Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Welcome To The Word


__ADS_3

Pembukaan sudah sampai 10 dan Audy sudah siap melahirkan normal. Kehebohan Audy dan Rio di ruang bersalin membuat dokter dan perawat tertawa melihatnya.


Audy menjambak rambut Rio.


"Ini perbuatan kamu. Kamu juga harus ngerasain sakit ngelahirin anak, Hhhuuufff." Audy Kesel dan mengejan.


"Ayo, Bu. Sedikit lagi debaynya lahir, kepalanya sudah kelihatan." Dokter Clara memberi semangat, karena Audy sudah hampir nyerah.


Audy mengigit tangan Rio.


"Aaarrrggghhh... " Teriak Rio hingga terdengar dari luar ruangan bersalin. Para Sahabat dan Para orang tua saling pandang, karena mendengar suara teriakan Rio sangat kencang.


"Di dalam Rio ngapain sampai teriak kaya gitu." Rangga merasa aneh. Tak lama kemudian tangisan bayi mungil yang terdengar kencang hingga di luar ruangan bersalin.


"Bayinya laki, Bu, Pak." Dokter Clara sedang menggendong bayi dan di perlihatkan kepada Rio dan Audy.


"Welcome to the word my baby boy." Rio matanya terbinar-binar. Merasa bahagia.


"Anak kita, Yank." Audy merasa terharu.


"Terimakasih, Yank. Sudah mau melahirkan anak kita, kamu memang wanita terhebat yang amat sangat aku cintai, Yank." Rio Mencium kening Audy.


"Sama-sama, Yank. Kamu lelaki terhebat yang aku cintai dan terimakasih selalu ada di sampingku." Audy mencium tangan Rio.


Setelah debay di bersihkan suster memberikan debay ke Rio untuk di azan dan komatkan. Rio perlahan-lahan menggendong debay, Audy menatap Rio merasa terharu dan bahagia. Karena di saat Audy melahirkan Rio selalu di sampingnya.


Audy di pindahkan ke kamar inap VIP. Para sahabat dan para orangtua mendatangi kamar inap Audy.

__ADS_1


"Assalamualaikum... " Serentak para sahabat dan para orangtua


"Wa'alaikumsalam... " Serentak Rio dan Audy.


Suasana kamar inap Audy menjadi ramai dan heboh. Para sahabat dan para orangtua memberikan banyak kado buat debay.


"Akhirnya loe jadi bapak, bro." Adi menepuk pundak Rio.


"Bro, nama anak loe siapa?." Tanya Rangga merangkul.


"Aksa Delvin Arion." Jawab Rio.


"Nama yang bagus, bro." Randy.


"Alex sama latifa ngga kelihatan, kemana mereka berdua." Audy celingak-celinguk mencari keberadaan Alex dan Latifa.


Di sisi Lain


Alex sedang menunggu sang istri siuman


"Sayang, bangun." Alex memegang tangan dan pipi Latifa.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya." Alex cemas.


"Istri bapak tidak ada penyakit yang serius." Kata Dokter Rian.


"Tapi kenapa dari tadi istri saya belum bangun-bangun, Dok." Alex.

__ADS_1


"Bila hamil di trimester awal, biasanya ibu hamil seperti itu jika merasa lelah." Dokter Rian menjelaskan.


"Benarkah istri saya hamil, Dok." Alex memastikan kembali.


"Benar, Pak. Selamat ya." Dokter Rian mengulurkan tangan.


"Alhamdulillah. Terimakasih, Dok. Saya akan menjadi seorang Ayah." Alex memeluk Dokter Rian.


Latifa perlahan-lahan membuka matanya.


"Sayang, kamu sudah bangun." Alex mendekati bangsal Latifa.


"Ini dimana, Yank?." Lirih Latifa.


"Ini Di rumah sakit, Yank." Alex mengusap kepala Latifa.


"Keadaan Audy gimana, Yank." Latifa


"Alhamdulillah. Audy sudah melahirkan, sudah kamu berbaring aja. Biar Debay di perut kamu bisa istirahat." Alex membantu Latifa untuk berbaring kembali.


"Maksud kamu apa?, Yank." Latifa bingung.


"Kamu hamil, Yank. Terimakasih sudah mengandung anak kita."


Readers maaf ya, baru update. Karena thorr sedang ada masalah yang bikin ngga fokus bikin novel...


Jangan lupa Vote, Like dan komentarnya ya...

__ADS_1


__ADS_2