Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Hukuman Buat Rangga


__ADS_3

Mansion sudah sepi, karena para orangtua dan sahabat sudah pulang. Vino dan Vina ikut pulang ke rumah tante Melly.


"Akhirnya sepi juga, Steven bisa bergoyang sekarang." Rangga menindih ku.


"Sayang, aku cape banget hari ini." Aku mendorong tubuh Rangga.


"Ya sudah, Steven kamu hari ini puasa dulu." Rangga lesu, lalu berbaring di samping ku.


"Sayang, mulai hari ini dan seterusnya. Setiap hari, ketika kamu libur harus memakai daster aku dan rambutnya di kuncir dua." Kata ku menghadap ke Rangga.


"Ih! Ogah, aku ngga mau. Lebih baik aku memeluk kamu." Rangga menarik ku ke dalam pelukan.


"Tapi ini hukuman buat kamu, kalau kamu mau aku maafkan dan kalau kamu ngga jalani, lebih baik kamu ngga aku kasih jatah untuk selama-lamanya." Aku kesel, lalu mendorong tubuh Rangga dan membalikan tubuh.


"Yank, kok gitu. Kasihan Steven nanti bisa-bisa dia jamuran." Rangga memeluk ku dari belakang.

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus jalani hukuman kamu, ngga ada penolakan." Kata ku tegas.


"Iya, tuan putri. Tapi biarkan Steven masuk rumah." Bisik Rangga.


"Ih! ngga apaan sih, sana jauh-jauh aku masih marah. Jangan lupa hari ini kamu memakai daster dan kuncir dua rambut mu." Aku mendorong-dorong tubuh Rangga.


"Iya, sayang." Rangga mencium kening Ku dan beranjak ke ruang ganti pakaian.


Rangga keluar dari ruang ganti pakaian, aku lihat dia hanya memakai bra berwarna orange.



"Hai, sayang. Kamu terpesona dengan penampilan aku kaya gini?badan ku bagus kan, tubuh ini milik mu. Kalau kamu mau pegang silakan, dengan senang hati aku menunggu sentuhan mu." Goda Rangga.


"Ngga, sana-sana cari yang lain. Jangan pakai yang konyol dech." Aku mendorong kembali tubuh Rangga

__ADS_1


"Ngga sayang ini aja aku suka dan ngga ribet." Rangga menghentikan ku.


"Terserah kamu aja, tapi ingat kalau kamu mau keluar aku ngga izinin kamu keluar kamar pakai bra doang, kalau ngga aku kasih jatah." Ancaman ku.


"Hahaha... kamu cemburu, ya Yank." Rangga menoel-noel dagu ku, sehingga membuat wajah ku seperti tomat.


"Ih Nyebelin banget, ya jelaslah. Aku ngga mau orang melihat tubuh kamu, pokoknya jangan pakai." Aku menepis tangan Rangga.


"Iya, yang penting sekarang. Aku sangat bahagia, karena kamu begitu mencintai ku." Rangga memeluk ku.


"Yang kamu harus ingat adalah di hati ku cuma ada kamu dan cuma kamu satu-satunya wanita yang sangat aku cintai." Kata Rangga, aku melihat matanya tidak ada kebohongan, dia sangat tulus mengucapkan perasaannya.


"Iya, di hati ku juga cuma ada kamu." Aku memeluk Rangga, karena malu muka ku sudah panas.


"Dasar Muka tomat, aku sangat menyukainya." Rangga memencet hidung ku.

__ADS_1


"I love you so much, believe in my heart there is only you. You can feel this heartbeat, this heartbeat is always beating very fast, whenever you are near me. Don't ever leave me, because I won't be able to be apart from you. I Love my wife." Rangga memeluk ku kembali.


__ADS_2