
Dua bulan Kemudian.
Sudah dua bulan Rangga di rawat, tapi Rangga tetap belum terbangun dari komanya. Seluruh tubuhnya masih di balut perban.
Sejak Rangga dirawat Rumah Sakit, aku tak nafsu makan, Aku hanya makan sedikit. Bahkan aku tak makan sekali pun, rasanya hidup ku merasa sendiri waktu belum menikah.
Aku menjadi teringat, ketika Rangga melihat ku ngga makan atau makan sedikit. Dia akan marah-marah.
"Sayang, ayo bangun. Aku sangat merindukan kamu." Aku meneteskan air mata.
Rangga perlahan-lahan menggerakkan tangannya, aku teriak senang. Sehinga Para sahabatnya dan dokter menghampiri Reina.
"Ada, Rei?." Tanya Randy memeluk Reina.
"Tadi Rangga menggerakkan tangannya." Kata ku semangat.
Dokter dan Suster menutup tirai.
"Alhamdulillah... Tuan Rangga sudah melewati masa kritisnya, tinggal kita menunggu Tuan Rangga bangun." Dokter menjelaskan
"Benarkah itu, Dok?." Kata ku terbinar.
__ADS_1
"Iya, Nyonya. Sebaiknya saya kembali bekerja, nanti bila ada kejadian apa-apa segera hubungi saya." Kata Dokter dan menuju ruangan.
Di sisi Lain
Ervan dan anak buahnya merasa senang, sekarang perusahaan Pratama Group sudah di pegang oleh Ervan. Tak ada satu pun yang sadar Ervan melakukan kelicikannya untuk mendapatkan perusahaan Pratama Group.
Sudah dua bulan mereka merayakan kemenangannya. Pratama Group tidak bisa berbuat apa-apa, Karena Tuan Dion diancam oleh Ervan. Tuan Dion tidak bisa berbuat apa-apa.
"Hahahaha... Sekarang sudah mendapatkan apa yang ku mau, bocah ingusan seperti Rangga dkknya tak bisa menandingi ku." Ervan senang.
Di tempat Arkana
"Tunggu sampai Tuan yang di rumah sakit bangun, kita akan lanjutkan rencana. Kita biarkan Ervan dan Genknya merasa bahagia dulu." Arkana tersenyum dan membuang puntung rokok.
Di rumah sakit
Rangga membuka mata, dia merasa bingung.
"Sayang, kamu sudah bangun." Aku senang dan memanggil Dokter.
Sebelum dokter datang, ada sesorang utusan Arkana membisikkan Rangga. Rangga menganggukkan kepala.
__ADS_1
Aku datang bersama Dokter dan Suster. Kulihat raut wajah Rangga berubah, dia terlihat bingung.
"Kondisi Tuan Rangga sudah berangsur membaik, Tuan Rangga harus banyak minum obat dan terapi insya Allah tuan Rangga sudah kembali seperti itu." Jelas Dokter.
"Terimakasih, Dok." Aku mengantar Dokter keluar.
Kemudian Para sahabat dan Orangtua berkunjung. Mereka merasa senang melihat Rangga sudah bangun.
"Ya Allah, perasaan apa ini. Kenapa aku merasa dia bukan suamiku. Apa yang harus aku lakukan." Batinku, aku menunduk kepala.
Di tempat Ervan
"Tuan, Rangga sudah bangun dari koma. Apa kita bertindak?." Tanya anak buah Ervan 1
"Nanti saja dulu, biar dia merasakan bangun dari tidur panjangnya. Nanti aku akan kasih dia biar tak bangun-bangun lagi, hahahaha..." Ervan tertawa senang.
Di tempat Arkana
"Tuan saya sudah memberitahu Tuan Rangga rencana selanjutnya, tapi istrinya sangat curiga akan diri tuan Rangga. Kita harus bagaimana?." Tanya salah satu anak buah Arkana.
"Itu lah kekuatan cinta bisa merasakan orang yang sedang kita cintai, Rangga dan Reina itu pasangan sangat cocok. Aku selalu merasa iri dengan mereka, sebaiknya kita tunggu Rangga fit dulu baru kita. Menjalankan rencana kita, yang terpenting adalah semua berkas dari kejahatan Ervan sudah ada di tangan kita. Kamu harus menjaganya, jangan sampai orang tau." Arkana
__ADS_1