Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Bermain Di Pantai


__ADS_3

Setelah Kami sarapan, Kami ke pantai. Sahabat-sahabat ku juga menyusul kami ke pantai. Vino juga mengajak adiknya bernama Vina.


Vina sangat senang bermain dengan Chayra yang sudah beranjak 7 bulan.



Aku menemani Si Kembar berenang di pinggiran pantai.


"Kalian mau minum?." Tanya Vino.


"Boleh." Kata Ku.


"Baik, nanti kalian ke tenda ya. Aku beli minum dulu." Vino dengan gaya cool membuat para cewek histeris.



Wajah Vino sangat tampan, dia basteran Indonesia dan London. Wajahnya Vino seperti orang bule, karena wajahnya mirip dengan Papanya yang asli orang London, sedangkan Vina mirip Mamanya yang asli orang Indonesia, karena dia terlihat manis.


Kami sedang bersantai di tenda, di kagetkan kedatangan Sahabat-sahabat ku menjadi suasana menjadi ramai. Kami bersenang-senang kembali.


Vino mengajak anak-anak bermain bola. Aku dan Sahabat-sahabat ku berselfi dengan berbagai macam pose di temani Vina yang tak kalah pose uniknya.


"Kak, walau kalian sudah punya anak. Tapi masih eksis dan ngga kelihatan punya anak, Vina minta resepnya apa dong?." Vina manja.


"Mmm... Kita ini hidup rileks aja, walau ada masalah yang kita hadapi. Tetap Kita harus rileks dan senyum, itulah membuat kita awet muda." Kata Audy mengacak-acak rambut Vina. Aku mendengarnya hanya menggeleng-geleng.

__ADS_1


"Bukan hanya itu aja, kita harus banyak-banyak ibadah dan sedekah." Tambah Latifa.


"Iya, Bu Haji Latifa." Serentak.


"Ih, kalian mah." Latifa cemberut.


"Hahaha..." Ketawa bersama.


"Btw hari sudah sore, kita pulang ke hotel yuk." Kata ku


"Tunggu sunset aja tanggung." Ucap Chika.


"Iya, nih ngapain si buru-buru." Kata Audy.


"Iya, kita pulang." Serentak.


Kami semua pulang, sesampainya di hotel kami membersihkan diri.


Di Jakarta


Rangga dan Sahabatnya bersiap-siap mau menyusul para istri di Bali, karena mereka menggunakan pesawat pribadi jadi keberangkatannya bisa di atur sendiri.


"Rang, Gue mohon abis ini. Jangan pernah Loe membuat Reina menangis, kalau itu terjadi Gue ngga segan-segan menghabiskan Loe. Walau Loe itu sahabat Gue." Tegas Randy.


"Gue ngga akan, Gue akan menjaga dan tak akan membuat Reina menangis. Malah akan Gue buat bahagia sampai Gue sudah tak berdaya lagi untuk membahagiakan mereka." Rangga menepuk pundak Randy.

__ADS_1


Di Bali


Di pagi harinya, Adlan sedang menggendong Chayra dan sedangkan Adline memberikan Chayra makan. Ku melihat dan mefoto mereka yang sedang merawat adiknya.


Tok... Tok... Tok...


Pintu di ketuk, lalu aku membukanya. Ternyata Vino.


"Ada apa, Vin?." Tanya Ku.


"Aku ingin mengajak mu kesuatu tempat, tapi jangan ajak anak-anak mu. Karena nanti di sana ngga ada yang menjaganya." Kata Vino.


"Aku ngga bisa meninggalkan anak-anak ku." Kata ku.


"Biar kami aja yang menjaga anak-anak Loe." Tania datang bersama yang lain.


"Mmm... gimana ya?." Aku ragu untuk meninggalkan anak-anak ku.


"Sudah Loe ngga usah Khawatir." Kata Chika.


"Iya, sudah sana pergi." Audy mendorong ku hingga aku jatuh kepelukan Vino.


"M-maaf." Kata ku melepas pelukan Vino.


Maaf kalau ada kesalahan penulisan dan ngga nyambung. Jangan lupa Vote, like dan Komentarnya. Di tunggu... Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2