
Ketika Alex membuka laptop dan untuk melihat istri tercintanya di cctv, betapa kagetnya Alex tidak menemukan Latifa. Alex kaget dan mulai panik, takut Latifa kenapa-napa. Alex berusaha menghubungi ponsel Latifa, tapi tidak di angkat Latifa.
"Sayang, kamu dimana?." Alex cemas. Rangga melihat Alex yang mondar-mandir seperti strikaan, lalu mendekatinya.
"Bro, Loe kenapa sih?dari tadi gue lihatin mondar-mandir, pusing gue liatnya." Rangga menepuk pundak Alex.
"Ini bini gue ngga ada di rumah, gue hubungi ponselnya ngga di angkat dan kata pembantu gue dia pergi. Gue khawatir banget kenapa-napa sama dia dan anak gue." Alex cemas.
"Ya Loe sih terlalu overprotektif sama bini loe, gue tau Loe khawatir sama bini dan anak yang di kandungan Latifa. Tapi ngga kaya gini juga, Bro. Sampai-sampai ketemu sama sahabat-sahabatnya Loe juga ngelarang, Latifa lama-lama bosan ngga ada aktivitas dan bisa bahaya juga buat perkembangan anak di perut Latifa." Rangga menasehati Alex, sebenarnya Rangga sudah tau kalau para istri sedang di Mall untuk menyenangkan Latifa.
Alex mendengar ucapan Rangga sadar, karena selama ini sikapnya terhadap Latifa keterlaluan. Alex takut kehilangan Latifa dan calon anaknya. Alex merebahkan badannya di sofa, sekali-kali dia buang napas. Rangga melihatnya menggelengkan kepala.
"Gue salah, Bro. Gue harus gimana sekarang, bini gue ngga ada dirumah." Alex menundukkan kepala. Alex sangat menyesal atas sikap yang overprotektif terhadap Latifa.
"Tenang aja bini Loe ngga akan kenapa-napa, karena tadi bini gue bilang Latifa bersamanya dan malah Latifa sangat senang pergi bersama sahabat-sahabatnya. Lihat nih bini Loe kalap, gara-gara Loe ngelarang pergi dan bersenang-senang bareng sahabatnya." Rangga memperlihatkan ponsel yang tadi Reina mengirim foto Latifa kalap berbelanja barang-barang branded.
"Ya Allah, gue bisa bangkrut nih." Alex matanya terbelalak melihat foto istrinya yang berbelanja banyak.
"Hahahaha... makanya jangan Loe kurung tuh bini, sekali keluar langsung seperti singa kelaparan." Ledek Rangga.
"Iya,iya. Gue salah dan gue ngga akan ini terulang lama-lama gue bisa bangkrut, Bro." Alex pasrah atas kelakuan istrinya.
__ADS_1
"Tapi gue aneh dech, kenapa bini Loe bisa kaya gitu ya. Padahal bini Loe itu kalem dan alim banget." Rangga merasa aneh dengan tingkah Latifa.
"Gue juga ngga tau, baru kali ini Latifa bersikap seperti itu. Apa mungkin ngidamnya kali ini ya?." Alex juga bingung atas tingkah Latifa, ngidamnya Latifa sangat aneh dan menguras emosi.
Di Mall
Kami semua saat ini sedang berada di restaurant Jepang, karena Latifa ingin makan masakan Jepang.
"Guys, aku ingin kita nyanyi kaya dulu. Yuk." Permintaan Latifa.
"Ya udah, yuk." Serentak. karena kami selalu mengikuti keinginan Latifa, biar tak merasa sedih. Kehamilan Latifa sangat sensitif, tidak bisa menolak keinginan. Bila menolak keinginannya Latifa langsung bersedih.
Kami menaiki panggung dan bernyanyi.
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
Aku datang menghampirimu
__ADS_1
Kuperlihat semua hartaku
Kita slalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang Indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
__ADS_1
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho*