Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Reina Pergi


__ADS_3

"Neng, sekarang mau kemana?." Tanya Pak Paijo.


"Saya ngga tau, Pak. Saya ngga ada tujuan, intinya saya mau menenangkan diri dulu." Aku sedih.


"Ya sudah kamu tinggal sama ibu aja, kebetulan Ibu dan Bapak ngga punya anak. Jadi untuk sementara kamu tinggal aja sama ibu dan Bapak, anggap aja Ibu dan Bapak sebagai orangtua kandungan kamu." Ibu Kokom merasa ngga tega melihatku sedih.


"Iya, Neng. Kamu disini aja. Kalau kamu ada masalah bisa bilang ke Bapak dan Ibu, mungkin Bapak dan Ibu bisa membantu kamu." Pak Paijo melihat ku, beliau langsung tau kalau aku sedang ada masalah.


"Nanti saja, Pak. Kasihan Neng Reina pasti kecapean, biar dia istirahat dulu. Besok kita tanya lagi ke dia." Ibu Kokom menepuk pundak Pak Paijo.


"Ya sudah, IBu bawa Neng Reina kekamar. Biar Bapak yang jaga warung aja." Perintah Pak Paijo.


"Iya, Pak. Yuk, Neng. Masuk dan istirahat." Ibu Kokom mengajak ku masuk kerumahnya yang terbuat dari kayu, walau kecil rumah ini sangat nyaman. Karena udaranya sangat sejuk.


"Maaf, Ya. Neng. Rumah Ibu jelek." Ibu Kokom merapihkan tempat tidur.


"Ngga apa-apa, Bu. Justru saya yang ngga enak sudah merepotkan Bu Kokom dan Pak Paijo." Kata ku masih canggung.


"Saya senang, Neng. Berkunjung kemari, saya berasa mempunyai anak. Boleh saya peluk, Neng." Ibu Kokom ramah.


"Boleh, Bu. Makasih ya, Bu." Aku memeluk Bu Kokom.


"Sama, Neng. Dah kamu istirahat aja." Ibu Kokom membantu ku menyelimuti.

__ADS_1


"Sekali Lagi terimakasih, Ya. Bu." Aku merasa tenang saat ini melihat Ibu kokom yang ramah dan baik.


"Iya, Neng." Ibu Kokom menutup pintu dan kembali menemani Pak Paijo di Warung.


Di sisi Lain


Audy, Tania, Chika dan Latifa mencari-cari Reina. Karena sudah lebih 30 menit Reina belum kembali ke toilet dan betapa kagetnya mereka melihat Rangga sedang berpelukan dengan seorang gadis.


Ppllaakk


Tania menampar Rangga.


Audy menemukan Ponsel Reina yang terjatuh di lantai.


"Loe itu dah punya anak dan bini." Tania Marah.


"Tan, ini Ponsel Reina." Audy memberikan Ponsel ke Tania.


"Gara-gara Loe selingkuh, sahabat gue menghilang sekarang." Tania menampar Rangga yang kedua kali.


"Maksud Loe apa si." Rangga masih menyangkal.


Ppllaakk. Chika menampar Rangga juga.

__ADS_1


"Loe itu pelukan sama j****ng Siska, Reina hilang tadi gue cek kepakiran mobilnya sudah ngga ada." Chika emosi.


"Ada apa ini." Randy datang bersama yang lainnya.


"Ini, Yank. Kelakuan sahabatmu ini, Reina pergi." Tania emosi.


"Emang apa yang di lakukan." Tanya Adi bingung.


"Dia itu pelukan sama ja**** ng ini." Chika menunjuk-unjuk Siska.


"APAA!!." Serentak.


Bbuugg. Randy memukul Rangga. Alex dan Rio memegang tangan Randy. Adi membantu Rangga yang sudah lemas.


"Lepasin gue, gue pengen kasih pelajaran buat dia." Randy berusaha melepaskan pegangan Alex dan Rio.


"Loe tenang dulu, kita hubungi orang rumah dulu mungkin Reina sudah balik." Alex menenangkan Randy.


"Aku sudah hubungi rumah Reina dan orangtuanya, tapi Reina ngga ada dan anak-anak masih dirumah." Latifa memberitahukan.


Rangga menangis dan menyesali kesalahannya. Lalu dia memukul dirinya sendiri.


"Gue be***, gue bo***h." Rangga memukul dirinya sendiri.

__ADS_1


"Sudah, Rang. Kita sekarang cari Reina dulu." Adi memegang tangan Rangga.


__ADS_2