
Mobil Rangga dan 4 mobil sedan saling kejar mengejar. 4 Mobil itu menembaki Mobil Rangga, untungnya Asisten Alvin dengan lihainya bisa menghindari tembakan.
"Tuan gimana apa kita tetap menghindar atau turun dan melawan mereka." Asisten Alvin menoleh ke Rangga.
"Sebaiknya kita menghindar terlebih dahulu sampai bantuan dari Arkana datang." Rangga menunduk kepala agar tidak terkena tembakan.
"Hallo, Ar. Gimana? Oke-oke gue ikut rencana Loe." Tanya Rangga menelpon Arkana.
"Vin, kita sudah agak menjauh dari mereka. Nanti di depan jalan ada Gang, kita masuk dan berganti mobil dengan anak buah Arkana. " Rangga.
"Baik tuan." Asisten Alvin membelokkan setir dan masuk ke Gang. Lalu mereka berganti mobil. Mobil yang di tumpangi anak buah Arkana namanya si Leo dan Tiger, melaju dengan cepat. Rangga dan Asisten Alvin untuk sementara sembunyi.
Di sisi Lain
Foto keluarga di ruang tamu tiba-tiba pecah. Perasaan aku tak enak, aku menelpon seluruh para orangtua. Mereka tak apa-apa. Tapi menelpon Rangga tidak aktif, Lalu aku menelpon Alex.
"Lex, Rangga dimana?." Tanya ku cemas.
__ADS_1
"Rangga sudah pulang dari tadi, apa dia belum sampai?." Jawab Alex.
"Belum..." Pembicaraan aku terputus, ketika melihat mobil Rangga Kecelakaan dan mobilnya masuk jurang.
"TIIDDDAAKKK, RRRAAANNNGGGAAA..." Aku teriak histeris.
Alex dan sahabat-sahabatnya datang kerumah Rangga dan Reina, karena merasa khawatir.
Aku tak sadarkan diri. Para ART cemas dan menghubungi Orangtua Reina dan Rangga.
Tak lama kemudian rombongan Alex dan Sahabat-sahabatnya, juga para orangtua datang.
"Begini tuan, tadi nyonya pingsan melihat berita bahwa mobil tuan Rangga mengalami kecelakaan dan masuk kejurang." Jelas ART 1. Mama Rangga pingsan, lalu di bawa ke kamar.
Alex dan sahabat-sahabatnya menceritakan kejadian ini ada sangkut pautannya dengan Ervan. Papa Rangga dan Papa Reina merasa geram.
"Oom, kita harus cari Rangga dan Asisten Alvin." Alex .
__ADS_1
"Baik, Mam. Kamu disini dulu, jaga Reina, cucu kita dan besan kita." Kata Papa Reina memegang bahu Mama Reina.
"Baik, Pah. Kalian harus hati-hati dan beri kabar secepatnya." Mama Reina.
Ketika mereka tengah perjalanan menuju tempat kecelakaan Rangga, Papa Reina mendapat telpon dari Mama Reina.
"Hallo pah. Sebaiknya Papa dan yang lain kerumah sakit, Rangga dan Asisten Alvin sudah di temukan. Sekarang ada di rumah sakit peduli kasih." Kata Mama Reina.
"Iya, Mah." Papa Reina mematikan telpon.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit peduli kasih, Rangga dan Asisten Alvin sudah di temukan." Papa Reina menoleh ke arah Papa Rangga dan Alex yang berada satu mobil. Alex menceritakan ke Sahabatnya untuk ikut ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit, Rangga di pasang alat bantu pernapasan, detak jantung Rangga lemah dan seluruh tubuh Rangga di balut perban.
Aku, Mama dan Mama Rangga tiba di rumah sakit. Aku tak kuasa melihat Rangga yang sudah berbaring lemah di atas tempat tidur. Air mata menetes membasahi pipiku, aku di peluk Mama dan Mama Rangga. Aku menjerit histeris tak kuasa.
Papa dan yang lainnya datang. Mereka melihat ku menangis, mereka cemas dan langsung melihat Rangga. Keadaannya sangat mengkhawatirkan. Mereka meneteskan air mata.
__ADS_1
"Brengsek ini semua pasti salah Ervan." Alex marah dan memukul tembok rumah sakit.