
Aku dan Rangga sangat bahagia kedatangan Baby Adlan Dan Adline di tengah-tengah kehidupan rumah tangga Kami. "Baby Adline dan Baby Adlan sudah mandi." Rangga mencium pipi Baby Adlan Dan Baby Adline.
"Ya, dong Deddy. Emangnya Deddy masih bau asem." Ledek Aku.
"Bau asem gini Mommy suka kan?." Rangga memeluk ku.
"Jadi suami nyebelin banget, sana mandi." Aku mendorong Rangga.
"Mandiin, masa cuma Baby Adlan Dan Baby Adline yang di mandiin Deddy ngga." Rangga merengek kaya anak kecil.
"Ngga mau, mandi sama kamu bisa 1 jam." Aku menolak.
"Nanti main cepat, yank." Rangga memegang tanganku.
"Kamu lupa, ya. Kita jangan berhubungan dulu sampai 40 hari." Aku melepas tangan Rangga.
"Ya, udah dech. Terpaksa otong main sendiri dikamar mandi." Rangga cemberut dan masuk ke kamar mandi.
Mumpung Baby Adlan Dan Baby Adline sedang tidur aku memompa Asi untuk persediaan nanti. Karena Asi ku keluar banyak.
Sesudah persediaan cukup banyak, lalu aku masukan semua botol Asi ke dalam freezer.
__ADS_1
Rangga datang membawa makanan.
"Yank, makan dulu. Nih sudah aku bawain." Rangga meletakkan makanan di atas meja.
"Terima kasih, sayang. Mmuuaacchh... " Aku mencium pipi Rangga.
"Kamu menggoda ku, ya." Rangga memeluk ku.
"Apaan si. Dah, aku mau makan." Aku melepas pelukan Rangga. Aku mengambil makanan dan memakannya.
"Yank, di lemari kok ada seprei berdarah itu apa?." Tanya ku mengunyah makanan.
"Darah perawan kamu." Jawab Rangga santai.
"Pelan-pelan dong sayang. Nih minum dulu." Rangga memberikan segelas air putih.
"Abis kamu, itu kan jorok. Bisa banyak kuman." Aku meletakkan gelas di atas meja.
"Buat kenangan, yank. Lagi pula itu dah steril kok." Rangga mencubit pipi ku. Tiba-tiba Baby Adlan menangis dengan sigap Rangga langsung menggendong Baby Adlan. Rangga Sudah terbiasa menggendong Baby Adlan dan Baby Adline.
(Contoh seperti ini**)
__ADS_1
Rangga sangat sayang dan perhatian kepada anak-anaknya. Ketika Baby Adlan Dan Baby Adline menangis dengan sigap Rangga langsung menggendong Si kembar. Walau keadaan lelah atau sedang tidur dia tetap tidak membiarkan anak-anaknya menangis terlalu lama.
Pernikahan Randy dan Tania di tunda dulu tunggu sampai 40 hari baby Adlan dan Baby Adline.
Setiap hari rumah kami rame, kedatangan kedua orang tua aku dan Rangga dan sahabat-sahabat kami. Mereka selalu berkunjung untuk melihat Baby Adlan Dan Baby Adline yang lucu dan menggemaskan.
"Yank, kalau anak kita lucu kaya gini. Aku mau punya anak yang banyak, biar rumah ini selalu ramai. Dengar tawa, canda dan tangisan." Rangga memeluk ku dari belakang.
"Tunggu Si kembar 5 tahun dulu." Ucap ku.
"Kelamaan, Yank." Ucap Rangga.
"Aku masih takut pas kemarin di jahit, masih nyeri dan sakit." Kata ku melepas pelukan Rangga.
"Terserah kamu aja, yang penting kita punya anak lagi selain Si kembar." Kata Rangga kekeh.
"Iya, sayang ku, cintaku dan my husband. Mmuuaacchh..." Aku mengecup bibir Rangga berkali-kali.
"Kamu menggoda ku, ya." Rangga narik pinggang ku.
"Apaan sih, dasar mesum." Kata ku mencoba melepas pelukan Rangga.
"Mesum sama istri sendiri." Kata Rangga yang ngga mau melepas pelukan.
__ADS_1
Mohon dukungannya, biar Author semangat lagi dan up yang banyak. Jangan lupa Vote, like dan komentarnya ya, biar Author semangat. Terimakasih sebelumnya. Aku sayang kalian semuanya.