
Semenjak kejadian itu Rangga jadi cowok yang romatis tapi kalau di rumah, setiap hari aku di gombalin terus dan kalau di sekolah cuek dan sombong bikin ifil.
Aku dan 3 Sahabatku sedang latihan basket, Alvin menghampiri ku sambil membawa bunga dan coklat. Alvin berjongkok di depan ku.
"Reina, Disaat pertama berjumpa
Kau gurat senyum dalam sapa
Terukir indah menyapa jiwa
Bagai bunga di taman surga
Hangat kan dinginnya sukma dalam lara
Senyum mu telah terpatri
Yang mewarnai sunyinya hari
Membuatku tersesat dalam indah senyumnya
Pancaran sinar matamu
__ADS_1
Membuatku terpaku pada senja yang beradu
Tuntunlah aku menuju hatimu♡
Terimalah segenap rasa ku pada rasa mu. Aku mencintaimu, mau kah kamu menjadi pacarku, Reina?." Alvin berbinar. Aku tersentuh dan tak tau harus bicara apa.
"Terima... Terima... Terima..." Teriak serentak teman satu sekolah. Tiba-tiba Rangga dkk datang. Rangga terlihat cemburu.
"Sorry, bro. Sayangnya Reina sudah punya tunangan." Rangga merangkul ku. Ketika Rangga dan Aku beranjak pergi, di tahan Alvin.
"Gue ngga percaya sama loe. Reina, gue benar-benar cinta sama loe." Alvin memegang tangan ku. Rangga menepis tangan Alvin dari tangan ku.
"Sorry, Vin. Yang dikatakan Rangga itu benar gue sudah tunangan. Maaf gue ngga memberitahu sebelumnya." Aku merasa tak enak dengan Alvin. Wajah Alvin terlihat muram.
Di Apartemen
Sejak kejadian Alvin mengatakan cinta kepada ku, Aku hanya diam dan terus merasa bersalah dengan Alvin. Rangga melihatku sejak tadi hanya diam, dia memeluk ku.
"Loe merasa bersalah sama Alvin atau loe memang juga punya perasaan yang sama dengan Alvin." Rangga memandangi ku.
"Bukan begitu, baru kali ada cowok yang nembak gue kaya gitu." Aku melepaskan pelukan Rangga dan duduk di sofa.
__ADS_1
"Ooo... Loe mau di tembak dengan romantis kaya di film-film gitu" Rangga mendekatiku.
"Iya, apalagi yang ada di film korea. Cowoknya ganteng, duh! mana tahan." Aku memegangi pipi ku. Rangga merasa kesel.
"Jangan memuji cowok lain." Sinis Rangga, lalu mencium bibirku dengan kasar.
"Apa si Loe." Aku mendorong kasar tubuh Rangga. Aku beranjak pergi dengan sigap Rangga langsung memeluku dari belakang.
"Entah kenapa aku tidak suka melihat kamu bersama cowok lain, rasanya sakit." Rangga mentenggelam kepala di leherku dan mengecupnya. Rangga membalikan tubuh ku.
"Rei, mungkin aku sudah mulai jatuh cinta padamu." Rangga mencium b****ku dengan lembut kali ini. Mata ku terbelalak dan tanpa sadar aku membalas ciuman Rangga.
"Rei, bolehkah minta jatah ku hari ini." Bisik Rangga. Aku diam harus apa.
"Tapi Rang..." Belum aku selesai bicara Rangga mencium kembali b**ir ku.
"Aku ngga tahan, sayang. Dosa loh kalau loe ngga memenuhi kewajiban suami." Rangga memegang pipi ku.
"Iya, tapi pelan-pelan ya." Aku menunduk malu.
Kami pun bergumul menikmati malam indah bersama, sudah 1 jam lebih akhirnya kami tumbang.
__ADS_1
"Terimakasih, sayang. Sudah mau menjaganya." Rangga mencium kening ku dan merebahkan dirinya di Ranjang. Rangga melihat ada bercak darah, dia merasa senang. Karena dia yang pertama menjamah ku, lalu dia bertubi-tubi menciumi wajah ku.
Aku juga merasa senang sudah seutuhnya menjadi istrinya, karena kelelahan kami tertidur sambil berpelukan.