
Rombongan Rangga dan kawan-kawannya sampai di Bali.
"Sayang, aku datang. Tunggu aku." Batin Rangga. Mereka pun semua bergegas menuju Hotel para istri dan anak-anak mereka.
Tiba di hotel, rombongan Rangga dan Kawan-kawannya menghampiri istri mereka masing-masing. Karena mereka telah di sambut di depan loby hotel. Rangga celingak-celinguk mencari sesuatu dan bertanya.
"Reina dan anak-anak Gue kemana?." Tanya Rangga.
"Mmm... Maaf Rang, Reina dan anak-anak sudah pergi dari kemarin ngga tau kemana." Kata Tania menatap Rangga sedih.
"Iya, Rang. Kita dan pihak hotel sudah mencari kemana-mana, tapi kita ngga nemui Reina dan anak-anak." Tambah Latifa.
"Gimana bisa pergi si. Aarrgghh..." Rangga frutasi.
"Tapi Gue curiga Reina pergi sama Vino dan..." Pembicaraan Chika terpotong.
"APA!!!. Vino?? Laki-laki itu, Br******." Teriak Rangga, lalu menendang koper yang di pegangnya.
"Mereka ngga berdua kok, ada Vina juga." Audy berusaha jelaskan.
"Tapi sama aja, kenapa dia bisa pergi?." Rangga menarik-narik rambutnya.
__ADS_1
"Kita ngga tau, Rang." Tania menggelengkan kepala.
"Shitt... Segitu bencikah kamu, sampai-sampai ngga mau ketemu sama aku." Rangga duduk dan mengusap mukanya.
"Sabar, Rang. Loe tau sendiri bagaimana sifat Reina kalau lagi marah, biarlah Dia menenangkan hatinya dulu." Randy menepuk pundak Rangga.
"Tapi ini sudah lama banget, masa Dia belum bisa memaafkan Gue. Gue ngga sanggup haris menahan rindu Gue sama Dia dan anak-anak, kalian tau Gue sangat menyesal." Kata Rangga.
"Bro, Gue tau Loe sangat kangen banget sama bini dan anak-anak Loe, tapi kata Randy benar juga biar Bini Loe harus menata lagi puing-puing hati yang telah Loe hancurkan." Kata Alex.
"Benar, Sob. Kesalahan Loe kali ini sangat besar." Tambah Adi.
"Lebih baik, Loe istirahat dulu. Besok kita cari Bini dan anak-anak Loe." Rio menepuk pundak Rangga.
Rangga merebahkan tubuhnya ke ranjang dan menatap langit-langit.
"Sayang, segitu benci kah kamu sama aku. Aku ingin memperbaiki hubungan ini, aku masih sangat mencintaimu." Rangga meneteskan air mata dan menyesali kesalahannya.
"Gue harus cari mereka. Gue ngga bisa nunggu besok." Rangga pamit dan pergi, lalu dia mencari keliling dan pelosok-pelosok di pulau Bali dan di bantu oleh anak buahnya.
"Sayang, kalian dimana?" Rangga khawatir. Rangga terus berkeliling mencari Reina.
__ADS_1
Ddrrtt... Ddrrtt... Ponsel Rangga berdering.
"Halo, Bro. Loe dimana?." Alex.
"Gue lagi di daerah pandawa, nyari Bini dan anak-anak Gue." Kata Rangga.
"Percuma Loe cari, mereka sudah ngga ada di Bali." Alex.
"APA??." Rangga terkejut.
"Iya, lebih baik Loe cepat kembali ke hotel. Ada yang mau Gue omongin sama Loe*." Alex*.
"Baiklah." Rangga mematikan ponselnya dan melaju ke hotel.
"Bro, Gue sudah ngecek ke Bandara tadi. Bini dan anak-anak Loe menuju Kalimantan." Kata Alex memberikan bukti tiket keberangkatan Reina dari Bandara.
"Shitt... Kenapa bisa mereka sejauh ini perginya." Rangga kesal.
"Mungkin Si Vino punya rumah disana." Alex mengada-ada.
"B*****k, Gue ketemu Gue hajar Dia, sudah buat Bini dan anak-anak Gue pergi sejauh ini." Rangga tambah kesel.
__ADS_1
"Sabar, Bro. Bukan salahnya Dia juga, Bro. Mungkin Bini Loe yang memaksa." Alex mencoba menenangkan Rangga.