
Aku melihat muka Rangga tiba-tiba pucat, aku tertawa karena dua buah hatinya akan menghukumnya.
"Kamu yang sabar, ya." Aku menepuk pundak Rangga dan tertawa, "padahal aku dan Si kembar hanya pura" Batin ku.
"Tega sekali mereka sama Deddy, Yank." Rangga mengusap muka.
"Hahaha... Itulah akibatnya Loe membuat Mommynya pergi lama, Gue jadi ngga sabar Loe di hukum sama Si kembar. Dua anak Loe itu terkenal sadis bilang ada yang ganggu, hahahaha... bisa kau mati di tangan anak mu sendiri, hahahaha..." Alex senang mengejek Rangga.
"Sue Loe, pengen banget gue mati gitu. Tapi sebelum Gue mati Loe dulu Gue bunuh." Rangga memelintir tangan Alex.
"Aduh, kok kalian malah berantem. Neng gimana nih, mereka saling bunuh membunuh." Asep panik.
"Tenang, Sep. Mereka itu kalau sedang bercanda kaya gitu, apalagi kalau sudah ngumpul semuanya." Jelasku.
__ADS_1
"Seram banget, ya. Neng, mereka bercandanya. Orang kota aneh-aneh." Asep masih tercengang melihat Rangga dan Alex bercanda.
Rangga mengajakku perkebunan, saking posesifnya Rangga sepanjang jalan menggandeng tangan ku. Ku mendengar desah-desuh masyarakat, mereka masih saja menghinaku. Rangga melihat ku dan menghentikan jalannya.
"Selamat pagi semua, saya ingin memberitahukan wanita di samping saya ini bukanlah wanita penggoda, simpan atau apalah. Wanita ini adalah istri tercinta saya, siapa yang menghina dia. Langsung berurusan dengan saya." Rangga tegas.
"Tapi tuan dari awal dia menginjak di desa ini selalu membuat masalah, dia melahirkan anak tapi ngga tau ayah si bayi itu kemana. Dan dia juga menggoda pria kaya di desa ini." Kata wanita seksi yang bernama Ira. Rangga mendengar menjadi geram.
"Kurang ajar Loe, asal Loe anak itu anak saya. Mulai saat ini saya ngga mau lihat wanita ini di desa ini berserta keluarganya." Rangga marah.
"Maaf saya tuan, nyonya, saya ngga tau kalau Neng istri tuan." Ira ikut berlutut.
"Loe sudah kelewatan dan menyebar gosip murahan ini Loe kan. Loe ngga pantas di maafkan." Rangga tambah marah.
__ADS_1
"Sayang, sudahlah. Kamu jangan seperti itu, kasihan mereka mau hidup dimana, disini tempat mereka mencari nafkah. Aku ngga mau kamu jadi orang yang kasar." Aku memeluk Rangga untuk memenangkannya.
"Lihat orang yang Loe hina, tapi masih bersikap baik. Kalau bukan kebaikan istri saya kalian sudah ku abisin, dengan berat hati saya memaafkan kalian dan ini juga peringatan bagi kalian semua. Siapa aja yang menghina atau menghujat sesama warga disini segera usir dari desa ini, catat ini Pak Kades peraturan baru." Rangga tegas.
"Kang Bos kalau sudah marah serem, melebihi binatang buas." Bisik Asep ke Alex.
"Iya, yang bisa nenangi cuma Reina." Alex menggeleng melihat Rangga marah.
"Neng sangat beruntung mempunyai suami seperti kang bos yang sangat mencintainya." Tambah Asep.
"Justru Rangga yang sangat beruntung mendapatkan Reina, karena Reina wanita terhebat yang bisa menenangkan si binatang buas ini kalau marah. Hahahaha...." Alex tertawa.
Rangga tersenyum dan memelukku
__ADS_1
"Maaf aku datang terlambat menemukanmu, hingga kamu banyak hinaan dan hujatan." Rangga memegang tangan ku.
"Ngga apa-apa, yang terpenting kamu sekarang sudah datang dan membantu untuk mengklarifikasi semuanya pada semua warga." Kataku