Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Penculikan


__ADS_3

Tiba-tiba ada orang berjas hitam dan berbadan kekar, mereka menghancurkan barang-barang.


Anak-anak langsung memeluk ke Mommy, mama, Bunda, Mami dan Uminya. Mereka sangat ketakutan dan menangis.


"Kalian mau apa?." Ketua ku berusaha melindungi buah hati ku dan yang lain.


"Serahkan anak-anak kalian." Pria satu.


"Ngga, enak aja. Kalian siapa?." Chika memeluk anaknya.


"Sudah bos sikat aja, bawa sekalian induknya juga. Lumayan buat icip-icip." Pria dua(anak buahnya).


"Baik, cepat bawa mereka semua ke mobil." Perintah Pria satu, lalu pergi menuju mobil.


Anak buah pria itu mendekat ke arah kami, aku dan the genk berusaha melindungi anak-anak. Tapi karena kekuatan kami jauh dari mereka, terpaksa kami menyerah tak ada tenaga lagi.


Anak-anak tambah ketakutan dan histeris. Kami di masuk ke dalam mobil box.


"Sabar, sayang. Tenang masih ada Allah dan Umi yang akan melindungi kalian." Latifa menenangkan anaknya.


"Jangan menangis." Tania memeluk Rania.


"Mommy, maafkan kami. Coba aja, kami ngga ngerjain Deddy." Adlan menunduk sedih.


"Sudah jangan bersedih, lebih baik kita saling menguatkan dan melindungi. Buat rencana bagaimana kita bisa keluar." Aku memeluk Adlan.


"Deddy akan cepat menemukan kita, karena Deddy sudah memasang alat pelacak di kalung ku ini." Bisik Adline.


"Kami juga menyimpan ponsel di sepatu." Daffa membuka sepatu dan memperlihatkan ponsel tersimpan di sepatu.

__ADS_1


"Sepatu ini aku yang rancang bilang keadaan mendesak bisa aku gunakan." Daffi membanggakan diri.


"Bagus juga kamu, cepat beri kabar tim Deddy's." Adlan menepuk pundak Daffi.


Di Sisi lain.


"Gila itu mereka ngerjain kita hampir semaput." Rio menggelengkan kepala.


"Iya, gue ngga abis pikir mereka bisa sampai buat jus beracun gitu. Amit-amit jangan sampai putri gw, kaya anak loe pada." Alex memukul keningnya.


"Sue, loe." Rangga mengetok kepala Alex.


"Eh, tunggu kenapa berantakan banget dan kemana mereka semua?." Randy merasa agak cemas.


"Ah! Loe ngga tau aja tingkah anak dan bini." Adi menyenggol bahu Randy.


Ting Bunyi ponsel Randy.


Randy terbelalak matanya dan memberikan ponselnya ke sahabatnya.


"Pasti mereka mau ngerjain kita itu, sudah jangan percaya lagi sama anak-anak." Rio tidak percaya.


Ting Ponsel Randy berbunyi kembali.


Kami Benar-benar di culik Pap, kami berada di mobil box tertutup.


Daffi mengirim pesan dan juga foto.


"Jadi benar mereka di culik, Rang cepat cek keberadaan mereka." Alex panik.

__ADS_1


"Dari tadi gue sudah cek, mereka menuju Bandung. Gue juga nyuruh anak buah mengikuti mereka." Jawab Rangga sambil memainkan ponselnya.


"Gila secepat itu mereka sampai kesana?." Adi merasa takjub.


"Namanya juga dunia novel, hehehehehe... Sory ya thorr." Alex menyatukan kedua tangan.


(Sue Loe Lex... Hehehe.) Author.


Mereka semua langsung menuju ke Bandung dengan kecepatan maksimal, karena hari memang sudah terlalu malam dan tidak ada kendaraan yang lalu lalang. Mereka seperti pembalap mobil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Hai Reader Apa kabarnya kalian?pasti baik-baik aja walau kita semua lagi dalam cobaan, kita harus tetap semangat ya...

__ADS_1


Maafkan kesalahan Author atas alur cerita yang ngga nyambung dan banyak kesalahan atau ceritanya tidak menarik. Karena Author masih pemula penuh perbaikan cerita...


Terimakasih sudah mendukung Author ya... Doain Author biar bisa menulis cerita yang menarik bagi kalian, sekali lagi terimakasih. Salam sayang dari Author***...


__ADS_2