
"Iya karena dia sangat mencintai Gue, dia tau wangi tubuh Gue dan tatapan Gue. Hahaha... Orang ganteng tak bisa di lupakan." Rangga PD.
Di Tempat Ervan
"Tuan musuh sudah pergi ke Singapura, gimana kita culik istri Rangga. Biar dia tambah sengsara." Anak buah Ervan.
"Ide yang bagus, laksanakanlah. Jangan sampai orang tau." Ervan mematikan rokok dan pergi.
Anak buah Ervan mengikuti Reina di sebuah pertokoan, waktu Reina memakirkan mobilnya. Tiba-tiba mobil di buka paksa dan Reina di bius. Reina di bawa ke Mobil dan menuju markas.
Di Tempat Arkana
"Maaf, Bos. Nyonya Reina di culik oleh anak buah Ervan." Anak buah Arkana menunduk.
"Sudah ku duga, dia akan masuk perangkap. Panggil Rangga dan Sahabat-sahabatnya kesini." Arkana berdiri dan mengambil berkas.
Rangga dan Sahabat-sahabatnya datang.
"Ada apa Loe manggil kita semua kesini?." Tanya Alex.
"Musuh sudah masuk perangkap." Arkana duduk.
"Maksudnya?." Adi Bingung.
"Ervan menculik Reina, tapi tenang aja di sana sudah sebagaian anak buah ku menyamar sebagai anak buah Ervan." Arkana menjelaskan.
"APA!! Reina di culik." Rangga dan Randy kaget.
"Tenang, Bro. Reina ngga apa-apa disana ada anak buahnya Arkana." Alex merangkul Rangga.
"Kita harus segera bertindak, Gue ngga mau istri Gue kenapa-napa." Rangga agak emosi.
"Sabar, Rang. Kita kesana dengan penyamaran. Leo tetap jadi Loe dan di waktu yang tetap Loe muncul. Untuk sementara Loe memakai topeng terlebih dahulu." Arkana menyusu rencana.
Hari sudah malam, Rangga dan yang lain mulai beraksi. Selama perjalanan mereka bernyanyi untuk menghilangkan ketegangan.
__ADS_1
Ketika siapa saja sendirian
Berdiam diri tak ada hiburan
Jika kau merasakan kesepian
Datang kemari, kita senang-senang
Semua berdiri, waktunya beraksi
Penindasan, kekerasaan gak jaman
Kami datang membawa perdamaian
Ciptakan suasana tak terlupakan
Lantangkan suaramu dan teriakkan
Alunan distorsi, Kotak pun beraksi
Yang ada di sana, yang ada di sini
Semua ikut bernyanyi
Hey, yang datang di sini, jangan bikin keki
Beraksi
Beraksi
Hey, yang ada di sana, semua bernyanyi
Hey, yang ada di sini, semua happy
Hey, yang ada di sana, yang ada di sini
__ADS_1
Semua ikut bernyanyi
Hey, yang datang di sini, jangan bikin keki
Beraksi
Beraksi
Tiba di Markas Ervan.
Anak buah Ervan menyerang Rangga dkk. Mereka saling baku hantam. Leo tetap di posisi di kursi rodanya. Kemudian salah satu anak buah Ervan membawa Leo.
Betapa kagetnya aku melihat Rangga di kursi rodanya.
"Sayang, bukannya kamu sedang berada di Singapura." Kata ku, perlahan-lahan aku mendekati Rangga.
Rangga tetap tak bicara.
"Drama romatis, Gue jadi terharu." Ervan dan anak buahnya datang.
"Siapa Loe dan mau sebenarnya?." Kataku galak.
"Gue sangat suka cewek galak seperti Loe." Ervan memegang Dagu ku.
"Jangan kurang ajar, Gue jijik. Cuh." Aku meludahi Ervan.
"Berani banget Loe sama Gue." Ervan mencekik ku.
*Dor
Dor*
Tangan Ervan terkena tembakan dan melepas cengkaramnya. Aku meneteskan air mata dan tubuhku terasa lemas.
"Jangan sentuh Istri Gue." Kata Pria bertopeng melainkan Rangga menyamar.
__ADS_1
"Kalian kenapa bengong, cepat serang dia." Ervan marah dan menyuruh Anak buahnya menyerang Pria bertopeng.
Antara sadar dan tidak sadar aku melihat diri Rangga di Pria bertopeng.