
Alex mendekati Latifa, lalu Alex mencium bibir Latifa dan tangannya sudah menjelajah kemana-mana. Setiap inci Alex menciumi tubuh Latifa dan meninggalkan tanda merah.
"Loh, kok berdarah. Padahal belum gue apa-apain." Alex melihat darah di daerah ****** Latifa
"Masya Allah, Aku datang bulan." Ucap Latifa dan mendorong Alex. Lalu pergi kekamar mandi.
"Sial, kenapa juga bulan pake datang. Malah si Otong sudah tegang banget lagi." Kesel Alex. Latifa keluar kamar mandi dan mendekati Alex.
"Maaf, ya." Latifa malu.
"Ngga apa-apa, gue bisa tahan kok. Nanti kalau sudah selesai datang bulan, kasih tau. Ya." Ucap Alex yang memeluk Latifa.
"Sebenarnya gue kecewa, ya mau gimana lagi. Gue harus kontrol agar otong ngga bangun-bangun. Sabar ya tong." Batin Alex
Keesokan Pagi
Latifa membangunkan Alex untuk melaksanakan sholat subuh.
"Lex, bangun sudah subuh. Kita sholat subuh berjamaah." Latifa menggoyangkan tubuh Alex.
__ADS_1
"15 Menit lagi, Mah. Alex masih ngantuk." Alex masih memejamkan matanya. Latifa tersenyum melihat tingkah lucunya Alex. Latifa mendekati telinga Alex.
"Alex, sayang. Aku Latifa istrimu." Bisik Latifa. Sontak Alex kaget dan langsung membuka mata. Lalu, menatap Latifa.
"Masya Allah, gue lupa kalau gue dah nikah. Tadi kamu ngomong apa?, coba ulangi." Alex bangun.
"Mmm... Bangun sholat dulu, nanti aku kasih tau." Latifa malu-malu dan menuju kamar mandi.
Latifa keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di tubuh putih dan seksinya. Alex yang masih duduk di ranjang, menatap Latifa dan menelan ludah. Lalu menghampiri Latifa dan memeluknya dari belakang.
"Kamu mau menggodaku, ya." Alex menciumi leher Latifa.
"Aku pengen nih." Bisik Alex.
"A-Alex a-aku lagi halangan." Latifa gugup.
"Sue. Gue lupa, **** otong dah bangun lagi." Batin Alex frustasi. Alex langsung kekamar mandi dan bermain sendiri. Tak lama kemudian Alex keluar dari kamar mandi dan bersiap-siap untuk sholat, walau Alex terkenal anak nakal tapi yang namanya sholat itu yang paling utama.
Setelah selesai sholat subuh, Alex melanjutkan tidurnya dan Latifa menyiapkan sarapan. Alex tidur merasa gelisah, dia masih membayangkan tubuh Latifa yang putih mulus dan seksi. Alex uring-uringan dan merasa frustasi.
__ADS_1
"Shitt... Gue bisa stress sendiri mikirin tubuh Latifa yang menggairahkan. Tong sabar napa, Loe jangan bangun mulu." Batin Alex dan mengacak-acak rambut Alex.
Latifa sedang menata makanan di atas meja makan. Alex melihat Latifa yang sedang menata makanan di meja, Alex tersenyum.
"Pagi sayang." Ucap Alex.
"Pagi." Latifa.
"Assalamualaikum mantu Umi yang ganteng, gimana tidurnya nyenyak?." Umi yang sudah berdiri disamping Alex.
"Assalamualaikum Umi cantik, alhamdulillah Umi." Alex menciumi tangan Umi dan Abi.
"Gimana kamu sudah belah duren." Bisik Abi untuk mengoda Alex.
"Boro-boro, Bi. Orang Lampunya merah tiba-tiba di tengah jalan." Kata Alex.
"Hahahaha... Sabar ya, Tong." Abi menepuk pundak Abi.
Setelah sarapan Alex menelpon Asisten untuk mengantar pakaian kerjanya. Karena acara pernikahannya yang dadakan, Alex tak membawa baju ganti. Alex dari semalam memakai pakaian Abi.
__ADS_1
"Abi, Umi. Boleh kah nanti saya dan Latifa tinggal di rumah yang sudah saya beli?." Tanya Alex penuh hati-hati.