Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Adlan Yang Hukum Deddy


__ADS_3

Aku dan Rangga mendatangi Adlan di kamarnya. Aku merasakan debar-debar, bukan debar-debar jatuh cinta melainkan debar-debar aku takut kecewa, Adlan masih marah padaku. Walaupun Adlan itu anakku tetap aja aku takut dia marah, karena kalau sudah marah susah banget di bujuk, tidak seperti Adline yang gampang di bujuk dengan ice krim kesukaannya. Rangga sudah menghapus make up dan berpenampilan ganteng kembali.


"Bismillahirohmanirohim." Aku tarik napas.


"Kamu ngapain tarik napas, Yank. Kita bukan berperang tapi mau ketemu anakmu, istri ku sayang." Rangga menarik hidung ku.


"Ih, sakit tau. Aku gugup aja, Yank. Mau bujuk Adlan gimana, dia kan susah banget di bujuk kalau marah." Aku memukul tangan Rangga dan menyenderkan kepala di bahu Rangga.


"Tenang aja, kamu ngga usah berpikir macam-macam dulu. Yuk kita temui Adlan." Rangga merangkul ku.


Ceklek


Pintu kamar kami buka.


"Assalamualaikum, anak Deddy dan Mommy yang paling ganteng." Rangga tersenyum.


"Kalian ngapain kemari." Sinis Adlan yang duduk di meja belajar sambil memainkan laptopnya.


"Sayang, Deddy dan Mommy mau minta maaf." Rangga membalikan badan Adlan.


"Adlan ngga bisa maafin Mommy, Adlan kecewa sama Mommy." Adlan melipat kedua tangannya.


"Mommy minta maaf, Mommy salah dan kamu juga ngertiin Mommy. Mommy bikin Deddy kaya gitu karena biar Deddy ngga bisa memainkan perasaan Mommy, kamu mau setiap hari Mommy nangis karena Deddy mengulangi lagi kesalahan yang sama dan kamu mau melihat Mommy sakit. Kalau kamu seperti itu berarti kamu kejam sama Mommy." Kata ku sedih dan duduk di pinggir ranjang, air mata tiba-tiba membasahi pipi ku.


Adlan melihat ku yang menangis, lalu dia menghampiri ku.


"Bukan gitu, Mom. Adlan ngga mau Deddy kaya perempuan, Adlan malu nanti di ejek teman-teman punya Deddy banci." Adlan naik ranjang dan memeluk ku. Aku kaget baru kali ini Adlan ngga marah-marah.


"Gini aja Mom, biar aku aja yang hukum Deddy. Nanti Mommy tinggal lihat aja." Adlan senyum licik ke arah Rangga.


"Alhamdulillah Adlan menghukum ku ngga bakal bikin aku malu." Rangga menghela napas.


"Ya udah Deddy dan Mommy siap-siap kita pergi sekarang, sekalian ajak adik-adik." Adlan turun ranjang.

__ADS_1


"Oke, boy." Kata Rangga semangat.


"Kamu kenapa semangat kaya gitu, Yank." Aku melihat Rangga aneh.


"Ngga, Yank. Cuma senang aja kita sekeluarga pergi bersama, ini moment sangat lama kita ngga lakukan." Rangga mencium pipi ku.


"Selain nyebelin kamu aneh juga, Yank." Kata ku.


Kami sudah siap dan langsung menuju mobil.


"Come on Kids, kita masuk mobil." Rangga menepuk tangan dengan semangat. Semua sudah masuk, Rangga melajukan mobilnya. Diikuti satu buah mobil BMW yang isinya bodyguard dan 2 babysitter. Sepanjang jalanan Rangga dan keluarga bernyanyi.


Ayo kawan


Ayo kawan berkumpul


Berkumpul


Bersenang senang semuanya


Jangan segan


Bersama


Menyanyi bergembira


Tepuk tangan


Tepuk tangan


Tepuk tangan


Bergembira (ha ha)

__ADS_1


Sekali lagi


Sekali lagi


Tepuk tangan


Kita semua bergembira


Ayo kawan (berkumpul berkumpul)


Ayo kawan (bersenang semuanya)


Ayo kawan (jangan segan segan)


Ayo kawan (bernyanyi bergembira)


Siap (siap)


Ayo (ayo)


Satu (satu)


Dua (dua)


Satu dua tiga empat


Ayo kawan


Ayo kawan berkumpul


Berkumpul


Bersenang senang semuanya.

__ADS_1


Maaf kalau ada kesalahan penulisan atau ada kata yang kurang berkenan. Author akan memperbaiki nanti. Terima kasih sudah mendukung author. Jangan lupa untuk Vote, like dan komentarnya ya... di tunggu loh... See you...


__ADS_2