Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Rangga Ngidam


__ADS_3

Disisi lain.


"Apakah Adlan dan Adline sangat senang punya ade?." Mama Rangga


"Senang Banget, Oma." Serentak.


"Kalian nanti harus jaga ade dan ajarkan ade sesuatu yang benar." Mama ku.


"Siap Oma." Serentak.


Aku dan Rangga menghampiri Si kembar dan Para Orang tua di meja makan.


"Morning, All." Sahut Rangga senang.


"Morning, Deddy dan Mommy." Serentak Si kembar.


"Morning." Serentak Para Orangtua.


Rangga membantu ku untuk duduk di kursi. Lalu dia menuju dapur dan membuka kulkas.

__ADS_1


"Untung masih ada." Rangga tersenyum senang dan mengambil buah lemon. Kemudian Rangga bergabung di meja makan. Aku melihat Rangga yang tengah asik melahap buah lemon, merasa ngilu di gigi. Begitu pula Si kembar dan Para Orangtua, merasa aneh dengan sikap Rangga.


" Deddy, apa itu ngga asem." Tanya Adline menatap Rangga yang tengah asik menyantap buah lemon.


" Ini manis, Sayang. Kamu mau coba." Rangga menyondorkan buah lemon ke arah Adline.


"No, Deddy." Adline menolak.


"Mungkin Rangga lagi ngidam, Seperti aku dulu, Mom." Kata Papa Rangga mengingatkan dia dulu seperti itu ketika ngidam.


"Iya, mirip kamu." Mama Rangga mencubit hidung Papa Rangga.


"Sayang, kamu pagi-pagi sudah makan yang asem. Aku takut kamu kenapa-napa." Aku Khawatir.


"Tapi ngga ada rasa mual sama sekali, beda dengan waktu hamil si kembar." Aku memegang perut.


"Iya, itu pindah ke aku sekarang, Yank." Rangga juga memegang perut ku.


Selesai sarapan Para Orangtua sudah pulang kerumah masing-masing, Si kembar sudah berangkat sekolah dan sedangkan Rangga hari ini malas kemana-mana, hanya berbaring di ranjang sambil memelukku. Aku merasa risih dengan kegiatan Rangga, dia peluk aku sambil memainkan tangannya di atas gunung.

__ADS_1


"Yank, kamu ngga kerja." Aku menghentikan tangannya yang sedang mendaki gunung.


"Aku lagi malas, Yank. Aku pengen berduaan sama kamu dan memainkan di gunung besar." Rangga dengan senyum mesumnya.


"Ih, Mesum banget kamu." Aku mencubit tangan Rangga yang tengah asik bermain di gunung.


"Aaawwww... Sakit, Yank. Lagi pula mesum sama istri sendiri ini, Yank." Rangga mencium tengkuk leherku.


"Yank, geli." Aku mendorong kepala Rangga. Tiba-tiba Rangga berlari dan menuju kamar mandi.


"Hhooeekk... Hhooeekk..." Rangga muntah.


"Yank, kamu ngga apa-apa?." Aku Khawatir dan menghampiri Rangga di kamar mandi.


"Aku ngga apa-apa, Yank. Kamu ganti parfum ya, aku ngga suka baunya. Bikin aku mual, Yank." Kata Rangga lemas.


"Iya, nanti aku ganti." Aku tau ini karena Rangga sedang ngidam. Aku membantu Rangga ke Ranjang dan membaringkan tubuhnya. Lalu, aku pergi mandi lagi untuk menghapus parfum di tubuh ku. Kali ini aku hanya memakai minyak telon.


Aku lihat Rangga sudah tertidur, aku menyelimutinya dengan selimut tebal. Kemudian aku mengecup kening Rangga.

__ADS_1


"Kasihan, suami ku. Terimakasih, Yank. Kamu sudah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga, walau kadang kamu itu nyebelin. Tapi ku tetap mencintaimu, My Husband forever. Mmmuuucchhh..." Kata ku memandangi Rangga yang terlelap dan mengecup singkat bibir Rangga.


Aku meninggalkan Rangga di kamar dan menuju dapur untuk memasak makan siang. Ku lihat para ART sudah tengah sibuk menyiapkan masakan.


__ADS_2