
Kami sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta, Rangga menyediakan 2 helikopter.
"Jakarta I'm coming..." Teriak Si kembar, ketika helikopter sudah melambung ke udara.
Tak butuh waktu lama tiba di Jakarta, 2 helikopter sudah mendarat di sebuah Mansion.
Halamannya begitu luas dan mengagumkan. Mereka turun.
"Deddy ini Mansion siapa?." Adline bingung.
"Punya kita, sayang. Kita semua pindah kesini, ayo masuk." Rangga menggandeng Si kembar.
Kami memasuki Mansion ku lihat.
Aku menuju kamar utama.
Bentuk kamarnya sangat luas di banding Mansion kami yang sebelumnya.
Adlan dan Adline betapa senangnya bentuk kamarnya sangat mereka sukai
Kamar Adlan.
Kamar Adline, penuh warna kesukaannya.
Rangga menujukkan kamar Vino dan Vina
__ADS_1
Kamar Vino
Kamar Vina
Aku keluar kamar dan menuju kamar Cayra.
Ini tempat tidur.
Di sisi lain.
Rangga merancangnya dengan kemauan Si kembar. Rangga menghampiri ku di kamar Cayra.
"Maaf ya, sayang. Aku ngga bisa merancang Mansion seperti negara korea kesukaan mu, tapi tenang aku mempunyai taman seperti di Korea." Rangga memeluk ku.
"Dimana sayang?." Tanya ku semangat.
Kami berjalan menuju taman dan ada danau juga.
Benar-benar seperti di Korea. Aku dan Vina merasa senang, karena kami pencinta darkor. Aku menitipkan Cayra ke Rangga, lalu menarik tangan Vina menuju jembatan.
"Sumpah kak, ini kita kaya berada di Korea dan ada pohon bunga sakura asli banget lagi. Kayanya kita bakal betah di sini terus kak. Aku ngga Rangga bisa merancang ini semua demi kak Reina." Kata Vina kagum.
"Iya, Vina. Aku juga sangat ngga nyangka sikap Rangga, penuh misteri dan dadakan. Tinggal dia telp tidak ada waktu sebulan, ini Mansion sudah jadi dan sudah di isi perabotan." Aku melebarkan tangan menghirup udara segar.
"Sultan mah bebas, Kak. 😂😂😂" Kami berdua tertawa, sehingga Rangga dan Vino bingung. Kemudian menghampiri Reina dan Vina.
"Kayanya senang banget, boleh ikutan ngga?." Rangga berdiri di samping Reina.
"Tatata... tatata... tatata..." Cayra sudah bisa ngoceh-ngoceh.
"Aduh! anak Mommy sangat menggemaskan." Aku menciumi pipi embul Cayra.
"Sini kak Rangga, biar Cayra aku gendong." Vina menawarkan diri untuk gendong Cayra.
__ADS_1
"Wah! kamu tau aja, kakak mau romantis-romantisan bersama Istri kakak, makasih ya Vina." Rangga memberikan Cayra ke Vina.
"Kak, aku ke dalam dulu, kasihan Cayra di luar sangat dingin." Vina langsung masuk Mansion bersama Vino. Setelah Vino, Vina dan Si kembar masuk kedalam Mansion. Rangga memeluk Ku dari belakang dan mengecup leher ku.
"I Love you, sayang." Bisik Rangga.
"I Love you too." Aku membalikan badan dengan sigap Rangga mencium bibirku.
"Huft... Huft..." mengatur napas gara-gara ciuman hotnya Rangga.
Terangnya rembulan
Temani tidur ku
Warnai malam gelap
Menuju alam mimpi
Esok hari
Akankah ku bangun dengan senyum
Senyuman bahagia
Melihat senyum indahnya
Esok hari
Ku mau maafkan ku
Ku mau bersama
Sampai kapanpun jua
Maukah kau bersama
Maukah kau memaafkan
Diriku yang penuh salah
Diriku yang tak sempurna
Rangga memeluk ku dan mencium bibir ku. Aku sangat terharu dan terlena dengan sikap Rangga, Dia begitu romantis.
__ADS_1
"Kita akan selalu bersama menua dan ajal menjemput kita." Tambah Rangga.