Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Canggung


__ADS_3

Vino mengantar ku hingga di depan pintu kamar ku.


"Rei, pembicaraan ku tadi Aku serius. Aku benar-benar telah jatuh cinta kepadamu, entah kamu mau menganggap apa?yang terpenting aku harus mengungkapkan perasaan ini agar lega." Vino menatap Ku dan memegang tangan ku.


"Maaf, Vin. Aku ngga bisa karena aku masih dalam ikatan pernikahan dan aku masih menata hati ku yang pecah menjadi puing-puing berantakan, perlu butuh lama untuk menyusunnya kembali. Sekali maaf, Vin. Lebih baik kita bersahabat." Kata ku dan aku melepas tangan Vino.


"Hhmmhh... ngga apa-apa, Rei. Sebagai awal persahabatan mau kah kamu memakai gelang ini." Vino memberikan kotak yang berisi gelang.



"Baiklah aku akan memakainya sebagai tanda persahabatan kita." Aku mengambil kotak yang berisi gelang.


"Sini biar aku pakaikan." Vino mengambil gelang dan memakainya.


"Terimakasih, ya. Vin." Kata ku.


"Terlihat kamu tambah cantik memakai gelang itu." Goda Vino.


"Bisa aja kamu, maaf aku masuk, ya. Bye Vino sampai ketemu lagi." Kata ku dan masuk kamar.


Keesokan Pagi


Pagi yang cerah, sinar matahari yang sudah menerangi dunia. Aku dan anak-anak sudah rapi dan hendak pergi untuk sarapan, di tengah lorong hotel ketemu Vino.

__ADS_1


"Assalamualaikum, Vin." Kata ku ramah.


"Wa'alaikumsalam... Say..." Terpotong dan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Duh! Gue kenapa merasa canggung gini dan di tambah hari ini dia terlihat cantik." Batin Vino.


"Om Vino kenapa melamun?." Adlan menarik tangan Vino.


"Ah, Ngga kok. Om hanya kagum melihat Mommy kalian terlihat cantik hari ini." Gugup Vino dan berjongkok. Lalu melirik kearah ku dan tersenyum.


"Mommy memang cantik, Om. Awas nanti Om Vino bisa naksir sama Mommy, Mommy punya Deddy." Adline Judes.


"Iya, Sayang. Om ngga akan naksir Mommy kalian ini." Vino mengacak-acak rambut Adline. Vino sangat gemas sama Adline.


"Iya, Maaf. Ya. Nih Om punya coklat," Vino memberikan sekotak coklat ke Adline.


"Terimakasih, Om." Adline wajahnya berubah ramah.


"Sama-sama." Vino tersenyum.


Aku, anak-anak ku dan Vino menghampiri Sahabat-sahabat ku dan Vina yang sudah duduk di meja restoran. Vino ku lihat canggung dan salah tingkah.


"Sumpah ini bukan gue, kenapa abis nembak Reina gue jadi aneh gini. Gue jadi canggung dan salah tingkah." Batin Vino menarik napas berulang-ulang.

__ADS_1


"Kakak Vino sakit?." Tanya Vina memegang kening Vino.


"Ngga, kakak cuma kehabisan oksigen." Jawab Vino bohong.


"Harus cepat bawa ke rumah sakit itu." Goda Tania.


"Apan sih?Dah aku mau makan." Kata Vino pergi untuk ambil sarapan. Karena Vina khawatir sama Vino, lalu mengikuti Vino untuk mengambil sarapan.


"Kakak benaran ngga apa-apa?." Tanyanya lagi.


"Iya, adik ku cantik. Kakak ngga apa-apa, cuma kakak merasa canggung dan salah tingkah dengan Reina." Vino mengacak-acak rambut Vino.


"Memang kenapa bisa kaya gitu, kak." Vina penasaran.


"Semalam kakak menyatakan perasaan kakak, tapi kakak di tolak. Karena Reina masih terikat pernikahan." Vino menceritakan.


"Sabar ya, kak. Mungkin kakak belum berjodoh dengan kakak Reina, Vina akan selalu menemani kakak." Vina memeluk Vino.


"Iya, terimakasih adik ku cantik dan tersayang." Vino mencium kening Vina.


Maaf Upnya kelamaan... 🙏🙏🙏


Jangan lupa Vote, like dan komentarnya.... di tunggu... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2