Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Tania Hamil


__ADS_3

"Hoek...Hoek..." Tania muntah-muntah tapi tidak ada cairan yang keluar. Mendengar Tania muntah-muntah, Randy menghampiri istrinya. Ia memijat-mijat leher Tania lembut.


"Sayang, kamu sakit?kita kedokter yuk." Randy khawatir.


"Aku ngga tau Sayang, rasanya mual dan pusing." Tania lirih. Pandangan Tania buram dan jatuh pingsan. Randy menggendong Tania dan langsung menuju mobil.


"Sayang, bangun." Randy cemas.


Sesampai di rumah sakit Tania langsung di tanganin Dokter Alvin yang merupakan teman SMAnya dulu.


"Vin, gimana istri gue?apa dia baik-baik aja." Randy penuh khawatir.


"Bini Loe kagak sakit, Bro. Melainkan bini Loe hamil, selamat ya." Dokter Alvin tersenyum.


"Jadi bini gue hamil, Vin." Randy matanya terbinar-binar.


"Benar, Bro. Usia Kandungannya saat ini baru 3 minggu. Loe harus perhatikan makanannya harus yang mengandung zat besi, karena bini loe tensi darahnya turun." Dokter Alvin menjelaskan.


"Ok, Bro. Makasih ya." Randy menepuk pundak Dokter Alvin dan melihat keadaan Tania.

__ADS_1


Tania membuka matanya pelan-pelan dan melihat sekeliling, merasa asing di ruangan.


"Sayang, kamu sudah bangun." Randy memegang tangan Tania.


"Ini dimana, Yank." Tania merasa aneh.


"Ini di rumah sakit, Sayang. Tadi kamu pingsan jadi aku bawa kamu kesini." Kata Randy.


"Aku sakit apa?." Kata Tania.


"Kamu ngga sakit apa-apa, disini ada adik si kembar." Randy mengelus perut Tania.


"Benarkah." Mata Tania terbinar-binar.


Tania tiba-tiba meneteskan air mata. Merasa bahagia bisa hamil lagi, tapi juga merasa takut melahirkan lagi. Karena sakitnya melahirkan.


"Hei, kenapa menangis." Randy memegang pipi Tania.


"Aku takut melahirkan, Yank. Sakitnya masih terasa." Tania menundukkan kepala.

__ADS_1


"Kamu ngga usah takut, karena setiap wanita akan merasakan namanya hamil dan melahirkan itu sudah menjadi kewajiban seorang wanita. Kamu tenang saja aku akan selalu disampingmu, sudah jangan nangis lagi malu, sudah menjadi ibu tapi cengeng." Randy menenangkan Tania.


"Terimakasih, Yank. Kamu menjadi suami yang selalu disampingku, kamu selalu bisa menenangkan aku. Aku bersyukur punya suami seperti mu." Tania memeluk Randy.


Kemudian Randy memberi kabar Tania hamil ke para orangtua dan sahabat-sahabatnya, mereka sangat senang mendengarnya. Terutama anak mereka Daffa dan Daffi, mereka sangat semangat dan menyiapkan hadiah untuk adik mereka ketika lahir.


"Afa, aku mau kasih Debay boneka biar nanti Debay kita perempuan." Kata Daffi membungkus boneka.


"Ngga Debay kita harus laki-laki, biar bisa main sama kita. Aku sudah beli mobil-mobilan dan Robot-robotan." Daffa ngga mau kalah.


"Harus perempuan pokoknya." Teriak Daffi


"No laki-laki." Daffa juga ngga mau kalah


Keributan mereka untuk jenis kelamin Debaynya, terdengar hingga membuat Tania dan Randy tidur, terbangun karena teriakan Si kembar. (Tania sudah boleh pulang sorenya, karena Tania ngga sakit apa-apa).


"Hai, Boys. Kalian kenapa ribut-ribut, kasihan Bunda dan Debay yang sedang tidur jadi kebangun. Gara-gara dengar suara kalian yang berisik, mang ada apa?." Randy berjongkok.


"Ini, Yah. Aku ingin Debay nanti perempuan jadi aku kasih boneka." Kata Daffi yang memegang boneka yang sudah hampir terbungkus.

__ADS_1


"Ngga harus laki-laki, Yah. Kan enak di ajak main." Kata Daffa ngga mau kalah


Mohon dukungannya, ya. Jangan lupa di vote, like dan komentarnya. Di tunggu loh... Love you....


__ADS_2