Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Pencarian Reina


__ADS_3

Siska melihat Rangga merasa kasihan, lalu mendekatinya.


"Rang, maafin gue." Siska memegang tangan Rangga.


"Sekarang Loe pergi dari hadapan gue." Rangga menepis tangan Siska. Lalu beranjak pergi.


"Loe mau kemana?." Alex menghadang Rangga.


"Gue mau nyari bini gue, awas jangan ngalangin gue jalan." Rangga marah dan mendorong Alex. Rangga pergi dengan tertatih jalannya.


Randy dan Dkk ikut mencari Reina mereka sangat khawatir. Karena pergi dalam keadaan hamil muda.


Di perjalanan Rangga merasa menyesali perbuatannya.


"Sayang, kamu dimana. Aku minta maaf, jangan tinggalkan ku sendiri."


Sudah penjuru kota dan tempat Reina biasanya pergi sudah mereka lalui, tapi Reina tak ada juga. Sampai para orangtua menyuruh anak buahnya mencari di berbagai daerah. Tapi Reina masih tetap belum ketemu.


Rangga saat ini sangat kacau dan penampilan ngga tau lagi berantakan, ia tak mempedulikannya lagi. Dia sungguh menyesali perbuatannya.


Si kembar Adlan dan Adline sangat sedih, setiap hari mereka menangis dan tak mau sekolah.

__ADS_1


sudah hampir satu tahun mereka belum juga menemukan Reina, Rangga benar-benar frustasi. Tak tau harus mencari kemana lagi.


Rangga sudah mencari ke kota, desa dan bahkan keluar negeri. Tetap aja Reina tidak ketemu.


Di sisi Reina


Reina sudah melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, Ibu Kokom dan Pak Paijo sangat senang sekali. Mereka merawat Reina dan Anaknya penuh kasih sayang.


"Bu akhirnya kita punya cucu cantik sekali, seperti kamu Neng." Pak Paijo menggendong anak ku. Ku lihat wajah Ibu Kokom dan Pak Paijo sangat senang, atas kehadiran putriku.


"Iya, Pak. Kita berasa seperti orangtua benaran." Ibu Kokom mencium Putri ku.


"Kami sangat senang kamu berada di kehidupan kami, jadi kami merasa mempunyai anak dan sekarang cucu yang cantik lagi." Ibu Kokom menciumi ku.


"Aku bangga mempunyai orangtua seperti kalian." Aku masih memeluk Ibu Kokom "sebenarnya aku rindu rumah. Tapi sakit hati ini masih terasa." Batin ku.


"Neng, sudah punya nama buat si cantik." Tanya Pak Paijo.


"Lom, Pak." Kataku, karena aku tak memikirkan terlalu larut kesedihan.


"Bapak mau kasih nama Chayra Ainin Qulaibah yang artinya Kebaikan yang berasal dari mata hati yang suci." Pak paijo memandangi putri ku.

__ADS_1


"Nama yang bagus, kamu suka. Neng." Tanya Ibu Kokom.


"Iya bu, aku suka. Terimakasih pak, sudah memberi nama yang bagus buat putriku." Aku tersenyum.


Karena aku lahiran normal siangnya, aku di perbolehkan pulang oleh bidan.


Para tetangga mendatangi rumah Ibu Kokom dan Pak Paijo untuk melihat Putriku, tapi ada pula yang menghujatku. Aku melahirkan anak, tapi tak punya Ayah. Aku di bilang ja***ng, simpanan lelaki atau apalah. Tap aku ngga peduli


Aku yakin kalau mereka tau siapa aku sebenarnya mereka akan cari muka. Aku cuma pasrah hujatan mereka, asal jangan menghujat Ibu Kokom atau Pak Paijo. Karena mereka seperti orangtua kandung ku sendiri, Aku akan marah kepada mereka yang menghujat.


.


.


.


.


.


Hai Readers, mohon dukungannya untuk pengajuan kontrak, jangan lupa Vote, Like dan Komentarnya, ya aku tunggu... Biar Author semangat baru nih Upnya.... Aku sayang kalian semuanya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2