Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Hukuman Rangga 2


__ADS_3

"Tapi nanti siang ada meeting, gimana dong." Rangga berbohong.


"Kan Deddy CEO, bisa menyuruh karyawannya bekerja. Buat apa punya perusahaan, tapi Deddy juga yang turun tangan." Adlan meniru Rangga waktu ngga mau kerja.


"Hahaha... Kena dah tuh, Boy." Ledek Papa Rangga.


"Sue!!, anak-anak Deddy kok pada pintar semua si." Rangga menarik hidung si kembar.


Sinar matahari sudah menyengat di kulit, kami semua masuk ke dalam Mansion dan mengganti pakaian, terkecuali Rangga. Dia mandi.


Selesai mandi, Rangga pergi ke dapur dan melihat menu yang sesuai pesanan Si kembar.


"Banyak amat, ini mah kaya mau ngadain pesta." Rangga memegang selembar menu. Dengan berat hati Rangga mengikuti kemauan Si kembar.


Sudah hampir waktunya makan siang, Rangga masih menikmati memasak. Ku lihat di meja makan ada beberapa makan yang sudah sesaji. Rangga memang bisa memasak. Aku menghampiri Rangga, kulihat Rangga tengah asik memasak.


"Ya, ampun. Sayang, kamu memasak atau mau berperang." Aku kaget melihat dapur berantakan.


"Eh!, Sayang. Ya masak, Sayang. Kamu aneh dech." Rangga mengaduk-aduk sop.


"Tapi ngga kaya gini juga kali, Yank. Dapur berantakan dan semua peralatan memasak dimana-mana." Kataku.

__ADS_1


"Hehehe..." Rangga menggaruk kepala yang ngga gatel.


"Bi tolong bersihin ini semua dan bau sop, Ayam, ikan dan udang ke meja ya, Bi." Rangga melepas celemek.


"Yuk, Sayang. Kita ke meja makan." Rangga menggandeng tangan ku hingga ke meja makan,


(Seperti ini lah Rangga memasak)






"Sayang, kenapa kamu masak banyak banget?." Tanya ku heran.


"Itu permintaan Si kembar, Yank." Rangga menyondorkan kertas menu.


"Hahahaha... ternyata Si Rangga sang CEO yang dingin berahli menjadi chef." Ejek ku.

__ADS_1


"Dah mulai nakal, ya. Kalau kamu ngga dalam nifas, sudah abis kamu aku makan. Hingga ngga bisa jalan." Rangga menarik hidung ku.


"Deddy... Jangan coba-coba menyakiti Mommy kami." Adlan yang baru turun dari lantai 2 kamarnya.


"Mau hukumannya di tambah." Adline memukul kaki Rangga.


"Ish, ya. Ngga lah Kids, ampun. Hari ini Deddy dah cukup lelah, maafkan Deddy, ya. Please." Rangga berjongkok merengek minta maaf.


"Baik, tapi sebelumnya belikan kami mainan terbaru." Adlan di pangkuan Rangga.


"Siap, bos. Sekarang kita makan terlebih dahulu, tapi kalian panggil oma dan opa kalian. Jangan lupa Nenek dan Aki." Kata Rangga.


Semua keluarga berkumpul dan menikmati masakan Rangga, walau masakan agak asin sedikit. Tapi kami menghargai kerja keras Rangga memasak ini semua.


Sesuai janji Rangga kepada anak-anaknya, ia mengajak si kembar ke Mall. Tadi aku ngga mau ikut, karena Si Kembar memaksa jadi aku menurutinya.


Rangga dan Si Kembar tengah asyik memilih mainan, sedangkan aku pergi ke toko Baby. Membeli perlengkapan Baby Chayra.


"Untung Chayra ngga aku bawa, bisa repot." Kata ku melihat-lihat pakaian yang lucu-lucu dan cantik.


Rangga tidak menyadari aku pergi, karena dia terlalu asyik dengan Si Kembar. Ada pengunjung yang ingin berkenalan dengan Si kembar dan Rangga, ada juga yang mendekati Si Kembar dan Rangga. Tapi mereka cuek dan ngga peduli. Mereka seperti artis yang di keliling penggemarnya.

__ADS_1


Readers mohon dukungannya, ya... Jangan Lupa Vote, Like dan Komentar. Agar Author semangat buat upnya... dan juga terimakasih sebelumnya.


__ADS_2