.


"Baik, akan ku katakan padanya," sahut Vladimir.


"Vladimir!" panggil Ammo sebelum panggilan terputus.


"Ya!" sahut pria di seberang sana.


"Kau juga jangan lemah. Kau ditugaskan di sana untuk mengawasinya. Jika dia terindikasi berkhianat, habisi saja, Karena tugas utamamu adalah melindungi seluruh anggota pasukan dan keluarga Oswald!" tegas Ammo.


"Saya selalu mengingatnya, Bos!" sahut Vladimir. Panggilan itu kemudian terputus.


Ammo menghela napas panjang. "Ini akan jadi hari yang panjang lagi. Sepertinya kita harus beristirahat di sini," ujar Ammo.


Theo berjalan ke pintu. "Akan saya siapkan kopi dan snack," katanya sambil berlalu.


Jam sebelas malam.


Romanov melaporkan bahwa mereka berhasil menahan sebagian besar pekerja Biro Klandestin pusat. Mereka ditahan secara terpisah di beberapa tempat. FIle-file penting hingga monitor pengamat telah diselamatkan. dan akan segera dikirimkan pada jalur aman.


Ammo tersenyum senang mendengarnya. Tidaklah mudah menguasai kantor pusat Biro Klandestine. Di sana bercokol sangat banyak agen senior. Tapi bagi Ammo, mereka sama kotornya karena ikut bekerja sama dan mendukung rezim korup, penuh kelicikan.


"Berhati-hatilah dan pertahankan keadaan itu. Tempatkan orang-orang kita untuk mengelola informasi masuk dan keluar."


"Baik!" jawab Romanov.


Jam dua belas malam.


Informasi baru dari Ana kembali masuk. Ammo yang baru saja memejamkan mata kembali bersemangat. Ini informasi korupsi dan gratifikasi. Ammo langsung merilis berita itu kepada Romanov, untuk diteruskan ke lapangan.


Info itu seperti bahan bakar yang kembali menyemangati para pendemo yang telah berhari-hari turun ke jalan dan akhirnya menguasai beberapa kantor pemerintahan di daerah-daerah.


"Bersabarlah sedikit waktu lagi. Tak ada perjuangan yang mudah. Bukankah selama bertahun-tahun kita sudah ditekan dan dibelenggu tanpa keadilan? Jadi jangan menyerah hanya karena sedikit rintangan ini. Hanya dengan berjuang, kita bisa merasakan kebebasan dari penindasan yang berkepanjangan!"


Ammo mengirimkan pesan penyemangat itu pada Ariel untuk disebarkannya pada para anggota pasukan.


*


*


Ana terbangun pagi sekali dan langsung menyelesaikan file yang tersisa. Dia sedikit terkejut melihat informasi yang ada di situ. Ini info besar. Apakah ada hubungannya dengan pemberontakan klan saat itu yang membuat nenek dan ayahnya melarikan diri keluar dan akhirnya tewas tak tentu rimbanya?

__ADS_1


"Aku tak percaya! Ternyata Biro Klandestine lah yang mengotaki dan merencanakan pemberontakan klan. Bekerjasama dengan salah seorang penasehat klan. Aku harus menyelidiki ini lebih teliti lagi," geramnya marah.


***********


__ADS_2