Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Ledekan


__ADS_3

Alex sengaja datang kekantor untuk menghindari pikiran tentang tubuh Latifa yang sangat diinginkannya. Rangga, Adi dan Rio kaget kedatangan Alex. Mereka mendirikan perusahaan bersama


"Lah Loe bukannya cuti, Lex." Tanya Adi


"Gue kan sudah kasih Loe seminggu, Lex." Kata Rangga.


"Bete Gue." Alex merebahkan diri di sofa.


"Pengantin baru harusnya enak-enak dirumah." Ucap Rio.


"Loe Bete kenapa?." Rangga penasaran.


"Burung Gue gagal masuk ke sarang." Alex memajukan mulutnya.


"Emang Loe punya burung? setau Gue Loe kagak melihara burung dech." Adi Polos


"Hahahaha... Rangga dan Rio tertawa.


" Ya, ampun. Di, Ini burungnya Alex sangat special dan tak bersayap." Rangga menggeleng kepala. Adi mau bicara langsung di potong Alex.


"Burung Gue ini,**** Puas Loe. Di." Alex menujukkan kebawah. Rangga, Rio dan Adi ketawa melihat tingkah Alex yang kesel.


"Gue tanya emangnya kenapa burung Loe gagal masuk kesarang, Lex?." Tanya Rio.

__ADS_1


"Pas Gue lagi mau masukin burung Gue, Eh! Latifa lampu merah. Jadi stress gue apalagi tubuh Latifa bikin Junior bangun terus dengan terpaksa Gue main sendiri." Alex memegang kepalanya dan mengacak-acak rambutnya.


"Sabar ya, Bro. Nanti juga Loe pasti ngerasain Sarang yang indah buat burung Loe." Rangga menghibur.


"Rang, biasanya palang merah sampai beberapa hari?." Alex agak malu bertanya.


"Setau Gue, Reina itu kalau lagi palang merah seminggu, Lex." Ucap Rangga.


"Gila lama banget, Gue ngga tahan." Alex kaget mendengar ucapan Rangga.


"Ya, Loe harus main sendiri aja di kamar mandi sampai batang sabun. Hehehehehe..." Ledek Rio.


"Kalau ngga Loe main pake botol aja. Hahahaha..." Tambah Rangga meledek Alex.


"Tapi ada bagusnya Loe masuk kantor, Lex. Karena kerjaan Loe belum kelar." Adi memberikan dokumen yang harus Alex periksa.


"Gila sebanyak ini, Di." Mata Alex terbelalak.


"Ya, iyalah. Loe harus selesaikan ini semua." Tegas Adi.


"Hahahaha... Nasib-nasib si Alex gagal belah duren." Ledek Rangga.


"Sue, Loe Pada. Bukannya menghibur Gue malah kasih Gue kerjaan banyak." Alex cemberut.

__ADS_1


Setiap hari Alex sengaja bangun lebih pagi dan pulang malam karena tak mau melihat tubuh istrinya yang seksi membuat sih Junior bangun. Latifa merasa di cuekin Alex, lalu menunggu Alex pulang. Alex melihat Latifa di ruang tamu yang masih belum tidur.(Alex masih tinggal di rumah Latifa).


"Assalamualaikum." Alex memberi salam.


"Wa'alaikumsalam, Mas kamu sudah pulang." Latifa membantu membawakan tas dan mencium tangan Alex.


"Sudah, kenapa kamu belum tidur, sayang." Alex merangkul Latifa hingga masuk kamar.


"Belum, mas. Nunggu mas pulang." Latifa tersenyum.


"Aku mandi dulu ya." Alex hendak ke kamar mandi, tapi tangannya di pegang Latifa.


"Mas kenapa akhir-akhir ini cuekin aku, apa aku punya salah sama mas?." Latifa menatap Alex.


"Kamu ngga ada salah, cuma..." Alex ragu untuk melanjutkan.


"Cuma apa mas?." Latifa masih menatap Alex.


"Cuma aku ngga tahan untuk menerkam tubuh kamu yang seksi dan menggairahkan, sayang. Kan kamu lagi palang merah, jadi aku menghindar. Abis setiap melihat kamu Junior ku bangun." Alex memegang pipi Latifa.


"Maaf, ya. Mas." Latifa menunduk.


"Hey, kamu ngapain sedih. Aku sanggup nunggu kok. Dah jangan sedih gitu. Aku juga minta maaf dah nyuekin kamu." Alex memeluk Latifa.

__ADS_1


__ADS_2