Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Rangga Cantik


__ADS_3

"Ya Allah kegantengan dan perkasaan ku sudah hilang, hiks... hiks... hiks... Aku bukan lagi CEO yang ganteng dan kejam, saat ini Aku menjadi Rangga yang cantik dan lembut. Hiks... Hiks... Hiks... Malangnya nasibku." Batin Rangga yang menangis.


"Selesai coba kamu lihat ke cermin, karya ku ngga akan mengecewakan kamu dech." Aku menepuk pundak.


"Aarrgghhh... i-ini siapa." Rangga kaget sambil menujuk ke arah cermin.


"Ini kamu, Sayang. Gimana cantik?, malah kamu lebih cantik dari ku." Aku memeluk Rangga dari samping kanan.


"Kamu tetap paling cantik kok, yang. Please apus dong make up nya, aku risih nih. Ngga apa dech aku pakai dress atau daster, tapi aku ngga mau. Yang, mau di taruh dimana muka ku, Yang." Rengek Rangga.


"Ngga kamu tetap kaya gini sampai kita ke Mall, tanpa penolakan. Kalau kamu ngga mau hukuman kamu aku ganti ngga kasih jatah sebulan." Ancam ku, melepas pelukkan dan menatap tajam Rangga.


"Iya, dech. Tapi kamu janji, selama di Mall kamu ngga boleh jauh dari ku." Kata Rangga Pasrah.


"Iya, makin cinta aku sama kamu." Aku sekilas mencium bibir Rangga, lalu pergi keluar kamar.


"Kalau ini membuat kamu bahagia, aku akan melakukan malah aku bisa melakukan dengan lebih." Ucap Rangga menatap punggung Istrinya.


Di Meja Makan


Si kembar sudah menunggu.

__ADS_1


"Haii, kids. Morning, Mmuuaacchh." Sapa ku dan mencium Si kembar.


"Morning, Mom." Serentak Sikembar.


"Deddy mana, mom?." Tanya Adline mencari keberadaan Rangga.


"Bentar lagi Deddy kesini, Sayang." Menarik hidung Adline gemes.


Tak lama kemudian, Rangga keluar dari kamar dan menghampiri anak dan istrinya di meja makan. Rangga sangat PD (percaya diri) berjalan menuju meja makan.


"Haii semuanya." Rangga duduk di samping ku. Sikembar saling memandang, merasa bingung.


"Hahaha... Deddy cantik banget." Adline tertawa.


"Kamu apaan si Adline, aku ngga mau di olok-olok kalau Deddy aku banci." Adlan kesel.


"Ini cuma sebentar kok, sayang." Rangga mengelus rambut Adlan.


"Ngga, Adlan tetap ngga mau. Kalau Deddy ngga mau menghapus make upnya, lebih baik aku ngga punya Deddy, Mommy juga keterlaluan. Adlan benci Mommy dan Deddy." Adlan berlari hingga ke kamar.


"Maaf, ya Yank. Kamu kaya gini salah ku, biar aku yang ngasih tau." Aku merasa sedih atas ucapan Adlan.

__ADS_1


"Sudah, kamu jangan berpikir macem-macem. lebih baik kita makan dulu." Rangga menuntun duduk di kursi samping Rangga.


"Tapi, Yang..." Sebelum aku bicara, Rangga memotong pembicaraan ku.


"Tidak ada penolakan, titik. Ngga ada koma. Ayo, makan." Tegas Rangga.


"Aku ngga bisa kalau si Adlan juga ngga makan." Ucap Ku.


"Iya, abis kamu makan nanti kita ke kamar Adlan." Bujuk Rangga, segala rayuan Rangga. Pada akhirnya aku menuruti Rangga.


Setelah sarapan aku dan Deddy menuju kamar Adlan.


Ceklek Pintu kamar Adlan.


"Deddy dan Mommy ngapain kalian kesini?." Adlan sinis.


"Mommy dan Deddy kesini, mau ngasih makan buat kamu. Tadi kan kamu ngga sempat makan, jadi Mommy bawahin. " Kata ku pura-pura sedih.


"Terimakasih, Deddy kaya gini, itu karena kesalahan yang Deddy perbuat." Rangga mengangkat tubuh Adlan dari dia duduk di kursi.


Haii gimana kalian suka... Jangan lupa Vote, like dan komentarnya... di tunggu...

__ADS_1


__ADS_2