
Rangga mengambil ponsel miliknya di saku celana.
"Bro, ternyata para istri ada di Mansion Gue. Loe pada kemari, bawa istri Loe pulang." Rangga memberitahu Para suami.
Tak lama kemudian, para suami datang dan menghampiri Rangga.
"Dimana mereka, Bro?." Tanya Alex.
"Mereka semua ada di dalam, ternyata mereka sangat pintar kunci cadangan di Mansion ini sudah di bawa sama mereka." Rangga di depan pintu kamarnya.
Disisi Lain
"Sepertinya para suami ada di depan pintu, kita harus gimana nih?." Chika panik.
"Padahal Gue mau istirahat dulu, cape layani suami yang minta setiap hari." Tania kesel.
"Sama gue juga cape, apalagi gue lagi hamil gini. Bawaannya cape mulu." Audy menarik napas.
"Tapi aku belum ngerasain." Latifa polos.
"Latifa kamu polos banget." Tania mengacak-acak rambut Latifa yang hijabny sudah di lepas.
"Gue punya ide." Aku membisikkan rencana ke sahabat ku.
__ADS_1
Rencana pun di mulai, Audy di dandanin pucat dan di kakinya di kasih perwarna merah seperti darah. Lalu Audy naik di kursi roda yang kebetulan, kursi roda waktu aku melahirkan belum di pindahkan ke gudang. Kami juga berdandan pucat dan keringatan dan tak lupa menggunakan kembali hijab.
Pintu segera di buka, aba-aba dimulai.
"Awas-awas Audy mau melahirkan." Aku teriak panik. Para Suami langsung menghindar. Mereka masih terdiam. Kami menggunakan Lift. Setelah Kami naik lift, para suami baru sadar.
"Tadi mereka bilang Audy mau melahirkan." Kata Adi memperjelas.
"Shitt. Bini Gue mau lahiran." Rio Panik dan mengejar para istri. Di susul oleh yang lain.
"Cepat-cepat kita naik mobil semua sebelum mereka datang." Tania Panik. Setelah semua masuk ke dalam mobil. Aku melajukan mobil dengan cepat.
"Cepat susul mereka, sebelum mereka jauh." Rio gusar.
"Gila ya, kita dah kaya buronan." Tania ngos-ngosan.
"Iya, buronan para suami mesum. Hahaha..." Canda Chika.
"Kita mau kemana nih?." Tanya Latifa.
"Apartemen Gue aja, mereka ngga bakalan tau terutama Rangga dan Randy. Kalau Gue punya Apartemen Atas nama pembantu Gue." Usul ku.
"Ok kita akan senang-senang." Chika Senang. Tiba di apartemen kami tertidur pulas.
__ADS_1
Di Tempat Lain
Para suami panik tak menemukan para istri, apalagi Rio yang tadi sempat dengar istrinya mau lahiran. Dia panik. Sudah berbagai rumah sakit, klinik, bidan bahkan puskesmas mereka datangin untuk mencari para istri.
"Mereka kemana lagi sih." Rio Panik.
"Tenang, Bro. Ini pasti akal-akalan mereka agar kita lengah." Alex menghibur Rio.
"Gue ngga nyangka istri-istri kita pintar-pintar." Adi.
"Benar itu." Randy.
"Gimana kita mau lanjut cari atau mau balik pulang." Tanya Rangga.
"Kita balik aja dulu untuk mengumpulkan tenaga, agar besok kita ada tenaga menangkap istri." Saran Randy.
Para Suami kembali ke Mansion Rangga untuk menginap.
Keesokan Paginya
Para Istri sudah berdandan cantik, karena hari ini bersenang-senang untuk menghabiskan waktu bersama. Mereka kesalon dan ke butik.
Anak buah Rangga memberitahu keberadaan para istri sudah di temukan, dengan sigap para suami langsung ke lokasi yang tertuju.
__ADS_1
Mereka melihat para istri ke salon dan ke butik, Para Istri terlihat cantik dari biasanya. Banyak para laki-laki melirik para istri, karena wajah mereka yang babyface terlihat seperti anak remaja.